Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

Internasional

Rudal Iran Hantam Pelabuhan Haifa? Dentuman di Pesisir Israel Bikin Ketegangan Timur Tengah Makin Panas

badge-check

Iran dikabarkan meluncurkan rudal balistik Kheibar ke pelabuhan Haifa di Israel. Serangan yang diklaim IRGC ini menargetkan pusat logistik vital dan berpotensi meningkatkan ketegangan Timur Tengah. Perbesar

Iran dikabarkan meluncurkan rudal balistik Kheibar ke pelabuhan Haifa di Israel. Serangan yang diklaim IRGC ini menargetkan pusat logistik vital dan berpotensi meningkatkan ketegangan Timur Tengah.

PRABAINSIGHT.COM – Kadang konflik geopolitik itu terasa jauh sampai tiba-tiba ada dentuman keras yang bikin satu kota pelabuhan langsung jadi sorotan dunia. Itulah yang dilaporkan terjadi di pesisir utara Israel, tepatnya di kawasan Port of Haifa. Pelabuhan terbesar di negara itu disebut menjadi target serangan rudal balistik yang diklaim diluncurkan Iran.

Serangan tersebut diumumkan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elit militer Iran. Mereka menyebut aksi ini sebagai serangan balasan terhadap Israel yang dilakukan pada Senin, 2 Maret 2026.

Menurut klaim IRGC, salah satu senjata yang digunakan adalah rudal balistik jenis Kheibar missile senjata yang pertama kali diperkenalkan Iran pada 2023. Rudal ini disebut memiliki kemampuan melesat dengan kecepatan tinggi dan dirancang untuk menembus sistem pertahanan lawan sebelum menghantam target.

Target yang disebut terkena dampak adalah kawasan pelabuhan Haifa, simpul logistik vital bagi Israel. Pelabuhan ini menangani lebih dari separuh arus kargo nasional, sehingga setiap gangguan di area tersebut otomatis berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi dan perdagangan negara itu.

IRGC juga mengklaim rudal tersebut membawa muatan bom thermobaric dengan bobot sekitar 1.800 kilogram. Senjata jenis ini dikenal menghasilkan kombinasi gelombang tekanan dan panas yang sangat kuat saat meledak. Dalam skenario terburuk, efeknya bisa meluas dalam radius tertentu dan menimbulkan kerusakan besar.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada konfirmasi independen mengenai tingkat kerusakan, korban, atau dampak nyata dari serangan tersebut. Informasi yang beredar masih didominasi klaim dari pihak yang terlibat dalam konflik.

Yang jelas, jika serangan terhadap infrastruktur strategis seperti pelabuhan benar-benar terjadi, implikasinya tidak hanya soal militer. Gangguan pada jalur logistik dan perdagangan bisa memicu efek domino dari rantai pasok regional sampai stabilitas ekonomi kawasan.

Di Timur Tengah, satu rudal kadang bukan cuma soal ledakan. Ia juga bisa menjadi sinyal bahwa tensi konflik baru saja naik satu level lagi.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Gianni Infantino Dilaporkan Hadapi Tudingan “Suap” Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA

30 Juli 2026 - 16:12

Spanyol Akui Palestina, Sikap Tegas Pedro Sánchez Picu Ketegangan dengan Israel

20 Juli 2026 - 20:13

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Edoardo Agnelli: Pewaris Juventus yang Masuk Islam, Dicoret dari Keluarga, lalu Tewas Misterius

26 Mei 2026 - 20:24

Trending di Internasional