Menu

Mode Gelap
Banjir Telan Lapas Aceh Tamiang, Imipas Lepas Napi demi Selamatkan Nyawa Gubernur Mualem Semprot Kepala Daerah: “Kalau Cengeng, Mending Mundur Saja!” Tiga Hari Tak Terungkap, Jasad Bayi Ditemukan di Plafon Sekolah Banjarnegara Banjir Memuncak, Bupati Aceh Selatan Hilang dari Lokasi Ternyata Pergi Umrah Viral Bupati Bireuen Bahas Sawit Saat Meninjau Banjir, Warganet Geram Di Tengah Lumpur dan Gelap, Gubernur Mualem Salurkan 30 Ton Sembako untuk Korban Banjir

Internasional

Kim Jong Un Tembak Mati 30 Pejabat Gara-Gara Gagal Atasi Banjir

badge-check


					Kim Jong Un dilaporkan mengeksekusi sekitar 30 pejabat Korut karena gagal mencegah banjir besar di provinsi Jagang. Korban banjir sendiri mencapai ribuan orang.(Foto:Istimewa) Perbesar

Kim Jong Un dilaporkan mengeksekusi sekitar 30 pejabat Korut karena gagal mencegah banjir besar di provinsi Jagang. Korban banjir sendiri mencapai ribuan orang.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT- KORUT – Kalau biasanya pemimpin di negara lain paling keras cuma ngasih teguran atau mutasi, Kim Jong Un di Korea Utara punya cara yang… yah, bisa dibilang ekstra tegas. Dilaporkan, sekitar 30 pejabat pemerintah daerah ditembak mati karena dianggap gagal mencegah banjir besar yang melanda negara itu.

Mengutip Strait Times yang melansir Bloomberg dan TV Chosun, info ini berasal dari seorang pejabat Korea Selatan yang enggan disebut namanya. Banjir sendiri memang menghajar Korut pada Juli lalu, terutama di provinsi Jagang, yang disebut-sebut mengalami kerusakan parah hingga ribuan orang meninggal.

“Sekitar 20 hingga 30 pejabat pemerintah daerah di area yang dilanda banjir ditembak pada bulan Agustus,” kata laporan itu.

Badan Intelijen Nasional Korsel memang memantau situasi ini dengan saksama, tapi Kementerian Unifikasi Korsel yang biasanya urus hubungan dengan Korut memilih diam seribu bahasa. Jadi, kita cuma bisa mengandalkan potongan-potongan kabar dari luar.

Kim Jong Un sendiri sudah memberi “peringatan” sejak pertemuan darurat partai akhir Juli. Katanya, siapa pun yang “sangat mengabaikan” tugasnya selama bencana banjir bakal menghadapi konsekuensi serius. Dalam pertemuan itu ia menegaskan:

“Bertanggung jawab atas jatuhnya korban.”

Selain itu, laporan New York Post menyebut bahwa Sekretaris Komite Partai Provinsi Jagang, Kang Bong-hoon, termasuk di antara pejabat yang dipecat atau dibebaskan dari jabatannya meski belum jelas apakah ia juga ikut dieksekusi.

Kalau kita menengok sejarah, ini bukan hal baru. Pada 2019, Kim juga mengeksekusi utusan nuklirnya untuk AS, Kim Hyok Chol, karena gagal mengamankan pertemuan puncak dengan Presiden Donald Trump. Jadi kalau menurut logika Korut, gagal itu memang fatal, terutama kalau nyawa orang banyak ikut taruhan.

Singkatnya, di Korut, urusan banjir bukan cuma soal air menggenang, tapi juga soal kepala pejabat yang mungkin ikut “tergenang”.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tai Po Jadi Lautan Api: Kebakaran Level 5 Pertama dalam 17 Tahun, 44 Tewas & 279 Hilang

27 November 2025 - 15:46 WIB

Bill Gates Dapat Bintang Jasa Utama dari Prabowo, Ternyata Ini Alasannya

24 September 2025 - 05:57 WIB

Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal Kompak Akui Palestina: Israel Ngamuk, Rusia Santai

22 September 2025 - 13:48 WIB

Prabowo Muncul di Expo 2025 Osaka, Netizen Heboh Sambut Unggahan di X

20 September 2025 - 13:19 WIB

Resmi! TikTok Bakal Diambil Alih Amerika, Nasib Algoritma Jadi Pertanyaan Besar

16 September 2025 - 08:22 WIB

Trending di Internasional