Menu ✖

Breaking News

News

Kursi Kapolda Mulai Kosong, Rumanama Ingatkan Publik Tak Intervensi Hak Prerogatif Kapolri

badge-check

Sandri Rumanama meminta publik tidak mengintervensi kewenangan Kapolri terkait pengisian kursi Kapolda yang kosong di Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Aceh.(Istimewa) Perbesar

Sandri Rumanama meminta publik tidak mengintervensi kewenangan Kapolri terkait pengisian kursi Kapolda yang kosong di Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Aceh.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Sejumlah kursi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) mulai kosong di beberapa wilayah Indonesia. Situasi itu memicu munculnya berbagai dukungan terhadap nama-nama perwira tinggi Polri yang dianggap layak mengisi posisi strategis tersebut. Namun, Founder Kontra Narasi sekaligus Ketua Kornas Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, meminta semua pihak agar tidak terlalu jauh mencampuri urusan internal Polri.

Menurut Sandri, ruang publik memang terbuka untuk kritik maupun masukan kepada lembaga negara. Meski begitu, ia menilai dorongan yang berlebihan terhadap figur tertentu justru bisa dianggap sebagai bentuk intervensi terhadap kewenangan Kapolri.

“Kita boleh memberikan kritik, saran dan pendapat kepada semua lembaga negara, namun tidak etis kalau kita ikut mengintervensi kebajakan unsur pimpin tinggi di lembaga lembaga negara termaksud kepolisian,” paparnya.

Sandri menjelaskan, saat ini terdapat tiga posisi Kapolda yang kosong, yakni Kapolda Maluku Utara, Kapolda Sulawesi Tengah, dan Kapolda Sulawesi Tenggara. Selain itu, Kapolda Aceh juga disebut telah memasuki masa purna tugas.

Di tengah kondisi tersebut, berbagai kelompok masyarakat mulai ramai menyuarakan dukungan kepada sejumlah jenderal polisi yang dinilai kompeten menduduki jabatan Kapolda di wilayah-wilayah tersebut. Fenomena itu, kata Sandri, sebenarnya lumrah dalam dinamika publik, tetapi jangan sampai kebablasan hingga terkesan menekan institusi Polri.

“Saya liha ramai pemberitaan jenderal ini layak jadi Kapolda Malut, Organisasi ini mendukungan jenderal ini jadi kapol aceh, sulteng, sultra dll, ini sah sah saja namun jangan berlebihan pula,” ujarnya.

Sandri juga mengingatkan agar proses penentuan pimpinan di tubuh kepolisian tetap diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme internal dan hak prerogatif Kapolri. Ia berharap publik tidak menggiring opini yang justru berpotensi memunculkan kegaduhan baru di tengah proses rotasi jabatan di institusi Bhayangkara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Update MK! Hakim Saldi Soroti Dokumen Pendidikan Gibran, Tak Ada Ijazah UTS Insearch

5 Okt 2026 - 13:34 WIB

Update MK! Hakim Saldi Soroti Dokumen Pendidikan Gibran, Tak Ada Ijazah UTS Insearch

Irjen Pol Victor Alexander Lateka Jadi Wadankor Brimob, Pernah di Densus 88 dan BIN

4 Okt 2026 - 15:42 WIB

Irjen Pol Victor Alexander Lateka Jadi Wadankor Brimob, Pernah di Densus 88 dan BIN

Tongkat Kepemimpinan Polri Berganti, Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri

2 Okt 2026 - 10:32 WIB

Tongkat Kepemimpinan Polri Berganti, Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri

Ketum PB PDBI Dorong Pengprov DKI Jakarta Perkuat Pembinaan Atlet dan Regenerasi

1 Okt 2026 - 16:21 WIB

Ketum PB PDBI Dorong Pengprov DKI Jakarta Perkuat Pembinaan Atlet dan Regenerasi

Gelar Deklarasi dan Rakernas, GPPN Usung Semangat Pemuda Bergerak, Presisi Mengabdi, Bersatu Jaga Nusantara

1 Okt 2026 - 15:41 WIB

Gelar Deklarasi dan Rakernas, GPPN Usung Semangat Pemuda Bergerak, Presisi Mengabdi, Bersatu Jaga Nusantara
Trending di News