Menu

Mode Gelap
Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

Internasional

Kim Jong Un Tembak Mati 30 Pejabat Gara-Gara Gagal Atasi Banjir

badge-check

Kim Jong Un dilaporkan mengeksekusi sekitar 30 pejabat Korut karena gagal mencegah banjir besar di provinsi Jagang. Korban banjir sendiri mencapai ribuan orang.(Foto:Istimewa) Perbesar

Kim Jong Un dilaporkan mengeksekusi sekitar 30 pejabat Korut karena gagal mencegah banjir besar di provinsi Jagang. Korban banjir sendiri mencapai ribuan orang.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT- KORUT – Kalau biasanya pemimpin di negara lain paling keras cuma ngasih teguran atau mutasi, Kim Jong Un di Korea Utara punya cara yang… yah, bisa dibilang ekstra tegas. Dilaporkan, sekitar 30 pejabat pemerintah daerah ditembak mati karena dianggap gagal mencegah banjir besar yang melanda negara itu.

Mengutip Strait Times yang melansir Bloomberg dan TV Chosun, info ini berasal dari seorang pejabat Korea Selatan yang enggan disebut namanya. Banjir sendiri memang menghajar Korut pada Juli lalu, terutama di provinsi Jagang, yang disebut-sebut mengalami kerusakan parah hingga ribuan orang meninggal.

“Sekitar 20 hingga 30 pejabat pemerintah daerah di area yang dilanda banjir ditembak pada bulan Agustus,” kata laporan itu.

Badan Intelijen Nasional Korsel memang memantau situasi ini dengan saksama, tapi Kementerian Unifikasi Korsel yang biasanya urus hubungan dengan Korut memilih diam seribu bahasa. Jadi, kita cuma bisa mengandalkan potongan-potongan kabar dari luar.

Kim Jong Un sendiri sudah memberi “peringatan” sejak pertemuan darurat partai akhir Juli. Katanya, siapa pun yang “sangat mengabaikan” tugasnya selama bencana banjir bakal menghadapi konsekuensi serius. Dalam pertemuan itu ia menegaskan:

“Bertanggung jawab atas jatuhnya korban.”

Selain itu, laporan New York Post menyebut bahwa Sekretaris Komite Partai Provinsi Jagang, Kang Bong-hoon, termasuk di antara pejabat yang dipecat atau dibebaskan dari jabatannya meski belum jelas apakah ia juga ikut dieksekusi.

Kalau kita menengok sejarah, ini bukan hal baru. Pada 2019, Kim juga mengeksekusi utusan nuklirnya untuk AS, Kim Hyok Chol, karena gagal mengamankan pertemuan puncak dengan Presiden Donald Trump. Jadi kalau menurut logika Korut, gagal itu memang fatal, terutama kalau nyawa orang banyak ikut taruhan.

Singkatnya, di Korut, urusan banjir bukan cuma soal air menggenang, tapi juga soal kepala pejabat yang mungkin ikut “tergenang”.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

10 Agustus 2026 - 09:59

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Trending di Internasional