Menu

Mode Gelap
Bukan Cuma Soal Komisi 8 Persen, Ini Alasan Pemerintah Ubah Status Ojol Jadi Pengusaha Mikro Brasil Kembali Tersingkir oleh Norwegia, Haaland Hidupkan Sejarah Piala Dunia KPK Kembali Geledah Kuansing, Kasus Korupsi Bupati Suhardiman Amby Merembet ke Dugaan Dana HPT Menuju Tol Tanpa Berhenti, BPJT dan Roatex Kebut Persiapan Uji Coba MLFF Claudia Desy Tampil Memikat di Singing Competition Indomaret, Lagu Pilihannya Bikin Penasaran Saat Demo Lebih Ramai Batu daripada Tuntutan, DEMA UIN Jakarta: Mahasiswa Menanglah Lewat Gagasan

Sport

Brasil Kembali Tersingkir oleh Norwegia, Haaland Hidupkan Sejarah Piala Dunia

badge-check

Sejarah kembali berpihak kepada Norwegia. Brasil tersingkir 1-2 di Piala Dunia 2026, sementara Erling Haaland dan Orjan Nyland menulis babak baru sepak bola Norwegia. Perbesar

Sejarah kembali berpihak kepada Norwegia. Brasil tersingkir 1-2 di Piala Dunia 2026, sementara Erling Haaland dan Orjan Nyland menulis babak baru sepak bola Norwegia.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Ada negara yang langganan juara dunia. Ada pula negara yang hanya sesekali mampir ke panggung besar. Namun, Piala Dunia selalu punya kebiasaan buruk bagi mereka yang terlalu percaya sejarah akan selalu berpihak pada yang kuat.

Brasil kembali merasakan kutukan itu. Di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selecao tumbang 1-2 dari Norwegia di Stadion New York New Jersey. Kekalahan ini bukan hanya menutup perjalanan Brasil, tetapi juga memperpanjang catatan unik yang selama puluhan tahun menjadi cerita kecil dalam sejarah sepak bola dunia: Brasil belum pernah mengalahkan Norwegia di ajang Piala Dunia.

Jika selama ini Norwegia lebih sering dipandang sebagai pelengkap turnamen, maka kemenangan kali ini mengubah cara dunia melihat mereka. Negara Skandinavia itu kembali mengingatkan bahwa sejarah kadang tidak dibuat oleh tim yang paling bertabur bintang, melainkan oleh mereka yang tahu kapan harus menciptakan kejutan.

Di balik kemenangan bersejarah tersebut, dua nama berdiri paling depan. Orjan Nyland menjaga gawang seperti benteng yang sulit ditembus, sementara Erling Haaland memastikan setiap peluang berubah menjadi hukuman bagi Brasil.

Nyland tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Kiper berusia 35 tahun itu menggagalkan empat peluang emas Brasil, termasuk menepis tendangan penalti Bruno Guimaraes yang menjadi titik balik pertandingan.

“Sangat sulit menggambarkan perasaan ini. Rasanya luar biasa. Ini adalah perasaan terbaik yang pernah ada,” ujar Nyland kepada FIFA.

Nyland mengatakan sejak awal Norwegia memahami mereka bukan tim yang dijagokan. Namun, keyakinan untuk mengalahkan Brasil menjadi modal utama yang terus dijaga hingga pertandingan usai.

“Kami memang ingin bertahan selama mungkin di sini. Kami tahu kami bukan favorit. Kami tahu pertandingan ini akan sulit, tetapi kami percaya bisa mengalahkan Brasil.”

Bagi Nyland, kemenangan itu terasa semakin istimewa karena kembali menghidupkan sejarah yang selama ini berpihak kepada Norwegia ketika bertemu Brasil di Piala Dunia.

“Sekarang, kami mengalahkan Brasil lagi. Kami tidak pernah kalah dari mereka di Piala Dunia, bukan? Ini luar biasa. Semua orang tahu seberapa hebat Brasil dan arti mereka bagi Piala Dunia.”

Ia menambahkan keberhasilan menggagalkan penalti bukan sekadar keberuntungan. Persiapan bersama pelatih mental, analis pertandingan, hingga pelatih kiper menjadi bekal penting sebelum laga dimulai. Meski demikian, momen paling berharga baginya justru ketika peluit panjang dibunyikan dan kemenangan resmi menjadi milik Norwegia.

Sementara itu, Haaland kembali memperlihatkan mengapa namanya kini identik dengan mesin gol. Dua gol yang ia cetak tidak hanya membawa Norwegia ke perempat final, tetapi juga mengantarkannya masuk dalam buku sejarah Piala Dunia.

Penyerang berusia 25 tahun itu menjadi pemain pertama sejak Gerd Muller pada Piala Dunia 1970 yang mampu mengoleksi tujuh gol hanya dalam empat pertandingan pertamanya di ajang tersebut.

“Begitulah biasanya terjadi. Jika saya mendapat satu atau dua peluang, biasanya akan menjadi gol. Saya tidak tahu bagaimana saya melakukannya, tetapi memang seperti itulah.”

Haaland mengaku dirinya hanya berusaha tetap tenang dan percaya peluang akan datang.

“Saya hanya tetap fokus. Saya berkata kepada diri sendiri bahwa peluang itu akan datang.”

Ia berharap pencapaian Norwegia menjadi warisan bagi generasi berikutnya, sehingga mengenakan seragam tim nasional menjadi impian terbesar anak-anak Norwegia.

“Saya berharap semua anak muda yang menonton wawancara ini, ketika kalian tumbuh dewasa, kalian akan melihat bermain untuk Norwegia sebagai hal yang paling membanggakan dalam hidup. Ini benar-benar luar biasa.”

Malam di New York New Jersey akhirnya menjadi lebih dari sekadar kemenangan 90 menit. Di stadion itu, Norwegia tidak hanya menyingkirkan Brasil. Mereka membuka kembali lembar sejarah lama, lalu menulis babak baru dengan tinta bernama Erling Haaland dan Orjan Nyland.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mau Adu Skill Sama Luís Figo? Pesta Bola HGI 2026 Buka Jalan Buat yang Nggak Cuma Jago Nonton Bola

30 Juni 2026 - 00:01

Spitze Sentosa Indonesia Punya Resep Bikin Kantor Betah: Badminton Bareng Tanpa Sekat Jabatan

29 Juni 2026 - 18:21

Ketika Qatar Jadi Sasaran Empuk Kanada: Kalah 0-6 dan Dipermalukan Sepanjang Laga

19 Juni 2026 - 21:13

Mau Nonton Inggris di Piala Dunia 2026? FIFA Punya Daftar Larangan yang Bisa Bikin Suporter Langsung Diusir

17 Juni 2026 - 16:47

Saat Sneaker Tak Lagi Sekadar Alas Kaki: ASICS dan Isa Boulder Meracik Bali ke Dalam HYPERSYNC

17 Juni 2026 - 16:35

Trending di Lifestyle