Menu

Mode Gelap
Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

Internasional

Kim Jong Un Tembak Mati 30 Pejabat Gara-Gara Gagal Atasi Banjir

badge-check


					Kim Jong Un dilaporkan mengeksekusi sekitar 30 pejabat Korut karena gagal mencegah banjir besar di provinsi Jagang. Korban banjir sendiri mencapai ribuan orang.(Foto:Istimewa) Perbesar

Kim Jong Un dilaporkan mengeksekusi sekitar 30 pejabat Korut karena gagal mencegah banjir besar di provinsi Jagang. Korban banjir sendiri mencapai ribuan orang.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT- KORUT – Kalau biasanya pemimpin di negara lain paling keras cuma ngasih teguran atau mutasi, Kim Jong Un di Korea Utara punya cara yang… yah, bisa dibilang ekstra tegas. Dilaporkan, sekitar 30 pejabat pemerintah daerah ditembak mati karena dianggap gagal mencegah banjir besar yang melanda negara itu.

Mengutip Strait Times yang melansir Bloomberg dan TV Chosun, info ini berasal dari seorang pejabat Korea Selatan yang enggan disebut namanya. Banjir sendiri memang menghajar Korut pada Juli lalu, terutama di provinsi Jagang, yang disebut-sebut mengalami kerusakan parah hingga ribuan orang meninggal.

“Sekitar 20 hingga 30 pejabat pemerintah daerah di area yang dilanda banjir ditembak pada bulan Agustus,” kata laporan itu.

Badan Intelijen Nasional Korsel memang memantau situasi ini dengan saksama, tapi Kementerian Unifikasi Korsel yang biasanya urus hubungan dengan Korut memilih diam seribu bahasa. Jadi, kita cuma bisa mengandalkan potongan-potongan kabar dari luar.

Kim Jong Un sendiri sudah memberi “peringatan” sejak pertemuan darurat partai akhir Juli. Katanya, siapa pun yang “sangat mengabaikan” tugasnya selama bencana banjir bakal menghadapi konsekuensi serius. Dalam pertemuan itu ia menegaskan:

“Bertanggung jawab atas jatuhnya korban.”

Selain itu, laporan New York Post menyebut bahwa Sekretaris Komite Partai Provinsi Jagang, Kang Bong-hoon, termasuk di antara pejabat yang dipecat atau dibebaskan dari jabatannya meski belum jelas apakah ia juga ikut dieksekusi.

Kalau kita menengok sejarah, ini bukan hal baru. Pada 2019, Kim juga mengeksekusi utusan nuklirnya untuk AS, Kim Hyok Chol, karena gagal mengamankan pertemuan puncak dengan Presiden Donald Trump. Jadi kalau menurut logika Korut, gagal itu memang fatal, terutama kalau nyawa orang banyak ikut taruhan.

Singkatnya, di Korut, urusan banjir bukan cuma soal air menggenang, tapi juga soal kepala pejabat yang mungkin ikut “tergenang”.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

26 Maret 2026 - 08:45 WIB

Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky

17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

16 Maret 2026 - 11:04 WIB

Anak Cantumkan Jabatan Ayah di CV, Karier Pejabat Istana Korea Selatan Ini Berakhir

16 Maret 2026 - 10:59 WIB

Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia

10 Maret 2026 - 14:52 WIB

Trending di Internasional