Menu

Mode Gelap
Benny Wullur vs Hotman Paris, Akademisi Pertanyakan Pencabutan Inkracht Usai Ricuh di GIK UGM, Mahasiswa Tantang Pemerintah Buka Akses Papua untuk Pers Heboh! Nama BEM Diduga Dicatut dalam Polemik Tiyo, Publik Pertanyakan Mandat Peserta Konferensi Pers Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi? Keren! Cetak Sejarah Baru, UNESA Sulap Birokrasi Wiyung Jadi Serba Digital Bhavani Indonesia Temui Wabup Tangerang, Bahas Safe House hingga Isbat Nikah Gratis

Internasional

Rudal Balistik Iran Hantam Kantor Perdana Menteri Israel, ini kata PM Netanyahu

badge-check


					Iran mengklaim rudal balistik Khaibar menghantam kantor Perdana Menteri Israel di Yerusalem. Perbesar

Iran mengklaim rudal balistik Khaibar menghantam kantor Perdana Menteri Israel di Yerusalem.

PRABAINSIGHT.COM – Eskalasi konflik Timur Tengah kali ini bukan cuma soal rudal dan sirene bahaya, tapi juga soal siapa paling jago bikin narasi. Di tengah suhu politik yang makin panas, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan sesuatu yang terdengar dramatis: mereka mengklaim telah menembakkan rudal balistik generasi terbaru bernama Khaibar dengan target kantor Perdana Menteri Israel di Yerusalem serta sejumlah markas besar Angkatan Udara Israel, Senin (2/3/2026).

Buat Teheran, peluncuran Khaibar ini bukan sekadar uji coba teknologi. Mereka menyebutnya sebagai pesan tegas atas keterlibatan Israel dalam konflik regional yang kian melebar. Rudal tersebut diklaim punya akurasi tinggi dan daya hancur yang mampu menembus sistem pertahanan udara konvensional. Bahasa resminya: presisi dan mematikan. Bahasa sederhananya: jangan macam-macam.

Tak berhenti di situ, IRGC juga menyatakan serangan itu dirancang untuk melumpuhkan titik komando strategis Israel. Beberapa media yang berafiliasi dengan Iran bahkan sempat menggulirkan narasi bahwa nasib Perdana Menteri Benjamin Netanyahu “belum ditentukan” tak lama setelah laporan ledakan beredar.

Namun seperti biasa dalam perang informasi, klaim dibalas bantahan. Mengutip laporan The Times of Israel, sumber internal pemerintah Israel memastikan kantor Perdana Menteri tetap utuh dan berfungsi normal. Tidak ada kerusakan struktural signifikan, apalagi korban jiwa yang terkonfirmasi di lokasi tersebut.

Kantor Perdana Menteri Israel pun menanggapi keras propaganda yang berseliweran di media sosial. Soal spekulasi kondisi Netanyahu, responsnya lugas tanpa metafora.

“Itu cuma berita palsu,” tegas juru bicara kantor PM Israel saat menanggapi narasi yang menyebut nasib Netanyahu sedang di ujung tanduk.

Pemerintah Israel juga menegaskan sistem pertahanan mereka bekerja sesuai protokol. Sebagian besar ancaman udara, kata mereka, berhasil dinetralkan sebelum menyentuh objek vital.

Pengamat keamanan melihat duel klaim ini sebagai bagian dari strategi perang asimetris. Iran ingin menunjukkan kemampuan ofensif demi menjaga moral domestik dan jaringan proksinya. Israel, di sisi lain, menekankan ketahanan nasional dan stabilitas kepemimpinan sebagai pesan utama ke publik dan dunia internasional.

Sampai saat ini, situasi di sekitar Tel Aviv dan Yerusalem dilaporkan masih dalam status siaga tinggi. Meski Israel mengecilkan dampak rudal Khaibar, warga sipil tetap diimbau berada dekat ruang perlindungan bom. Dalam lanskap geopolitik yang serba tak pasti, ancaman serangan balasan dari Teheran bisa datang kapan saja dan perang narasi tampaknya akan terus berjalan, bahkan ketika ledakan sudah berhenti terdengar. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Edoardo Agnelli: Pewaris Juventus yang Masuk Islam, Dicoret dari Keluarga, lalu Tewas Misterius

26 Mei 2026 - 20:24

Patung Yesus Dirusak di Lebanon Selatan, Militer Israel Akui dan Janji Investigasi

22 April 2026 - 20:30

Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Diduga Dialihkan ke Israel, Nama Donald Trump Disorot

20 April 2026 - 16:41

Trending di Internasional