Menu

Mode Gelap
Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

Internasional

Anak Cantumkan Jabatan Ayah di CV, Karier Pejabat Istana Korea Selatan Ini Berakhir

badge-check

Kim Jin-kook, pejabat senior di kantor Presiden Korea Selatan, mengundurkan diri setelah putranya mencantumkan jabatan ayahnya dalam CV lamaran kerja dan memicu kritik publik. Perbesar

Kim Jin-kook, pejabat senior di kantor Presiden Korea Selatan, mengundurkan diri setelah putranya mencantumkan jabatan ayahnya dalam CV lamaran kerja dan memicu kritik publik.

PRABAINSIGHT.COM – Kadang masalah besar dalam politik tidak selalu dimulai dari keputusan negara atau kebijakan besar. Kadang justru bermula dari sesuatu yang kelihatannya sepele seperti sebuah CV lamaran kerja.

Hal itulah yang menimpa Kim Jin-kook, sekretaris senior di kantor Presiden Korea Selatan. Kariernya di lingkar dalam pemerintahan berakhir setelah tindakan putranya memicu kontroversi yang cukup ramai diperbincangkan publik.

Masalahnya bermula ketika putra Kim mengirimkan lamaran kerja ke sejumlah perusahaan. Dalam dokumen lamaran tersebut, ia tidak hanya mencantumkan pengalaman atau kemampuan pribadinya, tetapi juga menuliskan identitas ayahnya yang merupakan pejabat tinggi di kantor kepresidenan pada masa Presiden Moon Jae-in.

Nama sang ayah rupanya tidak sekadar disebut sebagai latar belakang keluarga. Dalam lamaran tersebut, anak Kim juga menyinggung bahwa posisi ayahnya di lingkungan pemerintahan bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan apabila dirinya diterima bekerja.

Singkatnya, jabatan ayah diposisikan seperti nilai tambah dalam lamaran kerja.

Informasi ini pertama kali terungkap lewat laporan media lokal Korea Selatan. Tak butuh waktu lama, kabar itu langsung menyebar luas dan memancing kritik dari publik. Banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk upaya memanfaatkan koneksi kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Di negara dengan standar etika pejabat publik yang cukup ketat seperti Korea Selatan, isu semacam ini cepat berubah menjadi tekanan politik.

Tak lama setelah kontroversi itu mencuat, Kim Jin-kook akhirnya memilih mundur dari posisinya sebagai sekretaris senior di kantor kepresidenan. Keputusan itu ia sampaikan bersamaan dengan permintaan maaf kepada publik.

Kim juga menyatakan bahwa dirinya bertanggung jawab atas tindakan putranya yang memicu polemik tersebut.

Peristiwa ini sekali lagi menunjukkan bahwa dalam dunia politik, reputasi bisa runtuh bukan hanya karena keputusan besar, tetapi juga karena hal-hal yang tampaknya sederhana seperti satu paragraf dalam CV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Edoardo Agnelli: Pewaris Juventus yang Masuk Islam, Dicoret dari Keluarga, lalu Tewas Misterius

26 Mei 2026 - 20:24

Patung Yesus Dirusak di Lebanon Selatan, Militer Israel Akui dan Janji Investigasi

22 April 2026 - 20:30

Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Diduga Dialihkan ke Israel, Nama Donald Trump Disorot

20 April 2026 - 16:41

Trending di Internasional