Menu

Mode Gelap
PP HIMMAH: Kebijakan Ekonomi Presiden Prabowo Bikin Oligarki Ketar-ketir ‘This is Not Fair!’ Bupati Siak Keluhkan Setor Rp1 Triliun, Jalan Cuma 1 Km Ketika Sawah Produktif Disulap Jadi Tambak Udang dan Negara Harus Bayar Mahal Ketika Militerisme Kembali Dibicarakan, Bjorka ’98 Mengingatkan: Reformasi Jangan Cuma Jadi Kenangan Uya Kuya Gerah Dituding Punya 750 Dapur MBG, Pilih Lapor Polisi daripada Biarkan Hoaks Berkeliaran Angka Pengangguran Jabar Tembus 6,74%, FKLPID Sebut Ada 26 Juta Angkatan Kerja

News

Guru Katanya “Beban Negara”? Sri Mulyani Langsung Dirujak Netizen +62

badge-check


					Pidato Sri Mulyani soal APBN pendidikan 2025 bikin heboh. Potongan videonya viral di TikTok dan dituding menyebut guru sebagai “beban negara”.(Foto; Istimewa) Perbesar

Pidato Sri Mulyani soal APBN pendidikan 2025 bikin heboh. Potongan videonya viral di TikTok dan dituding menyebut guru sebagai “beban negara”.(Foto; Istimewa)

PRABA INSIGHT- Indonesia memang nggak pernah kehabisan drama. Kali ini pemeran utamanya: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Isunya juga bukan kaleng-kaleng kesejahteraan guru dan dosen.

Cerita bermula dari pidatonya di Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB beberapa hari lalu. Dengan suara khasnya yang sering ditemani angka-angka fantastis, Sri Mulyani bilang bahwa APBN 2025 untuk pendidikan sudah disiapkan sebesar Rp724,3 triliun.

Masalahnya, walau duit segitu udah kayak harga planet Jupiter, gaji guru dan dosen masih saja dianggap kurang manusiawi.

“Banyak di media sosial, saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya enggak besar. Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara,” kata Sri Mulyani (YouTube ITB, 19/8/2025).

Nah, di sinilah kalimat berikutnya bikin netizen makin panas. Sri Mulyani bertanya, apakah semua urusan gaji guru harus dibebankan ke APBN, atau justru bisa dibantu lewat partisipasi masyarakat.

“Apakah semuanya harus dari keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat,” ujarnya.

Partisipasi masyarakat yang dimaksud? Belum jelas. Bisa jadi semacam gotong royong digital ala Kitabisa.com, bisa juga iuran RT buat gaji dosen. Entahlah.

Namun dunia maya nggak sabar menunggu penjelasan detail. Potongan video pidatonya langsung beterbangan di TikTok. Salah satunya diunggah akun Sais**** pada 18 Agustus 2025. Di versi editan itu, pidatonya terdengar seperti menyebut guru adalah “beban negara”.

Dan begitulah—drama dimulai. Potongan video itu sudah pindah kos-kosan ke Instagram, lalu jadi trending di X (Twitter versi rebranding). Netizen pun terbelah: ada yang tersinggung, ada yang membela, dan ada yang cuma nyeletuk, “724 triliun kok masih kurang?”

penulis : Deni Darmono | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

‘This is Not Fair!’ Bupati Siak Keluhkan Setor Rp1 Triliun, Jalan Cuma 1 Km

12 Juni 2026 - 23:16

Ketika Militerisme Kembali Dibicarakan, Bjorka ’98 Mengingatkan: Reformasi Jangan Cuma Jadi Kenangan

12 Juni 2026 - 22:28

Uya Kuya Gerah Dituding Punya 750 Dapur MBG, Pilih Lapor Polisi daripada Biarkan Hoaks Berkeliaran

10 Juni 2026 - 22:40

Angka Pengangguran Jabar Tembus 6,74%, FKLPID Sebut Ada 26 Juta Angkatan Kerja

10 Juni 2026 - 21:03

Baru Bangun Tidur, Harga Pertamax Sudah Rp16.250 per Liter

10 Juni 2026 - 15:40

Trending di Nasional