PRABA INSIGHT -RIAU – Siapa yang menyangka, tanah Rokan yang selama ini tampak adem-ayem rupanya masih menyembunyikan “tabungan” raksasa yang selama ini belum dicairkan. Dan bukan, ini bukan tabungan ala-ala cashback aplikasi belanja online ini lebih mirip rekening energi nasional yang tiba-tiba dapat warisan triliunan.
PT Pertamina (Persero) bikin kejutan manis: mereka menemukan cadangan migas non-konvensional dengan potensi yang bisa bikin siapa pun senyum sambil lihat langit. Angkanya? Bukan angka yang bisa ditampung kalkulator warung.
724 juta barrel setara minyak (BOE).
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, tidak main-main ketika menyebut ini sebagai penemuan terbesar dalam 10 tahun terakhir, bahkan salah satu pencapaian paling bersejarah bagi Pertamina sepanjang 2025. Kalau ini bukan kabar besar, mungkin kami tidak tahu lagi definisi kabar besar itu apa.
Yang bikin bulu kuduk berdiri (dalam arti positif, bukan karena tagihan listrik): angka 724 juta barel itu baru berasal dari satu struktur saja.
Bayangkan. Itu baru buka “satu kamar”.
Belum lihat ruang tamu, dapur, gudang, apalagi lantai dua.
Para ahli bahkan sudah mulai berdoa agar struktur lain di sekitarnya ikut dibor, karena potensi migas non-konvensional di sana bisa jauh lebih “gila” dari yang dibayangkan. Singkatnya, Pertamina baru nemu ujung benang dari gulungan raksasa yang entah sepanjang apa.
Pertamina Juga Pamer Rapor: Bukan Anak Sekolah, Tapi Nilainya tetap Kinclong
Selain kabar soal harta karun energi, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, juga tampil membacakan rapor kerja perusahaan—dan nilainya bikin iri anak kuliahan yang masih ngumpulin nilai remedial.
- Produksi stabil: Meski dunia energi sedang seperti roller coaster, produksi migas Pertamina tetap anteng di atas 1 juta BOEPD. Ibaratnya, lagi badai pun mereka tetap bisa masak mie dengan tenang.
- Kilang makin efisien: Yield kilang naik ke 84 persen. Artinya minyak mentah yang masuk kilang makin banyak berubah jadi BBM, makin sedikit yang jadi “ampas kehidupan”.
Temuan dan capaian ini bukan sekadar angka di slide presentasi, tapi semacam “bensin” simbolis untuk mesin besar bernama Ketahanan Energi Nasional. Dengan cadangan baru sebesar ini, Pertamina rasanya ingin berdiri di tengah SPBU sambil bilang:
“Tenang, warga Indonesia. Stok energi aman, tinggal doa supaya harga ikut aman juga.”
Langkah ini juga menjadi tanda komitmen perusahaan pelat merah itu untuk terus mengawal jalan tol menuju Indonesia Emas 2045 jalan tol yang mudah-mudahan tidak macet di tengah jalan.
Semoga saja dengan temuan “harta karun” ini, energi kita makin kuat, pasokan makin stabil, dan siapa tahu… suatu hari nanti harga bensin bisa bikin kita tersenyum, bukan menghela napas panjang.
Penulis : Ris Tanto | Editor : Ivan











