Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Regional

Pesta Pernikahan Jadi Petaka, Anak Dedi Mulyadi dan Wabup Garut Akhirnya Buka Suara

badge-check

Tiga orang tewas di hari bahagia, Maula dan Putri Karlina buka suara dan sampaikan permintaan maaf.(Foto: Istimewa) Perbesar

Tiga orang tewas di hari bahagia, Maula dan Putri Karlina buka suara dan sampaikan permintaan maaf.(Foto: Istimewa)

PRABA INSIGHT- Hari yang seharusnya penuh bunga dan senyum berubah jadi lautan duka. Pernikahan putra sulung eks Bupati Purwakarta dan kini Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yakni Maula Akbar dengan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, justru diwarnai insiden tragis yang menewaskan tiga orang.

Di tengah sukacita perayaan, ribuan warga tumpah ruah ke Alun-alun Garut, Jumat (18/7), tempat pesta rakyat digelar. Sayangnya, antusiasme itu berakhir dengan desak-desakan brutal. Tiga nyawa melayang: seorang bocah, seorang nenek, dan satu anggota polisi.

Dalam pernyataan yang disampaikan dua hari pasca kejadian, Maula dan Putri menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Pertama-tama, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban. Ini bukan sesuatu yang kami harapkan hadir di hari paling bahagia kami,” ujar Maula, dikutip dari detikJabar, Minggu (20/7/2025).

Sang istri, Putri Karlina, menambahkan dengan suara lirih dan kalimat getir,

“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya memohon maaf atas musibah yang terjadi. Dua hari lalu adalah hari paling bahagia dalam hidup saya sayangnya, hanya sebentar.”

Kerumunan, Kekacauan, dan Kesedihan

Acara yang disebut-sebut sebagai pesta rakyat itu berlangsung di siang bolong. Sekitar pukul 13.00 WIB, massa mulai memadati lokasi. Tanpa sekat, tanpa pengaturan jelas, desakan tak terhindarkan.

Hasilnya, 26 orang jadi korban. Tiga di antaranya tewas:

  • Vania Aprilia (8 tahun)
  • Dewi Jubaedah (61 tahun)
  • Bripka Cecep Saeful Bahri, anggota kepolisian

Isu “Makan Gratis”: Klarifikasi dari Pengantin

Narasi “makan gratis untuk warga” sempat beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp RT-RW. Banyak yang menduga hal itu sebagai pemicu utama membludaknya warga. Tapi Maula buru-buru membantah.

“Kami tidak pernah bikin acara makan siang gratis. Yang terjadi hanyalah makanan sisa resepsi yang belum keluar. Daripada mubazir, ya kami bagikan saja ke warga yang datang,” jelasnya.

Putri menambahkan, distribusi makanan itu tidak pernah dimaksudkan sebagai undangan publik apalagi resmi.

“Saya bingung, dari mana narasi makan gratis itu datang. Kami memang membagikan makanan, tapi bukan dalam format acara formal. Tidak pernah saya umumkan akan ada makan gratis.”

Menurut Putri, bahkan ia sudah menegaskan ke panitia agar jalan menuju lokasi tidak ditutup. Tapi ternyata, ada miskomunikasi di lapangan.

“Soal siapa yang bertanggung jawab, biar pihak kepolisian yang menyelidiki. Kami juga menanti kejelasan,” tambahnya.(AN)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

Trending di News