Menu

Mode Gelap
Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

Crime

Ritual Pelaris Berujung Tragis: Drama Horor Agensi LC Batam yang Bikin Netizen Pegal Marah

badge-check

Kasus kematian DPA di Batam mengungkap praktik kekerasan, ritual pelaris, dan dugaan eksploitasi di agensi LC MK Management hingga empat pelaku ditangkap polisi.(Istimewa) Perbesar

Kasus kematian DPA di Batam mengungkap praktik kekerasan, ritual pelaris, dan dugaan eksploitasi di agensi LC MK Management hingga empat pelaku ditangkap polisi.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – BATAM Kadang hidup memang aneh. Tapi yang terjadi di Batam ini bukan cuma aneh ini sudah masuk level “apa sih sebenarnya niatnya hidup kok begini banget?”. Seorang perempuan berinisial DPA, yang datang untuk kerja sebagai LC, justru pulang tinggal nama setelah tiga hari merasakan “pelatihan” ala agensi yang lebih mirip wahana uji nyali dibanding tempat kerja.

Ceritanya, korban direkrut lewat media sosial. Biasalah, iming-iming kerja mudah. Tapi begitu tiba, bukannya disodorin SOP kerja, ia malah diajak melakukan ritual pelaris oleh bos agensi, Wilson Lukman alias WL yang di sekitarnya lebih akrab dipanggil “Koko”. Dan seperti banyak ritual abal-abal lainnya, ini bukan bikin laris, tapi bikin rusak semuanya.

Versi polisi, ritual itu gagal. Koko ngamuk. Dari sinilah kekacauan 72 jam itu dimulai. Korban mengalami kekerasan berlapis-lapis yang bikin siapa pun baca berita ini ingin langsung mengetik: “Hapus aplikasi rekrutmen abal-abal sekarang juga!”

Supaya aksi gelap mereka nggak ketahuan, para pelaku kompak menanggalkan sembilan CCTV. Sembilan. Ini bukan pembersihan jejak, ini sudah kayak persiapan syuting film kriminal dengan sutradara yang nggak punya akal sehat. Tapi tetap saja berantakan, karena pada akhirnya polisi lebih jago.

Saat korban tak bergerak, kepanikan baru datang. Bukan panik ingin bertobat, tapi panik ingin menyelamatkan muka. Mulailah drama episode baru: manggil bidan, beli tabung oksigen, lalu bawa korban ke rumah sakit pakai identitas palsu. Semua dilakukan seperti ingin terlihat heroik, padahal ya… tidak ada yang heroik dari menyembunyikan kejahatan.

Empat orang akhirnya ditangkap, termasuk si Koko. Tiga lainnya ikut terlibat: ada yang membeli lakban, memborgol korban, ada pula yang berjasa melepas CCTV. Motif? Dari sakit hati gara-gara video rekayasa sampai obsesi ritual penglaris yang kayaknya cuma laris di imajinasi mereka.

Agensi tempat korban direkrut, MK Management, juga ikut jadi sorotan. Dugaan praktik eksploitasi dan TPPO muncul. Warganet langsung kompak ngegas: “Mana pelaris? Yang laris malah kriminalnya!”

Polisi masih menyelidiki apakah ada korban lain atau jaringan yang lebih panjang dari sekadar satu agensi. Yang jelas, kasus ini jadi peringatan keras: rekrutmen kerja abal-abal itu bisa berubah jadi tragedi kalau yang berkuasa adalah orang-orang yang pikir ritual lebih penting daripada akal sehat.


Penulis : Ristanto |Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja

7 Agustus 2026 - 20:39

Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main

4 Agustus 2026 - 22:43

Lapor Hilang ke Polisi Disebut “Sudah Dewasa”, Feni Ere Akhirnya Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

31 Juli 2026 - 18:05

Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka, Bawa 25,1 Kg Ekstasi dan Sabu ke Soekarno-Hatta

31 Juli 2026 - 15:23

16 Kali Kemalingan Ayam, Kini Suami dan Anak Pemilik Ditahan Usai Kasus Maling Tewas di Tabanan

30 Juli 2026 - 16:04

Trending di Crime