Menu

Mode Gelap
Aliansi Aktivis 98 Bahas Laporan Jampidsus dalam Diskusi Reformasi 98 Bantah Tuduhan Penipuan, Nancy Fidelia Fatima Tegaskan Korban Transaksi Aset Bermasalah Launching Media Kontra Narasi, Survei HAI Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri 78,3 Persen Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten dan Pindah dari TNI AL ke AD Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian MALAM JUMAT KLIWON: YANG BANGKIT DARI KUBUR TIDAK SELALU MAYIT

Regional

Mapolsek Muara Batang Gadis Dibakar, Polisi Bantah Lepaskan Terduga Bandar Narkoba

badge-check


					Mapolsek Muara Batang Gadis di Mandailing Natal dibakar massa setelah beredar kabar terduga bandar narkoba dilepaskan. Polda Sumut menyebut pelaku kabur, bukan dilepas.(Istimewa) Perbesar

Mapolsek Muara Batang Gadis di Mandailing Natal dibakar massa setelah beredar kabar terduga bandar narkoba dilepaskan. Polda Sumut menyebut pelaku kabur, bukan dilepas.(Istimewa)

PRABA INSIGHT – SUMUT – Sabtu siang di Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumatera Utara, berubah jadi tontonan yang tak masuk brosur wisata. Mobil dinas dibakar, sepeda motor digulingkan, dan bangunan Polsek ikut jadi sasaran amuk massa. Semua terjadi pada 20 Desember 2025, dipicu satu isu yang bikin warga naik darah: terduga pengedar narkoba diduga dilepaskan.

Menurut cerita yang beredar di tengah warga, seorang pria berinisial R sebelumnya diamankan masyarakat Desa Singkuang. Setelah ditangkap rame-rame, R lalu diserahkan ke Polsek Muara Batang Gadis. Masalah muncul ketika pria itu kembali terlihat bebas berkeliaran.

“Warga sempat mengamankan pengedar narkoba di Desa Singkuang. Kemudian menyerahkan ke Polsek Muara Batang Gadis, namun dilepas sehingga membuat amarah masyarakat murka dan terjadi pembakaran,” ujar Kepala Desa Singkuang, Sapiuddin Tampubolon, saat dikonfirmasi wartawan lewat telepon.

Kekecewaan itu terekam jelas dalam video-video yang beredar di media sosial. Dini hari sebelum pembakaran, R terlihat sudah berada di luar Mapolsek. Informasi itu cepat menyebar. Warga pun berbondong-bondong mendatangi kantor polisi.

Situasi yang awalnya riuh berubah tak terkendali. Massa masuk ke area Polsek, membakar sepeda motor, menggulingkan mobil dinas, lalu menyulut api ke bangunan Polsek Muara Batang Gadis. Amarah seperti menemukan salurannya.

Sapiuddin menegaskan, aksi itu murni luapan emosi warga. Tidak ada aktor bayangan, tidak ada yang menunggangi.

“Yang jelas warga kesal karena pengedar narkoba dilepaskan. Ditambah lagi, peredaran barang haram di daerah ini sudah sangat meresahkan,” kata dia.

Namun, cerita dari kepolisian punya versi berbeda.

Versi Polda Sumut: Bukan Dilepas, Tapi Kabur

Polda Sumatera Utara angkat bicara. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyebut pembakaran Mapolsek Muara Batang Gadis berawal dari kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat Desa Singkuang I dan Singkuang II.

“Berdasarkan fakta, yang bersangkutan diamankan pada Jumat (19/12/2025) sekira pukul 16.30 WIB. Namun, dia (R) itu tidak berada di tempat penahanan, berhasil kabur melarikan sehingga dilakukan upaya pencarian oleh jajaran kepolisian,” ujar Ferry saat dihubungi awak media.

Ferry membantah kabar bahwa R dilepaskan oleh personel Polsek Muara Batang Gadis, sebagaimana yang ramai dipercaya warga.

“Namun demikian, situasi di lapangan berkembang dan terjadi tindakan perusakan serta pembakaran terhadap sejumlah fasilitas kepolisian, di antaranya kendaraan dinas Polsek Muara Batang Gadis,” katanya.

Polda Sumut mengakui, dalam situasi tersebut, polisi lebih mengedepankan langkah pengamanan dan keselamatan untuk mencegah bentrokan yang lebih luas. Meski begitu, evaluasi tetap berjalan.

“Tentunya Polda Sumut sedang melakukan pemeriksaan terhadap personel Polsek Muara Batang Gadis mengenai kaburnya seorang terduga pelaku narkoba yang sempat diamankan warga tersebut,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu, Kapolres Mandailing Natal, AKBP Arie Paloh, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia juga meminta warga bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.

“Sebagai tindak lanjut, rangkaian peristiwa tersebut menjadi perhatian dan bahan evaluasi internal Polres Mandailing Natal, serta akan menjadi bagian dari evaluasi di tingkat Polda Sumatera Utara, guna memperkuat upaya pencegahan dan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian ke depan,” pungkasnya.

Di Muara Batang Gadis, api sudah padam. Tapi soal kepercayaan, sepertinya belum tentu.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Bantuan Pemprov Dihentikan, Operasional Masjid Agung Bandung Bergantung pada Donasi

13 Januari 2026 - 06:56 WIB

Polisi Tipu Polisi: Polwan Gadungan Tipu Kapolres Pontianak

8 Januari 2026 - 08:56 WIB

Kepala Sekolah Gasak Dana BOS, Mobil Mewah dan Bus Jadi Bukti di Ponorogo

8 Januari 2026 - 08:44 WIB

Kisah Nenek Berlindung di Tanah Sendiri, Dianiaya Penambang Ilegal di Pasaman Timu

8 Januari 2026 - 05:41 WIB

Kematian Alfarisi di Rutan Medaeng: Sorotan KontraS atas Dugaan Kelalaian Negara

2 Januari 2026 - 10:13 WIB

Trending di Regional