Menu ✖

Breaking News

Regional

Kisah Pendaki yang Menginap Saat Semeru Ngamuk: Antara Turun Dalam Hujan atau Tetap Menjaga Akal Sehat

badge-check

Sebanyak 129 pendaki memilih bermalam di Ranu Kumbolo saat Gunung Semeru erupsi. Meski hujan deras dan status Siaga naik menjadi Awas, para pendaki tetap tenang mengikuti arahan TNBTS hingga akhirnya turun dengan aman pada Kamis pagi.(Foto:Ist) Perbesar

Sebanyak 129 pendaki memilih bermalam di Ranu Kumbolo saat Gunung Semeru erupsi. Meski hujan deras dan status Siaga naik menjadi Awas, para pendaki tetap tenang mengikuti arahan TNBTS hingga akhirnya turun dengan aman pada Kamis pagi.(Foto:Ist)

PRABA INSIGHT- JAWA TIMUR – Ketika Gunung Semeru memutuskan untuk “batuk keras” pada Rabu, 19 November 2025, sebagian orang mungkin langsung membayangkan kepanikan massal di jalur pendakian. Tapi tidak dengan 129 pendaki yang sedang bermalam manis di Ranu Kumbolo. Menurut penyedia layanan wisata Langit Mahameru Adv, posisi mereka aman. Tenang bahkan.

Soalnya, kata mereka, Ranu Kumbolo berada di sisi utara, sementara letusan Semeru mengarah ke tenggara. Bahasa sederhananya: “Masih jauh, Bos.” Cuaca malam itu memang hujan, tapi justru hujan ini yang akhirnya bikin rombongan mengambil keputusan bijak: tidak turun malam itu.

“Khawatir hujan deras bikin jalur longsor kalau dipaksa turun,” begitu kata Langit Mahameru pada Lifestyle Liputan6.com. Rombongan pendaki itu akhirnya baru turun Kamis pagi, 20 November, setelah suasana agak jinak.

Begitu matahari nongol, briefing dilakukan pukul 05.30 WIB, lalu rombongan mulai meluncur ke Ranupani. Jam 9 pagi, area Ranu Kumbolo pun resmi “kosong melompong”, seperti tempat camping yang baru saja habis dipakai acara pramuka.

Awalnya, kata mereka, jumlah manusia di sana mencapai 187 orang:

129 pendaki,

6 orang dari kementerian,

1 petugas,

2 saver,

24 PPGST,

dan 25 porter.

Sebuah komposisi yang kalau disatukan, mungkin sudah bisa bikin rapat rencana kerja lengkap.

Basarnas: Semua Aman, Tidak Ada Drama Sinematik

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, memastikan para pendaki itu aman. Personel Basarnas memang sudah berjaga sambil terus cek komunikasi dengan relawan, pemandu, dan petugas TNBTS. Tim gabungan BNPB, BPBD, dan TNI/Polri juga bergerak sejak sore hari.

“Kondisinya aman,” ujar Edy. Tenang, singkat, dan menenangkan.

Pendakian Ditutup Total: Dari Level Siaga ke Level Awas

Balai Besar TNBTS, sebagai pihak yang paling paham soal aturan main naik gunung, langsung menutup total jalur pendakian Semeru sejak Rabu, 19 November. Status gunung naik cepat: dari Waspada (Level II), naik ke Siaga (Level III), dan kemudian ngacir ke Awas (Level IV) pada pukul 17.00 WIB.

PVMBG merekomendasikan radius bahaya 8 km dari puncak dan sektoral 20 km ke arah selatan–tenggara. Pendaki yang sudah beli tiket online bisa reschedule. Tenang, mekanismenya akan diumumkan belakangan. (Ya, namanya juga sistem online BFS Belum Final Sepenuhnya).

TNBTS juga mengimbau semua orang, terutama pecinta alam dan calon pendaki dadakan, supaya patuh pada zona bahaya. Jangan sok-sokan.

Bupati Lumajang: Warga Zona Merah, Monggo Segera Mengungsi

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meminta warga di zona merah Sumberwuluh, Jugosari, Candipuro, dan Pronojiwo untuk segera mengungsi ke titik yang sudah disiapkan pemerintah. Pesannya sederhana: “Jangan menunggu Semeru minta perhatian lebih.”

Semeru: Dalam 6 Jam, Catat 32 Guguran & 25 Letusan

Data PVMBG pada Kamis dini hari mencatat aktivitas Semeru lumayan aktif:

  • 32 kali gempa guguran (amplitudo 3–16 mm, durasi 69–108 detik),
  • 25 kali gempa letusan/erupsi (amplitudo 10–22 mm, durasi 71–141 detik),
  • ditambah sebiji gempa embusan dan satu gempa tektonik jauh.

Secara visual, Semeru kadang terlihat jelas, kadang tertutup kabut 0-II, seperti orang yang galau antara online dan offline. Asap kawah tidak teramati, cuaca mendung, dan angin bergerak santai ke utara, tenggara, dan selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LSM Somasi Apresiasi Kapolres dan Kepala BPN Turun Langsung Usut Mafia Tanah Kayuringin

25 Sep 2026 - 18:56 WIB

LSM Somasi Apresiasi Kapolres dan Kepala BPN Turun Langsung Usut Mafia Tanah Kayuringin

Keren! Pelajar SD asal Cikarang Unjuk Gigi di Festival Anak Indonesia 2026

23 Sep 2026 - 19:44 WIB

Keren! Pelajar SD asal Cikarang Unjuk Gigi di Festival Anak Indonesia 2026

Bikin Heboh! PMB 2026 UM Indonesia Dibuka dengan Cara Beda

20 Sep 2026 - 17:15 WIB

Bikin Heboh! PMB 2026 UM Indonesia Dibuka dengan Cara Beda

Keren! FH Unpak Gelar Orientasi Unik Lewat SUARASA: Law in Art

19 Sep 2026 - 13:17 WIB

Keren! FH Unpak Gelar Orientasi Unik Lewat SUARASA: Law in Art

Geger Video Viral TikTok Tuding Pejabat Bersengkongkol Peras Koruptor!

12 Sep 2026 - 21:10 WIB

Geger Video Viral TikTok Tuding Pejabat Bersengkongkol Peras Koruptor!
Trending di News