Menu

Mode Gelap
Benny Wullur vs Hotman Paris, Akademisi Pertanyakan Pencabutan Inkracht Usai Ricuh di GIK UGM, Mahasiswa Tantang Pemerintah Buka Akses Papua untuk Pers Heboh! Nama BEM Diduga Dicatut dalam Polemik Tiyo, Publik Pertanyakan Mandat Peserta Konferensi Pers Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi? Keren! Cetak Sejarah Baru, UNESA Sulap Birokrasi Wiyung Jadi Serba Digital Bhavani Indonesia Temui Wabup Tangerang, Bahas Safe House hingga Isbat Nikah Gratis

Internasional

Rudal Iran Hantam Pelabuhan Haifa? Dentuman di Pesisir Israel Bikin Ketegangan Timur Tengah Makin Panas

badge-check


					Iran dikabarkan meluncurkan rudal balistik Kheibar ke pelabuhan Haifa di Israel. Serangan yang diklaim IRGC ini menargetkan pusat logistik vital dan berpotensi meningkatkan ketegangan Timur Tengah. Perbesar

Iran dikabarkan meluncurkan rudal balistik Kheibar ke pelabuhan Haifa di Israel. Serangan yang diklaim IRGC ini menargetkan pusat logistik vital dan berpotensi meningkatkan ketegangan Timur Tengah.

PRABAINSIGHT.COM – Kadang konflik geopolitik itu terasa jauh sampai tiba-tiba ada dentuman keras yang bikin satu kota pelabuhan langsung jadi sorotan dunia. Itulah yang dilaporkan terjadi di pesisir utara Israel, tepatnya di kawasan Port of Haifa. Pelabuhan terbesar di negara itu disebut menjadi target serangan rudal balistik yang diklaim diluncurkan Iran.

Serangan tersebut diumumkan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elit militer Iran. Mereka menyebut aksi ini sebagai serangan balasan terhadap Israel yang dilakukan pada Senin, 2 Maret 2026.

Menurut klaim IRGC, salah satu senjata yang digunakan adalah rudal balistik jenis Kheibar missile senjata yang pertama kali diperkenalkan Iran pada 2023. Rudal ini disebut memiliki kemampuan melesat dengan kecepatan tinggi dan dirancang untuk menembus sistem pertahanan lawan sebelum menghantam target.

Target yang disebut terkena dampak adalah kawasan pelabuhan Haifa, simpul logistik vital bagi Israel. Pelabuhan ini menangani lebih dari separuh arus kargo nasional, sehingga setiap gangguan di area tersebut otomatis berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi dan perdagangan negara itu.

IRGC juga mengklaim rudal tersebut membawa muatan bom thermobaric dengan bobot sekitar 1.800 kilogram. Senjata jenis ini dikenal menghasilkan kombinasi gelombang tekanan dan panas yang sangat kuat saat meledak. Dalam skenario terburuk, efeknya bisa meluas dalam radius tertentu dan menimbulkan kerusakan besar.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada konfirmasi independen mengenai tingkat kerusakan, korban, atau dampak nyata dari serangan tersebut. Informasi yang beredar masih didominasi klaim dari pihak yang terlibat dalam konflik.

Yang jelas, jika serangan terhadap infrastruktur strategis seperti pelabuhan benar-benar terjadi, implikasinya tidak hanya soal militer. Gangguan pada jalur logistik dan perdagangan bisa memicu efek domino dari rantai pasok regional sampai stabilitas ekonomi kawasan.

Di Timur Tengah, satu rudal kadang bukan cuma soal ledakan. Ia juga bisa menjadi sinyal bahwa tensi konflik baru saja naik satu level lagi.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Trump Sebut Israel Bisa Tamat dalam Hitungan Jam Jika Iran Punya Nuklir, Ancaman atau Jurus Negosiasi?

18 Juni 2026 - 18:44

Viral! Polisi Florida Tilang Perempuan Tanpa Tangan Kanan karena Diduga Main HP Saat Nyetir

2 Juni 2026 - 12:49

Edoardo Agnelli: Pewaris Juventus yang Masuk Islam, Dicoret dari Keluarga, lalu Tewas Misterius

26 Mei 2026 - 20:24

Patung Yesus Dirusak di Lebanon Selatan, Militer Israel Akui dan Janji Investigasi

22 April 2026 - 20:30

Dana Rp263 Triliun untuk Gaza Diduga Dialihkan ke Israel, Nama Donald Trump Disorot

20 April 2026 - 16:41

Trending di Internasional