Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

Regional

Mapolsek Muara Batang Gadis Dibakar, Polisi Bantah Lepaskan Terduga Bandar Narkoba

badge-check

Mapolsek Muara Batang Gadis di Mandailing Natal dibakar massa setelah beredar kabar terduga bandar narkoba dilepaskan. Polda Sumut menyebut pelaku kabur, bukan dilepas.(Istimewa) Perbesar

Mapolsek Muara Batang Gadis di Mandailing Natal dibakar massa setelah beredar kabar terduga bandar narkoba dilepaskan. Polda Sumut menyebut pelaku kabur, bukan dilepas.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – SUMUT – Sabtu siang di Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumatera Utara, berubah jadi tontonan yang tak masuk brosur wisata. Mobil dinas dibakar, sepeda motor digulingkan, dan bangunan Polsek ikut jadi sasaran amuk massa. Semua terjadi pada 20 Desember 2025, dipicu satu isu yang bikin warga naik darah: terduga pengedar narkoba diduga dilepaskan.

Menurut cerita yang beredar di tengah warga, seorang pria berinisial R sebelumnya diamankan masyarakat Desa Singkuang. Setelah ditangkap rame-rame, R lalu diserahkan ke Polsek Muara Batang Gadis. Masalah muncul ketika pria itu kembali terlihat bebas berkeliaran.

“Warga sempat mengamankan pengedar narkoba di Desa Singkuang. Kemudian menyerahkan ke Polsek Muara Batang Gadis, namun dilepas sehingga membuat amarah masyarakat murka dan terjadi pembakaran,” ujar Kepala Desa Singkuang, Sapiuddin Tampubolon, saat dikonfirmasi wartawan lewat telepon.

Kekecewaan itu terekam jelas dalam video-video yang beredar di media sosial. Dini hari sebelum pembakaran, R terlihat sudah berada di luar Mapolsek. Informasi itu cepat menyebar. Warga pun berbondong-bondong mendatangi kantor polisi.

Situasi yang awalnya riuh berubah tak terkendali. Massa masuk ke area Polsek, membakar sepeda motor, menggulingkan mobil dinas, lalu menyulut api ke bangunan Polsek Muara Batang Gadis. Amarah seperti menemukan salurannya.

Sapiuddin menegaskan, aksi itu murni luapan emosi warga. Tidak ada aktor bayangan, tidak ada yang menunggangi.

“Yang jelas warga kesal karena pengedar narkoba dilepaskan. Ditambah lagi, peredaran barang haram di daerah ini sudah sangat meresahkan,” kata dia.

Namun, cerita dari kepolisian punya versi berbeda.

Versi Polda Sumut: Bukan Dilepas, Tapi Kabur

Polda Sumatera Utara angkat bicara. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebut pembakaran Mapolsek Muara Batang Gadis berawal dari kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat Desa Singkuang I dan Singkuang II.

“Berdasarkan fakta, yang bersangkutan diamankan pada Jumat (19/12/2025) sekira pukul 16.30 WIB. Namun, dia (R) itu tidak berada di tempat penahanan, berhasil kabur melarikan sehingga dilakukan upaya pencarian oleh jajaran kepolisian,” ujar Ferry saat dihubungi awak media.

Ferry membantah kabar bahwa R dilepaskan oleh personel Polsek Muara Batang Gadis, sebagaimana yang ramai dipercaya warga.

“Namun demikian, situasi di lapangan berkembang dan terjadi tindakan perusakan serta pembakaran terhadap sejumlah fasilitas kepolisian, di antaranya kendaraan dinas Polsek Muara Batang Gadis,” katanya.

Polda Sumut mengakui, dalam situasi tersebut, polisi lebih mengedepankan langkah pengamanan dan keselamatan untuk mencegah bentrokan yang lebih luas. Meski begitu, evaluasi tetap berjalan.

“Tentunya Polda Sumut sedang melakukan pemeriksaan terhadap personel Polsek Muara Batang Gadis mengenai kaburnya seorang terduga pelaku narkoba yang sempat diamankan warga tersebut,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu, Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Paloh, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia juga meminta warga bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.

“Sebagai tindak lanjut, rangkaian peristiwa tersebut menjadi perhatian dan bahan evaluasi internal Polres Mandailing Natal, serta akan menjadi bagian dari evaluasi di tingkat Polda Sumatera Utara, guna memperkuat upaya pencegahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian ke depan,” pungkasnya.

Di Muara Batang Gadis, api sudah padam. Tapi soal kepercayaan, sepertinya belum tentu.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Deni Muhammad Ali Ditunjuk Jadi Ketua Panitia Muaythai Porprov Jabar 2026

3 Agustus 2026 - 21:40

Perumda Tirta Bhagasasi Kena ‘Stroke Berat’, Utang Naik Laba Anjlok

3 Agustus 2026 - 14:52

SOMASI Minta Kapolres Baru Kota Bekasi Buka Ruang Dialog dengan Warga

1 Agustus 2026 - 13:17

Trending di News