Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

Ekonomi

Shell Akhirnya “Kulakan” ke Pertamina: Kabar Baik untuk Kamu yang Trauma Lihat Tulisan ‘Habis’

badge-check

Shell Indonesia resmi membeli 100 ribu barel BBM dari Pertamina setelah sering mengalami kekosongan stok di SPBU. Kementerian ESDM memastikan pasokan tiba akhir November, menandai babak baru kerja sama energi nasional. Perbesar

Shell Indonesia resmi membeli 100 ribu barel BBM dari Pertamina setelah sering mengalami kekosongan stok di SPBU. Kementerian ESDM memastikan pasokan tiba akhir November, menandai babak baru kerja sama energi nasional.

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Ada kabar gembira untuk para pengguna setia SPBU Shell yang belakangan sering diuji kesabarannya oleh papan bertuliskan “Habis”. Setelah drama panjang ala sinetron jam tujuh malam, akhirnya Shell Indonesia memutuskan langkah strategis: membeli pasokan BBM langsung dari Pertamina.

Kabar ini bukan lagi isapan jempol. Kementerian ESDM sudah mengonfirmasi, dan langkah ini resmi menjadi babak baru dalam dunia per-BBM-an nasional.

Shell, yang mungkin sudah bosan melihat tangki di SPBU-nya kering kerontang seperti halaman rumah saat kemarau, akhirnya memutuskan untuk kulakan besar-besaran. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, membeberkan detailnya dengan sangat lugas: Shell langsung pesan 1 kargo penuh, alias sekitar 100 ribu barel BBM. Tidak nanggung-nanggung.

“Untuk Shell, ini sudah terdapat kesepakatan dengan Pertamina… 100 ribu barel,” ujar Yuliot di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Lebih menarik lagi, pengirimannya tidak pakai lama. BBM murni (base fuel) pesanan Shell dijadwalkan tiba di titik serah akhir November ini bahkan kemungkinan besar sudah nyampe saat berita ini kamu baca. Artinya, stok di SPBU Shell seharusnya segera kembali normal. Tidak ada lagi adegan drama parkir, lihat tulisan “Habis”, lalu langsung putar balik dengan hati hancur.

Dengan masuknya Shell ke daftar pembeli, formasi “pelanggan VIP” Pertamina Patra Niaga akhirnya lengkap. Sebelumnya, dua pemain swasta lain juga sudah lebih dulu mengibarkan bendera putih dan ikut membeli dari Pertamina:

  • BP-AKR: Sudah aman sejak tahap pertama.
  • Vivo: Resmi ikut rombongan tahap kedua, memborong 100 ribu barel.
  • Shell: Peserta terakhir yang akhirnya mantap pesan 100 ribu barel juga.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa kerja sama ini adalah contoh nyata semangat “kerja bersama” demi menjaga ketahanan energi nasional. Pertamina, sebagai BUMN senior yang sudah makan asam garam, siap menolong adik-adiknya di dunia swasta supaya tetap bisa jualan.

Walau terdengar kocak karena biasanya kompetitor itu saling sikut, bukan saling belanja semua proses ini tetap dilakukan dengan mekanisme B2B profesional. Roberth menjelaskan berbagai tahapannya:

  • Tender Supplier sesuai aturan GCG
  • Join Surveyor untuk cek kualitas bareng
  • Open Book alias transparansi harga saat negosiasi

Dengan kata lain: kompetitif, bersih, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Jadi untuk kamu yang fanatik pakai “bensin rasa luar negeri”, tak perlu cemas. Meski isinya dari Pertamina, racikan dan standar kualitasnya tetap mengikuti brand masing-masing. Yang paling penting, kamu tidak perlu lagi muter-muter kota cuma buat cari SPBU yang tidak kehabisan stok.

Akhirnya, ada juga kabar yang bikin bensin dan hati sama-sama adem.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial

10 Agustus 2026 - 10:27

Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada

7 Agustus 2026 - 18:14

Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

7 Agustus 2026 - 17:48

JakOne Mobile Bikin Bank Jakarta Panen Penghargaan, Bukti Transformasi Digital Bukan Sekadar Gimmick

4 Agustus 2026 - 11:11

Pemerintah Resmi Ubah Status Ojol Jadi Pelaku UMKM, Perpres Masuki Tahap Final

21 Juli 2026 - 18:33

Trending di Ekonomi