Menu

Mode Gelap
GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD Iran Belum Buka Selat Hormuz, Ajukan 5 Syarat ke AS: Sanksi hingga Ganti Rugi Perang

News

Anggota DPR Sebut OTT KPK Itu “Kampungan”, Usul Koruptor Cukup Ditelepon Dulu

badge-check

Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, sebut OTT KPK “kampungan” dan usulkan agar pejabat cukup ditelepon untuk mencegah korupsi. Simak kontroversinya di sini. (Foto: Istimewa) Perbesar

Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, sebut OTT KPK “kampungan” dan usulkan agar pejabat cukup ditelepon untuk mencegah korupsi. Simak kontroversinya di sini. (Foto: Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARA – Kalau biasanya berita soal operasi tangkap tangan (OTT) bikin publik semangat karena ada pejabat yang kejebak, kali ini justru lain cerita. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, malah bikin heboh gara-gara komentar pedasnya soal OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam sesi fit and proper test calon Dewan Pengawas (Dewas) KPK di Gedung DPR, Jakarta, Hasbiallah menyebut OTT itu… kampungan. Katanya, operasi tangkap tangan justru merugikan keuangan negara.

Menurut dia, KPK kalau mau OTT tuh ribet banget. Persiapannya bisa makan waktu sampai setahun, dan tentu saja ongkos operasionalnya tidak sedikit. Uang rakyat, katanya, malah ikut habis untuk membiayai “drama” OTT.

Hasbiallah punya usulan yang (jujur saja) agak bikin dahi pembaca berkerut. Menurutnya, daripada repot OTT, lebih baik KPK fokus ke pencegahan. Caranya? Cukup telepon pejabat yang mau korupsi, kasih peringatan, dan selesai.

Logikanya, kalau pejabat sudah ditelepon, mereka bisa langsung sadar diri sebelum negara benar-benar rugi. “Ngapain ditangkap, cukup diingatkan saja,” kira-kira begitu maksudnya.

Pernyataan ini jelas menuai sorotan publik. Ada yang ngakak, ada yang geleng-geleng kepala. Sebab, kalau korupsi cukup diingatkan lewat telepon, jangan-jangan nanti kita bisa bikin “call center anti-korupsi”: tekan 1 untuk peringatan, tekan 2 untuk negosiasi, tekan 3 untuk minta maaf.

Penulis  : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News