Menu

Mode Gelap
Pungutan Parkir Ilegal Terancam Sanksi Pidana dan Penertiban KUHAP Baru Berlaku, KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers Tersangka Korupsi Kuota Haji, Harta Yaqut Cholil Qoumas Melonjak Jadi Rp13,7 Miliar Usai Bantuan Pemprov Dihentikan, Operasional Masjid Agung Bandung Bergantung pada Donasi Polisi Colong Motor Polisi: Ironi Kehilangan di Markas Sendiri Bahaya Menggantungkan Kebenaran pada Manusia

News

Guru Katanya “Beban Negara”? Sri Mulyani Langsung Dirujak Netizen +62

badge-check


					Pidato Sri Mulyani soal APBN pendidikan 2025 bikin heboh. Potongan videonya viral di TikTok dan dituding menyebut guru sebagai “beban negara”.(Foto; Istimewa) Perbesar

Pidato Sri Mulyani soal APBN pendidikan 2025 bikin heboh. Potongan videonya viral di TikTok dan dituding menyebut guru sebagai “beban negara”.(Foto; Istimewa)

PRABA INSIGHT- Indonesia memang nggak pernah kehabisan drama. Kali ini pemeran utamanya: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Isunya juga bukan kaleng-kaleng kesejahteraan guru dan dosen.

Cerita bermula dari pidatonya di Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB beberapa hari lalu. Dengan suara khasnya yang sering ditemani angka-angka fantastis, Sri Mulyani bilang bahwa APBN 2025 untuk pendidikan sudah disiapkan sebesar Rp724,3 triliun.

Masalahnya, walau duit segitu udah kayak harga planet Jupiter, gaji guru dan dosen masih saja dianggap kurang manusiawi.

“Banyak di media sosial, saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya enggak besar. Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara,” kata Sri Mulyani (YouTube ITB, 19/8/2025).

Nah, di sinilah kalimat berikutnya bikin netizen makin panas. Sri Mulyani bertanya, apakah semua urusan gaji guru harus dibebankan ke APBN, atau justru bisa dibantu lewat partisipasi masyarakat.

“Apakah semuanya harus dari keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat,” ujarnya.

Partisipasi masyarakat yang dimaksud? Belum jelas. Bisa jadi semacam gotong royong digital ala Kitabisa.com, bisa juga iuran RT buat gaji dosen. Entahlah.

Namun dunia maya nggak sabar menunggu penjelasan detail. Potongan video pidatonya langsung beterbangan di TikTok. Salah satunya diunggah akun Sais**** pada 18 Agustus 2025. Di versi editan itu, pidatonya terdengar seperti menyebut guru adalah “beban negara”.

Dan begitulah—drama dimulai. Potongan video itu sudah pindah kos-kosan ke Instagram, lalu jadi trending di X (Twitter versi rebranding). Netizen pun terbelah: ada yang tersinggung, ada yang membela, dan ada yang cuma nyeletuk, “724 triliun kok masih kurang?”

penulis : Deni Darmono | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KUHAP Baru Berlaku, KPK Tak Lagi Tampilkan Tersangka dalam Konferensi Pers

13 Januari 2026 - 07:12 WIB

Tersangka Korupsi Kuota Haji, Harta Yaqut Cholil Qoumas Melonjak Jadi Rp13,7 Miliar

13 Januari 2026 - 07:04 WIB

Aset Korupsi Didiskon Triliunan, Negara Kemana dan Publik Bertanya

10 Januari 2026 - 11:18 WIB

Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke Rumah Jokowi, Silaturahmi di Tengah Kasus Ijazah Palsu

9 Januari 2026 - 09:44 WIB

Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Gara-gara Stand Up, Netizen Ikutan Penasaran

9 Januari 2026 - 09:36 WIB

Trending di News