Menu ✖

Breaking News

Nasional

Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998

badge-check

Aktivis Reformasi 98 Agung Dekil mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi. Ia menilai penguatan KPK, Kejaksaan, dan Polri menjadi kunci mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.(istimewa) Perbesar

Aktivis Reformasi 98 Agung Dekil mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi. Ia menilai penguatan KPK, Kejaksaan, dan Polri menjadi kunci mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.(istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pemberantasan korupsi terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Aktivis Reformasi 1998 sekaligus Pendiri Forum Kota (Forkot), Agung Dekil, yang menilai langkah Presiden menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita Reformasi untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berkeadilan.

Menurut Agung, kepemimpinan Presiden Prabowo yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan aparat penegak hukum menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi keuangan negara sekaligus memastikan supremasi hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Apresiasi setinggi-tingginya layak diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmen dan langkah nyatanya dalam memimpin pemberantasan korupsi di Tanah Air sesuai dengan amanat dan cita-cita Reformasi 98. Dukungan konsisten beliau dalam memperkuat aparat penegak hukum menjadi langkah krusial untuk menyelamatkan uang negara dan menegakkan hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu,” ujar Agung.

Ia berpandangan, konsistensi dalam penegakan hukum akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Selain memberikan efek jera kepada pelaku korupsi, upaya tersebut dinilai mampu menjaga integritas birokrasi sekaligus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Upaya penegakan hukum yang tegas ini diyakini akan memberikan efek jera, menjaga integritas birokrasi, dan menciptakan iklim pemerintahan yang bersih,” katanya.

Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa komitmen Presiden Prabowo harus diimplementasikan secara nyata oleh seluruh institusi penegak hukum. Karena itu, sinergi antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan Kepolisian menjadi faktor penting agar agenda pemberantasan korupsi berjalan efektif, profesional, transparan, dan akuntabel.

“Langkah lembaga penegak hukum seperti KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian harus sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo untuk bekerja secara maksimal, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Agung juga mengingatkan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga pada integritas seluruh aparatur negara. Menurutnya, setiap penyelenggara pemerintahan harus memiliki kesadaran penuh bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan demi kepentingan rakyat.

Ia menegaskan masyarakat tidak lagi menghendaki praktik korupsi maupun penyalahgunaan kewenangan yang merugikan negara dan mencederai kepercayaan publik.

“Oleh karena itu, aparat dan jajaran pemerintah harus lebih mawas diri dan tidak melawan kehendak rakyat yang tidak ingin ada lagi praktik-praktik korupsi dan kesewenang-wenangan sehingga ke depan aparat penegak hukum betul-betul bekerja dengan kesadaran penuh akan tugas dan kewajiban yang telah diamanahkan,” tutup Agung.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa agenda pemberantasan korupsi membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh penyelenggara negara. Dengan sinergi yang kuat, cita-cita Reformasi 1998 untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas diharapkan dapat terus diwujudkan secara nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Film ‘Yang Disebut Nakal’: Gugat Stigma Anak Nakal Lewat Komedi Reflektif

22 Okt 2026 - 01:43 WIB

Film ‘Yang Disebut Nakal’: Gugat Stigma Anak Nakal Lewat Komedi Reflektif

PTSL Semper Timur Mandek Sejak 2018, GMNI Jakarta Desak Pemerintah Beri Kepastian Hukum Warga

16 Okt 2026 - 18:13 WIB

PTSL Semper Timur Mandek Sejak 2018, GMNI Jakarta Desak Pemerintah Beri Kepastian Hukum Warga

Sandri Rumanama Soroti Capaian Prabowo-Gibran, dari Swasembada Pangan hingga Penyelamatan Aset Negara

13 Okt 2026 - 12:22 WIB

Sandri Rumanama Soroti Capaian Prabowo-Gibran, dari Swasembada Pangan hingga Penyelamatan Aset Negara

Merawat Historis, Menatap Masa Depan Bersama Ade Puspitasari

10 Okt 2026 - 15:20 WIB

Merawat Historis, Menatap Masa Depan Bersama Ade Puspitasari

Karhutla dan Kekeringan Ancam Air hingga Pangan, Senator Agustinus Desak Prabowo Bentuk Task Force Nasional

7 Okt 2026 - 18:34 WIB

Karhutla dan Kekeringan Ancam Air hingga Pangan, Senator Agustinus Desak Prabowo Bentuk Task Force Nasional
Trending di Nasional