Menu

Mode Gelap
Aksi Novi Ayla KDI Blusukan di Condet, Bagi-bagi Nasi Boks Bareng PJBW Kader PDI Perjuangan di DPRD Kota Bekasi Dilaporkan ke DPP, Diduga Main Proyek MBG KKN Berujung Teror: Cermin Terkutuk yang Membuat Penghuninya Gila dan Mati Gantung Diri Reformasi Pajak Kendaraan Jabar: Kemudahan untuk Warga, dan Ancaman Bagi Calo Drama Dean James di Go Ahead Eagles: Tak Disanksi KNVB, Tapi Status Kewarganegaraan Jadi Sorotan Di Balik Konflik Kerajaan, Ini Permintaan Terakhir Ratu Elizabeth II yang Bikin Haru

News

Anggota DPR Sebut OTT KPK Itu “Kampungan”, Usul Koruptor Cukup Ditelepon Dulu

badge-check


					Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, sebut OTT KPK “kampungan” dan usulkan agar pejabat cukup ditelepon untuk mencegah korupsi. Simak kontroversinya di sini. (Foto: Istimewa) Perbesar

Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, sebut OTT KPK “kampungan” dan usulkan agar pejabat cukup ditelepon untuk mencegah korupsi. Simak kontroversinya di sini. (Foto: Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARA – Kalau biasanya berita soal operasi tangkap tangan (OTT) bikin publik semangat karena ada pejabat yang kejebak, kali ini justru lain cerita. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, malah bikin heboh gara-gara komentar pedasnya soal OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam sesi fit and proper test calon Dewan Pengawas (Dewas) KPK di Gedung DPR, Jakarta, Hasbiallah menyebut OTT itu… kampungan. Katanya, operasi tangkap tangan justru merugikan keuangan negara.

Menurut dia, KPK kalau mau OTT tuh ribet banget. Persiapannya bisa makan waktu sampai setahun, dan tentu saja ongkos operasionalnya tidak sedikit. Uang rakyat, katanya, malah ikut habis untuk membiayai “drama” OTT.

Hasbiallah punya usulan yang (jujur saja) agak bikin dahi pembaca berkerut. Menurutnya, daripada repot OTT, lebih baik KPK fokus ke pencegahan. Caranya? Cukup telepon pejabat yang mau korupsi, kasih peringatan, dan selesai.

Logikanya, kalau pejabat sudah ditelepon, mereka bisa langsung sadar diri sebelum negara benar-benar rugi. “Ngapain ditangkap, cukup diingatkan saja,” kira-kira begitu maksudnya.

Pernyataan ini jelas menuai sorotan publik. Ada yang ngakak, ada yang geleng-geleng kepala. Sebab, kalau korupsi cukup diingatkan lewat telepon, jangan-jangan nanti kita bisa bikin “call center anti-korupsi”: tekan 1 untuk peringatan, tekan 2 untuk negosiasi, tekan 3 untuk minta maaf.

Penulis  : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Novi Ayla KDI Blusukan di Condet, Bagi-bagi Nasi Boks Bareng PJBW

10 April 2026 - 16:15 WIB

Kader PDI Perjuangan di DPRD Kota Bekasi Dilaporkan ke DPP, Diduga Main Proyek MBG

10 April 2026 - 14:41 WIB

Reformasi Pajak Kendaraan Jabar: Kemudahan untuk Warga, dan Ancaman Bagi Calo

9 April 2026 - 13:52 WIB

Kamu Ngerasa Gerah dan Panas? Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Cuaca yang Makin Menyengat

8 April 2026 - 15:09 WIB

Dari Layanan Kesehatan hingga Kurban, Kemas Foundation Bangun Gerakan Kebaikan Berkelanjutan

8 April 2026 - 13:12 WIB

Trending di News