Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Internasional

Anak Cantumkan Jabatan Ayah di CV, Karier Pejabat Istana Korea Selatan Ini Berakhir

badge-check

Kim Jin-kook, pejabat senior di kantor Presiden Korea Selatan, mengundurkan diri setelah putranya mencantumkan jabatan ayahnya dalam CV lamaran kerja dan memicu kritik publik. Perbesar

Kim Jin-kook, pejabat senior di kantor Presiden Korea Selatan, mengundurkan diri setelah putranya mencantumkan jabatan ayahnya dalam CV lamaran kerja dan memicu kritik publik.

PRABAINSIGHT.COM – Kadang masalah besar dalam politik tidak selalu dimulai dari keputusan negara atau kebijakan besar. Kadang justru bermula dari sesuatu yang kelihatannya sepele seperti sebuah CV lamaran kerja.

Hal itulah yang menimpa Kim Jin-kook, sekretaris senior di kantor Presiden Korea Selatan. Kariernya di lingkar dalam pemerintahan berakhir setelah tindakan putranya memicu kontroversi yang cukup ramai diperbincangkan publik.

Masalahnya bermula ketika putra Kim mengirimkan lamaran kerja ke sejumlah perusahaan. Dalam dokumen lamaran tersebut, ia tidak hanya mencantumkan pengalaman atau kemampuan pribadinya, tetapi juga menuliskan identitas ayahnya yang merupakan pejabat tinggi di kantor kepresidenan pada masa Presiden Moon Jae-in.

Nama sang ayah rupanya tidak sekadar disebut sebagai latar belakang keluarga. Dalam lamaran tersebut, anak Kim juga menyinggung bahwa posisi ayahnya di lingkungan pemerintahan bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan apabila dirinya diterima bekerja.

Singkatnya, jabatan ayah diposisikan seperti nilai tambah dalam lamaran kerja.

Informasi ini pertama kali terungkap lewat laporan media lokal Korea Selatan. Tak butuh waktu lama, kabar itu langsung menyebar luas dan memancing kritik dari publik. Banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk upaya memanfaatkan koneksi kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Di negara dengan standar etika pejabat publik yang cukup ketat seperti Korea Selatan, isu semacam ini cepat berubah menjadi tekanan politik.

Tak lama setelah kontroversi itu mencuat, Kim Jin-kook akhirnya memilih mundur dari posisinya sebagai sekretaris senior di kantor kepresidenan. Keputusan itu ia sampaikan bersamaan dengan permintaan maaf kepada publik.

Kim juga menyatakan bahwa dirinya bertanggung jawab atas tindakan putranya yang memicu polemik tersebut.

Peristiwa ini sekali lagi menunjukkan bahwa dalam dunia politik, reputasi bisa runtuh bukan hanya karena keputusan besar, tetapi juga karena hal-hal yang tampaknya sederhana seperti satu paragraf dalam CV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

10 Agustus 2026 - 09:59

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Trending di Internasional