Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

News

Surya Paloh Nonaktifkan Sahroni dan Nafa Urbach, Ini Alasannya

badge-check


					Partai NasDem resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi DPR RI mulai 1 September 2025. Surya Paloh menegaskan, langkah ini diambil karena ucapan keduanya dianggap mencederai aspirasi rakyat.(Foto:Istimewa) Perbesar

Partai NasDem resmi menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi DPR RI mulai 1 September 2025. Surya Paloh menegaskan, langkah ini diambil karena ucapan keduanya dianggap mencederai aspirasi rakyat.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT-Partai politik itu, suka nggak suka, hidupnya tergantung sama rakyat. Begitu juga NasDem. Dan kalau ada kader yang malah bikin rakyat sakit hati, ya siap-siap saja kena “parkir”.

Minggu (31/8/2025) malam, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, lewat siaran pers resmi, mengumumkan kabar mengejutkan: dua nama yang cukup familiar, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, resmi dinonaktifkan dari Fraksi NasDem di DPR RI. Efektif mulai Senin, 1 September 2025.

Kenapa? Jawabannya sederhana: ada ucapan mereka yang dianggap menyinggung hati rakyat. Dan buat NasDem, itu ibarat dosa besar.

“Aspirasi masyarakat harus tetap jadi acuan utama perjuangan Partai NasDem,” kata Surya Paloh dengan nada yang jelas-jelas lagi serius. “Apa pun yang mencederai perasaan rakyat, nggak bisa ditoleransi.”

Dari Kristalisasi Perjuangan ke Kristalisasi Masalah

Surya Paloh juga mengingatkan, sejak awal berdiri, NasDem mengusung semangat kerakyatan yang katanya bertumpu pada Pembukaan UUD 1945. Bahasa gampangnya: partai ini mau jadi penjaga cita-cita bangsa.

Tapi, kalau ada kader yang malah bikin ribut dengan pernyataannya sendiri, ya repot. Jadinya perjuangan yang mestinya mulia, malah berubah jadi “drama internal” yang harus dibereskan DPP.

Bahkan Surya sampai menyampaikan belasungkawa atas wafatnya beberapa warga yang belakangan ikut memperjuangkan aspirasi mereka di tengah situasi panas politik nasional.

Sahroni dan Nafa, Mohon Minggir Dulu

Yang bikin heboh, tentu saja nama Ahmad Sahroni—politisi flamboyan yang biasa dijuluki “Crazy Rich Tanjung Priok” dan Nafa Urbach—artis yang beberapa tahun lalu memilih jalur politik. Keduanya dinonaktifkan, bukan dipecat, tapi tetap saja ini pukulan telak.

Buat publik, ini semacam sinyal: NasDem nggak mau ambil risiko. Kalau ada kader yang bikin gaduh, lebih baik disingkirkan dulu daripada bikin elektabilitas jeblok.

Keputusan ini ditandatangani langsung oleh Surya Paloh dan Sekjen NasDem, Hermawi F. Taslim. Jadi, bisa dipastikan bukan sekadar ancaman kosong.

NasDem Cari Jalan Lurus

Pada akhirnya, langkah ini bisa dibaca sebagai upaya NasDem untuk “cuci muka” sekaligus menjaga citra partai di hadapan rakyat. Maklum, di tahun-tahun politik yang makin panas, trust publik adalah segalanya.

“Partai NasDem tidak akan berkompromi dengan tindakan yang mencederai aspirasi rakyat,” kata Surya lagi.

Singkatnya: kalau mau aman di NasDem, jangan main-main sama rakyat. Karena kalau rakyat tersinggung, partai bisa langsung turun tangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi

6 Februari 2026 - 15:26 WIB

Gelar UKW dan Pelatihan Digital, Sandri Rumanama Ingatkan Pers Jangan Tunduk

5 Februari 2026 - 12:30 WIB

Ketika Mens Rea Dipersoalkan, Pandji Pragiwaksono Menempuh Jalan Dialog

3 Februari 2026 - 13:56 WIB

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Pinjol Crowde, Temukan 62 Mitra Fiktif

3 Februari 2026 - 11:58 WIB

Eyang Meri Pergi di Usia 100 Tahun, Perempuan Tangguh di Balik Keteguhan Jenderal Hoegeng

3 Februari 2026 - 08:21 WIB

Trending di News