Menu

Mode Gelap
Remisi Nyepi 2026 Diberikan kepada Enam Warga Binaan di Lapas Pemuda Tangerang Malam di Kampung Setan: Aku Melihat Mereka Menari Tanpa Kepala Pemerintah Tetapkan Lebaran 21 Maret 2026: Hilal Belum Terlihat, Puasa Dituntaskan 30 Hari Tiket Palangkaraya-Jakarta Tembus Rp200 Juta Bikin Heboh, Garuda Indonesia Pastikan Bukan Tarif Resmi Forum Sipil Nusantara Bersatu Ingatkan: Kasus Air Keras Andrie Yunus Tetap Urusan Hukum Sipil Ketum SBSI 92 Sunarti Ingatkan Dampak Konflik Global dan Ancaman Hoaks

Crime

Tragedi Tempe di Dusun Watuketu: Tiga Anggota Satu Keluarga Ditemukan Tewas dalam Satu Rumah

badge-check


					Tragedi memilukan terjadi di Dusun Watuketu, Situbondo. Tiga anggota satu keluarga ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher. Polisi mendalami dugaan pembunuhan berencana dan memeriksa kronologi penemuan korban oleh ayah salah satu korban.(Istimewa) Perbesar

Tragedi memilukan terjadi di Dusun Watuketu, Situbondo. Tiga anggota satu keluarga ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher. Polisi mendalami dugaan pembunuhan berencana dan memeriksa kronologi penemuan korban oleh ayah salah satu korban.(Istimewa)

PRABA INSIGHT- JATIM –  Minggu pagi di Dusun Watuketu, Desa Demung, Besuki, Situbondo, biasanya cuma diisi suara burung, wangi dapur, dan gosip kecil di beranda. Tapi 28 Desember 2025 itu, suasana yang biasanya adem mendadak berubah jadi kabar yang bikin satu kampung tercekat.

Di sebuah rumah sederhana, tiga orang dari satu keluarga ditemukan sudah tak bernyawa. Mereka adalah H (58), suami siri; S (38), sang istri; serta N (20), anak S  yang sekaligus anak tiri H. Semuanya ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan luka serupa di bagian leher. Polisi menyebut dugaan sementara mengarah pada tindak kekerasan berat.

Dan dari semua orang di dunia ini, sosok yang pertama kali mengetahui peristiwa itu adalah Abdur (60) ayah S yang datang cuma untuk… mengantar tempe.

Iya. Tempe.

Pagi itu Abdur datang tanpa firasat apa-apa. Pintu depan diketuk, tapi tak ada jawaban. Karena sunyi, ia masuk lewat pintu samping yang ternyata tidak dikunci. Tempe diletakkannya di meja dapur. Ia keluar lagi. Tak ada apa-apa yang terasa janggal.

Atau mungkin saat itu, hidup memang sedang terlalu pelan untuk memberi tanda.

Setengah jam kemudian, entah karena rasa penasaran atau semacam dorongan batin yang tak bisa dijelaskan, Abdur kembali masuk. Kali ini ia memperhatikan lebih teliti.

Di kamar mandi, ia menemukan H telah tergeletak bersimbah darah. Panik, ia mencari anak dan cucunya. Lampu dinyalakan. Lantai terlihat basah oleh cairan yang bukan air. Di balik pintu kamar, S dan N ditemukan dalam kondisi serupa.

“Saya angkat ibunya dulu, tapi sudah tidak bernapas. Anaknya juga sama,” ujar Abdur lirih.

Dan di situlah dunia runtuh  bukan dengan suara keras  melainkan dengan sunyi yang panjang.

Polisi datang, garis kuning dipasang, barang bukti diperiksa. Luka pada ketiga korban memiliki pola serupa. Dugaan mengarah pada pembunuhan berencana atau kekerasan berat. Pertanyaan pun bertumpuk seperti daun-daun kering di halaman.

Siapa yang sanggup melakukan itu? Kenapa pintu samping dibiarkan tidak terkunci? Dan mengapa tragedi selalu memilih datang ke rumah orang-orang sederhana?

Dusun Watuketu terdiam. Hanya tempe di atas meja yang kini terasa seperti benda simbolis: makanan sehari-hari yang tiba-tiba berubah jadi saksi bisu batas tipis antara rutinitas dan kehilangan.

Abdur pulang bukan dengan hati lega setelah mengantar pesanan, melainkan dengan trauma yang mungkin tak akan selesai disembuhkan oleh waktu.

Karena kadang, hidup memang kejam dengan cara yang tak pernah kita sangka: datang sebagai urusan dapur… lalu pulang sebagai duka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terungkap! Inilah Pembunuh Ermanto, Pensiunan Karyawan JICT yang Tewas di Bekasi

11 Maret 2026 - 10:09 WIB

Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja

10 Maret 2026 - 15:02 WIB

Pria di Tanjungpinang Diduga Bunuh dan Mutilasi Istri, Baru Bebas 15 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan

9 Maret 2026 - 14:40 WIB

Warga Bekasi Utara Geger Temukan Bayi Perempuan Hidup di Dalam Tong Sampah

9 Maret 2026 - 14:28 WIB

Eks Ketua SP JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Bekasi, Kasus Kontrak Rp4,08 Triliun Kembali Disorot

8 Maret 2026 - 14:45 WIB

Trending di Crime