Menu

Mode Gelap
Remisi Nyepi 2026 Diberikan kepada Enam Warga Binaan di Lapas Pemuda Tangerang Malam di Kampung Setan: Aku Melihat Mereka Menari Tanpa Kepala Pemerintah Tetapkan Lebaran 21 Maret 2026: Hilal Belum Terlihat, Puasa Dituntaskan 30 Hari Tiket Palangkaraya-Jakarta Tembus Rp200 Juta Bikin Heboh, Garuda Indonesia Pastikan Bukan Tarif Resmi Forum Sipil Nusantara Bersatu Ingatkan: Kasus Air Keras Andrie Yunus Tetap Urusan Hukum Sipil Ketum SBSI 92 Sunarti Ingatkan Dampak Konflik Global dan Ancaman Hoaks

Internasional

Bocoran Rahasia Mossad: Hacker Pro-Palestina Handala Serang Sistem dan Data Laura Gelinsky

badge-check


					Dokumen rahasia Mossad milik Laura Gelinsky, mantan Wakil Direktur Perencanaan dan Strategi, berhasil diretas oleh kelompok hacker pro-Palestina Handala. Operasi ini juga melumpuhkan perusahaan AS, Stryker, sebagai balasan atas konflik militer AS-Israel ke Iran. Perbesar

Dokumen rahasia Mossad milik Laura Gelinsky, mantan Wakil Direktur Perencanaan dan Strategi, berhasil diretas oleh kelompok hacker pro-Palestina Handala. Operasi ini juga melumpuhkan perusahaan AS, Stryker, sebagai balasan atas konflik militer AS-Israel ke Iran.

PRABAINSIGHT.COM – Kalau biasanya intelijen dan hacker itu terasa seperti dua dunia terpisah, kali ini mereka bertemu di satu titik: layar komputer, kode-kode, dan dokumen rahasia yang bocor ke publik.

Nama perempuan yang jadi sorotan adalah Laura Gelinsky. Sosok ini bukan cuma eks Wakil Direktur Perencanaan dan Strategi di Mossad, tapi juga kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Institut Studi Keamanan Nasional. Singkat kata, kalau intelijen itu catur, Laura itu salah satu pion paling berbahaya di papan.

Hacker Pro-Palestina yang Mendadak Viral

Yang bikin heboh adalah dokumen rahasia miliknya berhasil diretas. Pelakunya bukan orang iseng: mereka dari kelompok hacker pro-Palestina bernama Handala Electronic Group sering juga disebut Handala Hack atau Handala Hack Team.

Kelompok ini baru muncul sekitar akhir 2023 dan langsung menancapkan kuku di dunia maya dengan gaya operasi yang… bisa dibilang “multitasking ekstrem”:

  • Menghapus data di sistem target (wiper attacks).
  • Mencuri data lalu membocorkannya ke publik (hack-and-leak).
  • Mengubah tampilan situs target (defacement).
  • Serangan DDoS yang bikin server ngambek.
  • Operasi psikologis yang bikin panik targetnya.

Awalnya target Handala lebih ke perusahaan, pejabat, dan infrastruktur di Israel. Tapi belakangan, mereka meluas ke perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan negara-negara lain yang dianggap pro-Israel atau terlibat dalam konflik.

Contoh Terbaru: Stryker, Korban Besar

Awal Maret 2026, Handala bikin geger dunia maya dengan menyerang Stryker, perusahaan besar di bidang teknologi medis Amerika Serikat. Hasilnya: ratusan ribu perangkat dihapus, puluhan terabyte data dicuri, dan operasi global mereka lumpuh. Semuanya dilakukan sebagai “balasan” atas operasi militer AS-Israel terhadap Iran.

Singkatnya, Handala bukan cuma sekadar hacker biasa. Mereka seperti ninja digital: cepat, agresif, dan meninggalkan jejak yang jelas untuk dipelajari publik. Dan bagi dunia intelijen, bocornya dokumen Laura Gelinsky jadi pengingat keras bahwa di era siber ini, tak ada rahasia yang benar-benar aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Iran Kirim Sinyal Keras ke Ukraina: Jika Bantu Israel Pakai Drone, Bisa Dianggap “Target Sah”

16 Maret 2026 - 11:04 WIB

Anak Cantumkan Jabatan Ayah di CV, Karier Pejabat Istana Korea Selatan Ini Berakhir

16 Maret 2026 - 10:59 WIB

Samsung Galaxy S26 Ultra Punya Kamera 200MP Lebih Terang, Hasil Uji DxOMark: iPhone 17 Pro Masih Unggul

12 Maret 2026 - 06:36 WIB

Peneliti Temukan Hacker Iran Sudah Menyusup ke Sistem Bank, Perusahaan, dan Bandara AS

11 Maret 2026 - 11:09 WIB

Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia

10 Maret 2026 - 14:52 WIB

Trending di Internasional