Menu

Mode Gelap
“Teror Sungai Musi 1987: Yang Tenggelam Tidak Pernah Pergi” Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan Daftar Lengkap Korban Bekasi Timur: 84 Luka, 14 Meninggal, Usia 21–63 Tahun dan Tersebar di 11 RS Sopir Taksi Beberkan Detik-detik Setir Ngunci di Rel Bekasi Timur hingga Picu Tabrakan Kereta BP Danantara Pastikan Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan, KAI Beri Kompensasi Korban Kecelakaan Bekasi Timur Kisah Skandal Sum Kuning: Dari Korban Jadi Tersangka, Saat Hukum Tunduk pada Kuasa

News

Guru Katanya “Beban Negara”? Sri Mulyani Langsung Dirujak Netizen +62

badge-check


					Pidato Sri Mulyani soal APBN pendidikan 2025 bikin heboh. Potongan videonya viral di TikTok dan dituding menyebut guru sebagai “beban negara”.(Foto; Istimewa) Perbesar

Pidato Sri Mulyani soal APBN pendidikan 2025 bikin heboh. Potongan videonya viral di TikTok dan dituding menyebut guru sebagai “beban negara”.(Foto; Istimewa)

PRABA INSIGHT- Indonesia memang nggak pernah kehabisan drama. Kali ini pemeran utamanya: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Isunya juga bukan kaleng-kaleng kesejahteraan guru dan dosen.

Cerita bermula dari pidatonya di Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB beberapa hari lalu. Dengan suara khasnya yang sering ditemani angka-angka fantastis, Sri Mulyani bilang bahwa APBN 2025 untuk pendidikan sudah disiapkan sebesar Rp724,3 triliun.

Masalahnya, walau duit segitu udah kayak harga planet Jupiter, gaji guru dan dosen masih saja dianggap kurang manusiawi.

“Banyak di media sosial, saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya enggak besar. Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara,” kata Sri Mulyani (YouTube ITB, 19/8/2025).

Nah, di sinilah kalimat berikutnya bikin netizen makin panas. Sri Mulyani bertanya, apakah semua urusan gaji guru harus dibebankan ke APBN, atau justru bisa dibantu lewat partisipasi masyarakat.

“Apakah semuanya harus dari keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat,” ujarnya.

Partisipasi masyarakat yang dimaksud? Belum jelas. Bisa jadi semacam gotong royong digital ala Kitabisa.com, bisa juga iuran RT buat gaji dosen. Entahlah.

Namun dunia maya nggak sabar menunggu penjelasan detail. Potongan video pidatonya langsung beterbangan di TikTok. Salah satunya diunggah akun Sais**** pada 18 Agustus 2025. Di versi editan itu, pidatonya terdengar seperti menyebut guru adalah “beban negara”.

Dan begitulah—drama dimulai. Potongan video itu sudah pindah kos-kosan ke Instagram, lalu jadi trending di X (Twitter versi rebranding). Netizen pun terbelah: ada yang tersinggung, ada yang membela, dan ada yang cuma nyeletuk, “724 triliun kok masih kurang?”

penulis : Deni Darmono | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan

28 April 2026 - 20:49

Daftar Lengkap Korban Bekasi Timur: 84 Luka, 14 Meninggal, Usia 21–63 Tahun dan Tersebar di 11 RS

28 April 2026 - 18:14

Sopir Taksi Beberkan Detik-detik Setir Ngunci di Rel Bekasi Timur hingga Picu Tabrakan Kereta

28 April 2026 - 17:51

BP Danantara Pastikan Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan, KAI Beri Kompensasi Korban Kecelakaan Bekasi Timur

28 April 2026 - 17:29

Akhir 22 Tahun “Zona Abu-Abu”: UU PPRT Resmi Disahkan, Pekerja Rumah Tangga Kini Punya Perlindungan Nyata

26 April 2026 - 23:13

Trending di News