Menu

Mode Gelap
Haji Kilat Tanpa Antre? Ujung-ujungnya Malah Kena Polri, Modus Visa Kerja Terbongkar 17 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur Masih Dirawat, 3 Jalani Operasi dan 2 Dirujuk karena Kondisi Kritis Fakta Mengejutkan Tom Ogle: Tolak Tawaran Miliaran, Temukan Mobil Irit, Lalu Tewas Misterius Susi Pudjiastuti Resmi Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Target Utama: Sikat Pinjol Ilegal di Jabar “Teror Sungai Musi 1987: Yang Tenggelam Tidak Pernah Pergi” Pilu, Tabrakan KA Bekasi Timur Renggut 15 Nyawa, Termasuk Seorang Jurnalis Perempuan

Crime

Tiga Hari Tak Terungkap, Jasad Bayi Ditemukan di Plafon Sekolah Banjarnegara

badge-check


					Penemuan jasad bayi di plafon SMK Negeri 1 Wanayasa, Banjarnegara, menggemparkan warga. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan kronologi kejadian.(Istimewa) Perbesar

Penemuan jasad bayi di plafon SMK Negeri 1 Wanayasa, Banjarnegara, menggemparkan warga. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan kronologi kejadian.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – BANJARNEGARA – Di Banjarnegara, sebuah kisah yang mestinya tidak pernah ada terjadi di tempat yang mestinya aman: sebuah sekolah. Di balik plafon kamar mandi SMK Negeri 1 Wanayasa, ruang kecil yang bahkan tak layak disebut kamar, menjadi tempat terakhir bagi seorang bayi yang bahkan belum sempat melihat dunia.

Hari Senin, 1 Desember 2025, sekolah itu tidak hanya dipenuhi suara bel dan langkah siswa. Ada kesunyian aneh yang kemudian berubah menjadi duka ketika ditemukan bayi seberat sekitar 3 kilogram dalam kondisi yang mengiris hati siapa pun yang mendengar.

Tiga hari lamanya ia terbaring sendirian. Tiga hari tanpa suara, tanpa pelukan, tanpa siapa pun. Keberadaannya baru terungkap ketika bau tak sedap mulai merayap seakan menjadi satu-satunya cara bayi itu “berbicara” kepada dunia.

Kamar mandi yang biasanya hanya jadi tempat anak-anak sekolah mencuci wajah sebelum masuk kelas tiba-tiba menjelma saksi bisu tragedi yang tak masuk akal.

Dinding-dinding sekolah yang tiap hari mendengarkan tawa siswa, kini terasa seperti ikut menunduk. Bagaimana mungkin ruang belajar berubah menjadi lokasi duka sedalam ini?

Pertanyaan demi pertanyaan menggantung tanpa pegangan:

Apakah di sini ia menghela napas terakhir?

Mengapa suara kecil yang baru lahir justru dibungkam?

Siapa yang tega merampas masa hidup yang bahkan belum dimulai?

Kepolisian telah memasang garis penyelidikan. Setiap sudut kamar mandi, setiap jejak sekecil apa pun sedang ditelusuri agar simpul tragedi ini bisa diurai. Masyarakat Banjarnegara pun diliputi duka bercampur kemarahan. Di media sosial, warganet tak henti-hentinya mengungkapkan kepedihan, seakan mencoba menambal rasa kehilangan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang terus bergerak, kisah seorang bayi yang tak sempat dikenali ini menjadi pengingat: betapa rapuhnya hidup, dan betapa dalamnya luka yang ditinggalkan ketika kepedihan dibiarkan terjadi dalam diam.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Daycare yang Harusnya Aman, Justru Jadi Mimpi Buruk: Dugaan Kekerasan di Little Aresha Yogya Bikin Orang Tua Datangi Polisi

26 April 2026 - 23:35

Dulu Kejar Bandar, Kini Diduga Jadi “Bos” dari Balik Jeruji: Aipda Robig Dipindah ke Nusakambangan

26 April 2026 - 23:25

Karyawan Tambang di Konawe Utara Diduga Dianiaya Rekan Kerja, Lapor Polisi Malah Diancam PHK

22 April 2026 - 20:02

iPhone Rp2 Juta Berujung Parang: Drama Emosi Pembeli di Toko HP Medan yang Viral

21 April 2026 - 16:39

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditusuk di Bandara, Salah Satu Pelaku Diduga Atlet MMA

21 April 2026 - 16:28

Trending di Crime