Menu

Mode Gelap
Jokowi Turun Gunung demi PSI. Lampung Jadi Etape Pertama, Mesin Politik Sedang Dipanaskan Kepercayaan Publik ke Polri Naik, Sandri Rumanama Bilang Perubahan Itu Nyata 82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka Telepon dari Gerbong Wanita Bekasi Timur Dari Gedung KPK ke Kementerian Koperasi, Mahasiswa Memburu Jawaban atas Anggaran Rp59 Triliun Ramai Program MBG, Pelajar Sumsel Justru Soroti Hal yang Jarang Dibahas

Crime

ABG di Cipondoh Diduga Jadi Korban Rudapaksa Setelah Dipaksa Minum Miras, Pelaku Kabur

badge-check


					Remaja perempuan di Cipondoh diduga jadi korban kekerasan seksual setelah dicekoki miras oleh temannya. Pelaku kini buron dan tengah diburu polisi.(Istimewa) Perbesar

Remaja perempuan di Cipondoh diduga jadi korban kekerasan seksual setelah dicekoki miras oleh temannya. Pelaku kini buron dan tengah diburu polisi.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – TANGERANG – Kisah ini dimulai dari sesuatu yang terdengar sepele: nongkrong bareng teman. Tapi seperti banyak cerita buruk lainnya, semuanya berubah arah ketika kepercayaan dipakai sebagai pintu masuk kejahatan.

Seorang remaja perempuan berinisial D di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh temannya sendiri. Sebelum kejadian, korban disebut dicekoki minuman keras hingga kehilangan kesadaran sebuah pola lama yang entah kenapa masih saja terulang.

Pelaku berinisial I alias Ivan kini tidak diketahui keberadaannya, alias sedang dalam pelarian. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang Kota sudah menerima laporan resmi dari pihak korban dan mulai bergerak.

Kanit PPA Polres Metro Tangerang Kota, Suwito, memastikan proses hukum sedang berjalan.
“Korban telah membuat laporan resmi kepolisian pada Senin, 27 April lalu. Saat ini pelaku tengah kita kejar, kita upayakan tangkap,” kata Suwito, Sabtu (2/5/2026).

Kronologinya tidak terlalu rumit, tapi justru di situlah letak bahayanya. Awalnya korban hanya berkumpul di tempat tongkrongan bersama teman-temannya. Lalu datang ajakan yang terdengar “normal”: menemani memperbaiki sepeda motor untuk keperluan balap.

Namun alih-alih ke bengkel, korban justru dibawa ke sebuah rumah di wilayah Kecamatan Pinang. Di tempat itu, korban diduga dipaksa mengonsumsi minuman beralkohol sampai akhirnya tak sadarkan diri.

Pagi harinya, sekitar pukul 07.00, korban terbangun dalam kondisi syok. Ia mendapati dirinya sudah tidak mengenakan pakaian—situasi yang langsung memberi sinyal bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi saat ia tidak sadar.

Belum selesai di situ. Dalam kondisi lemas dan masih di bawah pengaruh alkohol, korban diduga kembali mengalami kekerasan seksual karena tidak mampu melawan.

Ironisnya, ketika korban mencoba meminta pertanggungjawaban, respons pelaku justru jauh dari kata manusiawi. Alih-alih mengakui atau meminta maaf, pelaku malah bersikap agresif mengintimidasi korban sambil menodongkan senjata tajam.

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan seksual yang berawal dari lingkar pertemanan sendiri ruang yang seharusnya aman, tapi justru jadi tempat paling rawan ketika kepercayaan disalahgunakan.

Saat ini, polisi masih memburu pelaku. Sementara itu, satu hal yang pasti: keadilan untuk korban tidak boleh ikut “menghilang” seperti pelaku yang kini sedang kabur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kenalan dari Dating App Berujung Apes, HP dan iPad Milik Wanita 19 Tahun Digondol Pria 37 Tahun

14 Juni 2026 - 19:08

Ngaku Kompol Saat Melamar, Ternyata Cuma Calo Samsat: Kisah Pahit ASN yang Terjebak Pernikahan Penuh Kekerasan

9 Juni 2026 - 15:21

Eks Terpidana Kasus Pemerkosaan Kembali Aktif, Kompol RC Duduki Jabatan Baru di Polda Jambi

5 Juni 2026 - 20:43

Demi Cuan Pasutri di Kediri Diduga Produksi dan Jual Puluhan Video Dewasa, Berakhir Ditangkap Polisi

2 Juni 2026 - 13:40

Viral Rekaman CCTV Curanmor di Cipinang Timur, Wajah Terduga Pelaku Terekam Jelas

1 Juni 2026 - 11:36

Trending di Crime