Menu

Mode Gelap
Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

Crime

Tiga Hari Tak Terungkap, Jasad Bayi Ditemukan di Plafon Sekolah Banjarnegara

badge-check

Penemuan jasad bayi di plafon SMK Negeri 1 Wanayasa, Banjarnegara, menggemparkan warga. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan kronologi kejadian.(Istimewa) Perbesar

Penemuan jasad bayi di plafon SMK Negeri 1 Wanayasa, Banjarnegara, menggemparkan warga. Polisi melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan kronologi kejadian.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – BANJARNEGARA – Di Banjarnegara, sebuah kisah yang mestinya tidak pernah ada terjadi di tempat yang mestinya aman: sebuah sekolah. Di balik plafon kamar mandi SMK Negeri 1 Wanayasa, ruang kecil yang bahkan tak layak disebut kamar, menjadi tempat terakhir bagi seorang bayi yang bahkan belum sempat melihat dunia.

Hari Senin, 1 Desember 2025, sekolah itu tidak hanya dipenuhi suara bel dan langkah siswa. Ada kesunyian aneh yang kemudian berubah menjadi duka ketika ditemukan bayi seberat sekitar 3 kilogram dalam kondisi yang mengiris hati siapa pun yang mendengar.

Tiga hari lamanya ia terbaring sendirian. Tiga hari tanpa suara, tanpa pelukan, tanpa siapa pun. Keberadaannya baru terungkap ketika bau tak sedap mulai merayap seakan menjadi satu-satunya cara bayi itu “berbicara” kepada dunia.

Kamar mandi yang biasanya hanya jadi tempat anak-anak sekolah mencuci wajah sebelum masuk kelas tiba-tiba menjelma saksi bisu tragedi yang tak masuk akal.

Dinding-dinding sekolah yang tiap hari mendengarkan tawa siswa, kini terasa seperti ikut menunduk. Bagaimana mungkin ruang belajar berubah menjadi lokasi duka sedalam ini?

Pertanyaan demi pertanyaan menggantung tanpa pegangan:

Apakah di sini ia menghela napas terakhir?

Mengapa suara kecil yang baru lahir justru dibungkam?

Siapa yang tega merampas masa hidup yang bahkan belum dimulai?

Kepolisian telah memasang garis penyelidikan. Setiap sudut kamar mandi, setiap jejak sekecil apa pun sedang ditelusuri agar simpul tragedi ini bisa diurai. Masyarakat Banjarnegara pun diliputi duka bercampur kemarahan. Di media sosial, warganet tak henti-hentinya mengungkapkan kepedihan, seakan mencoba menambal rasa kehilangan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang terus bergerak, kisah seorang bayi yang tak sempat dikenali ini menjadi pengingat: betapa rapuhnya hidup, dan betapa dalamnya luka yang ditinggalkan ketika kepedihan dibiarkan terjadi dalam diam.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja

7 Agustus 2026 - 20:39

Bau Busuk yang Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jenazah Pria Tanpa Kepala, Warga Depok Syok Bukan Main

4 Agustus 2026 - 22:43

Lapor Hilang ke Polisi Disebut “Sudah Dewasa”, Feni Ere Akhirnya Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

31 Juli 2026 - 18:05

Pilot Malaysia Airlines Jadi Tersangka, Bawa 25,1 Kg Ekstasi dan Sabu ke Soekarno-Hatta

31 Juli 2026 - 15:23

16 Kali Kemalingan Ayam, Kini Suami dan Anak Pemilik Ditahan Usai Kasus Maling Tewas di Tabanan

30 Juli 2026 - 16:04

Trending di Crime