Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Diduga Basi, Puluhan Paket MBG di Deli Serdang Dibuang Siswa ke Jalan

badge-check

Siswa SMP di Deli Serdang membuang makanan MBG ke jalan karena diduga basi. Insiden ini membuka masalah serius dalam pengawasan kualitas program makan gratis.(Foto:Istimewa) Perbesar

Siswa SMP di Deli Serdang membuang makanan MBG ke jalan karena diduga basi. Insiden ini membuka masalah serius dalam pengawasan kualitas program makan gratis.(Foto:Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – DELI SERDANG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya jadi penyelamat perut siswa, mendadak berubah jadi drama jalanan. Bukan karena kurang porsi, tapi karena kualitas yang dipertanyakan. Di SMP Negeri 1 Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, puluhan paket makan siang justru berakhir bukan di perut, melainkan di aspal depan sekolah, Kamis (30/4/2026).

Aksi ini jelas bukan sekadar “ulah bocah iseng”. Ada rasa kecewa yang cukup matang mungkin sematang (atau malah kelewat matang) nasi yang mereka terima. Para siswa menduga makanan yang dibagikan sudah tidak layak konsumsi, alias basi. Ketimbang ambil risiko sakit perut, mereka memilih cara yang lebih “dramatis”: membuangnya ramai-ramai.

Dinas Kesehatan Deli Serdang mencoba menarik benang merah dari kejadian ini. Biang keroknya diduga karena perubahan jadwal distribusi. Karena Jumat bertepatan dengan libur nasional, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memajukan pembagian jatah makan ke hari Kamis.

Masalahnya, logika sederhana ikut bermain: makanan yang dimasak dari pagi, belum tentu masih segar saat waktu makan siang tiba.
“Karena dari pagi dimasak, pastinya sudah basi (saat dikonsumsi),” ujar Veronica Margaret, Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Deli Serdang.

Di sisi lain, Kepala BGN Sumatera Utara, T. Agung Kurniawan, tidak menampik adanya indikasi makanan yang kurang layak. Namun, ia justru menyoroti cara protes para siswa yang dianggap kebablasan.
“Siswa-siswi itu yang buang makanan, masa iya SPPG disalahkan,” cetusnya saat dihubungi wartawan, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Agung, pihak SPPG sebenarnya sudah meminta agar makanan dikembalikan supaya bisa diganti. Tapi entah kenapa, pihak sekolah tidak menyetujui opsi tersebut. Sementara itu, sanksi kepada penyedia belum bisa dijatuhkan karena hasil uji laboratorium masih nihil.

Masalahnya jadi makin absurd: makanan yang jadi barang bukti sudah terlanjur “hilang” di jalan. Dinas Kesehatan pun dibuat geleng-geleng kepala.
“Bagaimana mau dicek sampel makanannya kalau sudah terbuang semua,” keluh Veronica.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News