Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Hebat! 100 Difabel di Karawang Siap Dobrak Tembok Kaku Dunia Industri

badge-check

Hebat! 100 Difabel di Karawang Siap Dobrak Tembok Kaku Dunia Industri Perbesar

PRABAINSIGHT.COM – Selama ini, kalau kita bicara soal kawasan industri sebesar Kabupaten Karawang, yang terbayang pasti deretan pabrik raksasa dengan sistem rekrutmen yang kaku dan minim kompromi.

Mengincar kuota 1 persen untuk pekerja disabilitas sesuai amanat UU Nomor 8 Tahun 2016 saja rasanya seperti mengetuk pintu rumah kosong: sepi dan penuh alasan ketidaksiapan manajemen.

Beruntung, tembok tebal bernama skeptisisme korporat itu perlahan mulai digedor lewat Program “Bersiap” (Kesiapan Kerja di Dunia Industri). Sebanyak 100 kawan penyandang disabilitas kini tengah digembleng lewat program hasil keroyokan Kemnaker, Disnakertrans Jabar, Apindo, hingga Konekin agar bisa langsung siap kerja dan masuk ke ekosistem pabrik.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Benny Tunggul, bahkan membawa kabar yang lumayan bikin adem di tengah gerahnya persaingan cari kerja zaman sekarang. Karawang ternyata diam-diam mencatatkan diri sebagai daerah dengan penyerapan tenaga kerja inklusif tertinggi di Jawa Barat, dengan 343 difabel yang sudah tersebar di 25 perusahaan.

“Data ini salah satu yang tertinggi di Jabar. Dari laporan PPDI, angkatan kerja produktif disabilitas di Karawang hampir seluruhnya terserap alias zero unemployment,” kata Benny dengan nada optimis saat ditemui di Gedung BLK Kompetensi Jabar, Bekasi Timur, Sabtu (20/6/2026).

Tentu saja, angka seratus persen terserap itu jangan bikin kita cepat puas dan buru-buru tepuk tangan. Faktanya, urusan meyakinkan bos-bos pabrik agar mau membuka pintu bagi kawan difabel ini perjuangannya berdarah-darah sejak tahun 2023 lalu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, blak-blakan menceritakan bagaimana alotnya fase awal meyakinkan sektor industri di sana.

“Awalnya banyak yang merasa keberatan karena ketidaksiapan perusahaan dalam menempatkan penyandang disabilitas,” curhat Rosmalia di lokasi yang sama.

Namun, Rosmalia tidak mau menyerah pada keadaan. Mengetahui ada ribuan cerobong asap pabrik yang berdiri gagah di Karawang, dia memasang target yang sebenarnya sangat masuk akal, tapi sekaligus menampar ego para pengusaha.

“Dari sekitar 1.500 perusahaan di Karawang, kami berusaha agar setidaknya ada satu penyandang disabilitas yang bekerja di setiap industri,” tutur Rosmalia.

Iya, cuma minta satu per perusahaan, masak gak mampu? Biar perusahaan nggak punya alasan “nggak siap” lagi, pelatihan kali ini nggak main-main. CEO dan Founder Konekin, Marthella Sirait, membekali para peserta dengan BERSIAP Academy. Isinya mulai dari urusan K3 inklusif, simulasi kerja, sampai materi mentereng sekelas penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk industri.

“Program ini menghadirkan workshop interaktif dan sesi mentoring profesional yang fokus pada soft skills esensial,” jelas Marthella.

Menariknya, Marthella paham betul kalau yang harus pintar itu bukan cuma calon pekerjanya, tapi juga HRD dan manajemen perusahaannya.

“Pelatihan ini juga memberikan pemahaman urgensi disabilitas kepada perusahaan agar mereka semakin siap menjadi lingkungan kerja yang inklusif,” tambahnya.

Langkah jemput bola ini pun didukung penuh oleh kementerian terkait. Ketua Tim Bidang Disabilitas Kemnaker, Asrian Darma Saputra, menyebutkan bahwa penguatan ini dilakukan lewat transformasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) serta kemitraan sosial yang masif.

Ujung-ujungnya, ini bukan cuma soal memenuhi angka statistik kuota 1 persen di atas kertas legalitas. Ini adalah pembuktian nyata bahwa di tengah kerasnya mesin-mesin industri Jawa Barat, ruang untuk kemandirian ekonomi yang ramah dan berkeadilan sosial bagi semua orang itu harus tetap ada—dan diperjuangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News