Menu

Mode Gelap
Ogah dituduh, Israel Bantah Terlibat, Tuding Hizbullah Tanggung Jawab Ledakan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon Selatan Kurangi Gadget, Perbanyak Gerak: Betadine Gaungkan Semangat PP Tunas Film Na Willa Satukan Kembali Reda Gaudiamo dan Sahabat Lama, Tangis Pecah di Bioskop ASICS Rilis SONICSMASH™ FF, Sepatu Khusus Padel dengan Fitur Stabilitas dan Akselerasi Di Balik Krisis Energi Global, Pemuda Timur Soroti Peran Krusial Polri Jaga Stabilitas Kemendagri Minta Kota Bekasi Selaraskan Aturan WFH ASN dengan Kebijakan Pusat

Internasional

Ogah dituduh, Israel Bantah Terlibat, Tuding Hizbullah Tanggung Jawab Ledakan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon Selatan

badge-check


					Prajurit TNI tewas di Lebanon Selatan dalam misi UNIFIL. Israel bantah keterlibatan dan menuding Hizbullah, PBB masih selidiki insiden (Istimewa) Perbesar

Prajurit TNI tewas di Lebanon Selatan dalam misi UNIFIL. Israel bantah keterlibatan dan menuding Hizbullah, PBB masih selidiki insiden (Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – Kalau konflik Timur Tengah itu sinetron, mungkin ini sudah masuk episode yang penontonnya capek tapi tetap nonton karena penasaran siapa yang sebenarnya “biang kerok”. Bedanya, ini bukan hiburan dan yang jadi korban adalah prajurit penjaga perdamaian, termasuk dari Indonesia.

Terbaru, pemerintah Israel lewat duta besarnya di PBB, Danny Danon, buru-buru angkat tangan. Mereka membantah keras keterlibatan militernya dalam insiden yang menewaskan prajurit TNI di Lebanon Selatan. Alih-alih mengaku, Israel justru menunjuk jari ke Hizbullah sebagai pihak yang harus disalahkan.

Versi Israel cukup tegas: ledakan yang merenggut nyawa prajurit TNI bukan berasal dari operasi mereka, melainkan dari bahan peledak yang disebut-sebut dipasang oleh Hizbullah. Danon bahkan menambahkan tudingan klasik bahwa kelompok tersebut kerap meluncurkan roket dari area permukiman yang lokasinya berdekatan dengan pasukan penjaga perdamaian. Artinya, menurut Israel, risiko terhadap pasukan PBB sudah “dipelihara” sejak awal.

Masalahnya, di lapangan, cerita tidak pernah sesederhana konferensi pers.

Insiden ini terjadi di wilayah operasi UNIFIL di Lebanon Selatan area yang memang sudah lama jadi panggung tarik-menarik pengaruh. Berdasarkan penyelidikan awal PBB, dua prajurit TNI gugur setelah kendaraan yang mereka tumpangi melindas bahan peledak di dekat Bani Hayyan pada Senin (31/3/2026). Dua lainnya terluka, menambah daftar panjang korban dari misi yang ironisnya bertujuan menjaga perdamaian.

Yang bikin situasi makin keruh, sehari sebelumnya satu prajurit TNI juga tewas akibat serangan artileri yang dilancarkan militer Israel ke sebuah pos penjagaan. Jadi, dalam dua hari, korban jatuh dari dua jenis insiden berbeda dan narasinya langsung bercabang ke mana-mana.

Dari kubu PBB, nada bicaranya jauh lebih hati-hati. Jean-Pierre Lacroix menyebut bahwa bahan peledak yang memicu ledakan kemungkinan adalah bom rakitan. Tapi ia juga menegaskan: penyelidikan masih berjalan, dan belum ada vonis final soal siapa pelakunya.

Sementara itu, pihak UNIFIL lewat juru bicaranya, Kandice Ardiel, merespons santai tapi menohok. Mereka tidak menelan mentah-mentah tudingan Israel. Kalau memang yakin, silakan buktikan.

“Kami mengundang mereka untuk menyerahkan bukti,” kira-kira begitu pesannya singkat, tapi jelas: jangan cuma lempar tuduhan dari podium.

Di titik ini, yang terasa justru bukan kepastian, melainkan kabut. Satu pihak menyangkal, pihak lain menuduh, sementara PBB masih mengumpulkan potongan puzzle. Sayangnya, di tengah tarik-ulur narasi itu, yang sudah pasti adalah fakta bahwa prajurit Indonesia gugur dalam misi yang seharusnya menjaga jarak dari konflik, bukan terseret di dalamnya.

Dan seperti biasa, di medan konflik, kebenaran sering kali datang paling belakangan kalau tidak hilang sekalian.(Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 3 Prajurit TNI, 5 Lainnya Terluka

31 Maret 2026 - 17:11 WIB

Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

26 Maret 2026 - 08:45 WIB

Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky

17 Maret 2026 - 08:11 WIB

Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

16 Maret 2026 - 11:04 WIB

Anak Cantumkan Jabatan Ayah di CV, Karier Pejabat Istana Korea Selatan Ini Berakhir

16 Maret 2026 - 10:59 WIB

Trending di Internasional