Menu

Mode Gelap
Danguskamla Koarmada II Dukung Penguatan Akuntablitas Melalui Kunjungan Irjenal Kapolda Sulsel Lantik Kombes Feby Dapot Hutagalung sebagai Dirreskrimum Baru Noel Protes Tuntutan Kasus Korupsi Kemnaker: “Mending Korupsi Sebanyak-banyaknya, Cuma Beda Setahun” Watch Club Resmi Hadir di 23 Semarang, Pasar Jam Tang Premium Jawa Tengah Kian Ramai Warga Antre Tes Kesehatan di Bekasi, Heritage Medical Bawa Kabar Melegakan! BRIN Perkuat Ketahanan Nasional Melalui Pengembangan Infrastruktur Teknologi Satelit di Parepare

Nasional

Ketika Polisi Patwal, Pengendara Motor, dan Parit Bertemu di Puncak Bogor

badge-check


					polisi tendang pemotor (ist) Perbesar

polisi tendang pemotor (ist)

PRABAINSIGHT.COM-BOGOR-Jumat siang yang seharusnya tenang di Puncak Bogor tiba-tiba berubah jadi tontonan seru. Seorang polisi patroli jalan raya (patwal) diduga menendang pengendara motor hingga terjungkal ke parit di Jalan Raya Puncak KM 81, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Aksi ini tak butuh waktu lama untuk viral, apalagi setelah diunggah oleh akun Instagram @bogor24update.

Dalam video yang beredar, tampak seorang polisi patwal mendekati pengendara motor yang sudah terpojok. Lalu, bam!—sebuah tendangan maut mendarat dan pengendara itu langsung terhempas ke parit. Sontak, warga yang menyaksikan kejadian tersebut pun bereaksi dengan meneriaki polisi tersebut.

“Woi.. Polisi Arogan! Wah, arogan nih patwal!” terdengar jelas dalam video yang ramai diperbincangkan pada Jumat (14/3/2025).

Tak lama setelah insiden itu, dari sebuah Toyota Alphard yang dikawal polisi tersebut, seorang pria turun, seolah ingin mengecek keadaan. Entah penasaran atau merasa perlu memberikan klarifikasi di tempat.

Saksi Mata: “Saya Lihat dengan Mata Kepala Sendiri!”

Dion Setiawan, seorang pedagang di depan Cibulan Indah, menjadi saksi hidup kejadian itu. “Kejadiannya tepat di depan Cibulan Indah sekitar pukul 13.30 WIB. Tiba-tiba ada teriakan warga, ‘Woi.. Polisi Arogan!'” ujarnya.

Menurut Dion, peristiwa ini bermula saat seorang polisi patwal mengawal mobil Toyota Alphard berpelat hitam menuju kawasan Puncak. Entah karena jalanan yang sempit atau kurangnya kesabaran, polisi itu memepet seorang pengendara motor matic yang sedang melaju di sisi kiri jalan. Tak lama setelahnya, tendangan itu terjadi—dan si pemotor terlempar ke parit.

Namun, apa pemicunya? Dion sendiri tidak tahu pasti. Ada dugaan bahwa si pengendara motor sempat menghalangi laju mobil yang dikawal polisi tersebut. Tapi, apakah itu alasan yang cukup untuk sebuah tendangan yang begitu dramatis?

Polres Bogor: “Bukan Ditendang, Cuma Tersenggol!”

Menanggapi viralnya kejadian ini, Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama Ganda Permana, akhirnya buka suara. Ia membenarkan bahwa polisi dalam video tersebut adalah anggota Satlantas Polres Bogor

“Setelah kami analisa, anggota yang ada di dalam video tersebut betul anggota Sat Lantas Polres Bogor,” ujar Rizky.

Namun, ia membantah bahwa anggotanya sengaja menendang pengendara motor hingga jatuh ke parit. Menurutnya, insiden itu terjadi karena motor korban tersenggol besi engine guard dari motor patwal saat hendak diberhentikan.

“Saat anggota mengawal di lokasi kejadian, ada motor yang kaget dan sedikit berbelok ke kanan sehingga mengenai bodi mobil. Anggota berinisiatif untuk memberhentikan motor itu dengan cara memepet, namun tersenggol besi engine guard,” jelas Rizky.

Tapi, tetap saja, netizen tak langsung menerima penjelasan ini mentah-mentah. Di media sosial, perdebatan terus mengalir. Apakah ini benar sekadar kecelakaan kecil atau memang ada unsur arogansi aparat? Yang jelas, kejadian ini menjadi pengingat bahwa di jalan raya, siapa pun bisa menjadi bintang dadakan—entah sebagai korban, perekam video, atau polisi yang viral mendadak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usul 1.000 Bioskop Desa dari APBN 2027: DPR Ingin Film Daerah Tak Mati Sebelum Tayang

22 Mei 2026 - 19:09

Dasco Bilang “Jangan Teriak Hidup Jokowi”, Sandri Rumanama: Itu Candaan Forum, Bukan Kode Perang Politik

21 Mei 2026 - 17:08

Negara Hukum Katanya, Tapi Kritik ke Militer Bisa Berujung Kriminalisasi: Obrolan Panas di Tebet soal Supremasi Sipil

18 Mei 2026 - 19:46

Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan ke MK, Soroti Pasal Wabah dan Ancaman Denda Rp500 Juta

14 Mei 2026 - 17:06

Sandri Rumanama Minta Standar MEPE Utamakan Keselamatan Polisi di Lapangan

13 Mei 2026 - 13:06

Trending di Nasional