Menu ✖

Breaking News

News

Ketum SBSI 92 Sunarti Ingatkan Dampak Konflik Global dan Ancaman Hoaks

badge-check

Ketum SBSI 92 Sunarti mengingatkan dampak konflik global terhadap Indonesia serta bahaya hoaks dan ujaran kebencian yang berpotensi memicu perpecahan. Perbesar

Ketum SBSI 92 Sunarti mengingatkan dampak konflik global terhadap Indonesia serta bahaya hoaks dan ujaran kebencian yang berpotensi memicu perpecahan.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Dunia lagi nggak santai. Konflik di luar negeri makin panas, ekonomi global goyang, dan efeknya pelan-pelan ikut nyiprat ke Indonesia. Tapi masalahnya, kata Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92, kita ini bukan cuma lagi kena dampak dari luar di dalam negeri juga lagi ribut sendiri.

Ketua Umum SBSI 92, Sunarti, melihat situasi sekarang agak absurd. Di satu sisi, dunia internasional lagi tegang, dari konflik Amerika Serikat, Israel, sampai Iran yang bikin suasana global makin sumpek. Di sisi lain, di Indonesia malah sibuk debat kusir yang kadang ujungnya nggak jelas.

“Yang di luar sana udah cukup bikin pusing, jangan ditambah kita sendiri saling curiga,” kira-kira begitu pesan yang mau disampaikan.

Masalahnya bukan sekadar beda pendapat. Tapi cara kita menyikapi informasi yang makin ke sini makin liar. Mulai dari hoaks, fitnah, sampai ujaran kebencian yang beredar deras di media sosial—dan seringnya, dipercaya mentah-mentah.

Belum lagi isu-isu yang sebenarnya bisa dibahas santai tapi malah jadi bahan bakar emosi. Dari polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo sampai kasus kekerasan terhadap aktivis, semuanya seperti jadi ajang adu opini. Tambah ruwet karena sekarang ada “bantuan” teknologi seperti AI, yang kalau dipakai sembarangan bisa bikin yang palsu terasa meyakinkan.

Akhirnya, publik bukan makin paham, tapi makin capek. Energi habis buat debat, bukan buat cari solusi.

Sunarti mengingatkan, kondisi kayak gini gampang banget dimanfaatkan. Bukan cuma buat cari sensasi, tapi juga buat kepentingan politik. Polarisasi? Ya jelas makin dalam. Sedikit-sedikit curiga, sedikit-sedikit baper.

Padahal, kata dia, kritik itu tetap penting. Negara juga butuh dikritik. Tapi kalau kritiknya berubah jadi nyinyir, apalagi sampai menyebar kebencian, ya sama saja bikin suasana makin keruh.

Intinya sederhana, tapi sering dilupakan: nggak semua yang viral itu benar.

Di tengah situasi global yang lagi nggak pasti, SBSI 92 mengajak masyarakat buat sedikit lebih waras nggak gampang kepancing, nggak buru-buru percaya, dan kalau bisa, nggak ikut-ikutan memperkeruh suasana.

Karena kalau bukan kita yang nahan diri, ya siapa lagi? Indonesia ini sudah cukup ribet tanpa harus ditambah drama dari hasil forward-an yang belum tentu jelas asal-usulnya. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

LSM Somasi Apresiasi Kapolres dan Kepala BPN Turun Langsung Usut Mafia Tanah Kayuringin

25 Sep 2026 - 18:56 WIB

LSM Somasi Apresiasi Kapolres dan Kepala BPN Turun Langsung Usut Mafia Tanah Kayuringin

Hari Lalu Lintas Bhayangkara 2026, Ditlantas Polda Bengkulu Raih Juara 3 Penanganan Laka

25 Sep 2026 - 18:44 WIB

Hari Lalu Lintas Bhayangkara 2026, Ditlantas Polda Bengkulu Raih Juara 3 Penanganan Laka

KRI Sriwijaya-100 Resmi Dikukuhkan, Kapal Induk Pertama TNI AL Siap Perkuat Operasi Laut

24 Sep 2026 - 17:48 WIB

KRI Sriwijaya-100 Resmi Dikukuhkan, Kapal Induk Pertama TNI AL Siap Perkuat Operasi Laut

Perjuangan Machi Achmad Dampingi Ruben Onsu Berbuah Hasil, Kasus Resmi Dihentikan

23 Sep 2026 - 23:27 WIB

Perjuangan Machi Achmad Dampingi Ruben Onsu Berbuah Hasil, Kasus Resmi Dihentikan

Kapolres Jakut Ajak Wartawan dan Pegiat Media Sosial Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

23 Sep 2026 - 21:51 WIB

Kapolres Jakut Ajak Wartawan dan Pegiat Media Sosial Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Trending di News