Menu

Mode Gelap
Parliamentary Threshold 7 Persen, OSSO Sebut Demokrasi Bisa Dikuasai Partai Besar Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot Resmi Dimutasi, Kombes Firman Kini Jabat Dirlantas Polda Metro Jaya Hari Purwanto Soroti Dugaan Kriminalisasi Dirjen Bea Cukai, Singgung Dampaknya ke Citra Presiden Prabowo Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Dinilai Mendesak, Sandri Rumanama: Rakyat Butuh Kepastian Keamanan Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

Crime

Dikira Sudah Meninggal, Ternyata Masih Dioperasi: Pelaku Ledakan SMAN 72 Diduga Korban Bullying

badge-check


					Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta yang diduga korban bullying masih hidup dan tengah dioperasi. Polisi dalami motif di balik tragedi ini. (Foto:Ist) Perbesar

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta yang diduga korban bullying masih hidup dan tengah dioperasi. Polisi dalami motif di balik tragedi ini. (Foto:Ist)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Dunia maya sempat gaduh. Kabar simpang siur beredar cepat: pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta disebut-sebut sudah meninggal dunia. Tapi seperti banyak gosip lain yang lebih cepat dari logika, ternyata kabar itu belum tentu benar.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad akhirnya buka suara. Ia memastikan bahwa terduga pelaku masih hidup dan sedang menjalani operasi di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.

“Saya mendapatkan informasi, (pelaku) masih di dalam menjalani operasi,” kata Dasco kepada wartawan, Jumat (7/11/2025).

Dasco juga mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menelan informasi mentah. Pelaku, kata dia, masih berusia 17 tahun usia yang di sebagian besar kepala kita masih identik dengan ujian sekolah, bukan ujian hidup.

“Soal identitas, nanti biar pihak berwenang atau pihak kepolisian yang menyampaikan,” ujarnya menambahkan.

Ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, tepat di jam salat Jumat. Skenarionya nyaris seperti film thriller remaja: khutbah belum usai, tiba-tiba suara ledakan menggema dari tengah masjid sekolah.

Salah satu siswa kelas XI, sebut saja S, masih terlihat pucat saat bercerita.

“Tiba-tiba ada ledakan dari tengah masjid, lalu kami semua kabur dan mengevakuasi teman-teman,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, ledakan kedua terdengar dari belakang sekolah. Kepanikan pun pecah, beberapa siswa mengalami luka-luka, dan sebagian langsung dilarikan ke rumah sakit.

S mengaku mendengar kabar bahwa pelaku adalah siswa kelas XII yang diduga korban perundungan (bullying).

“Saya dapat info katanya pelakunya korban bully, jadi ingin balas dendam,” katanya dengan nada pelan.

Ia bahkan sempat melihat percikan api sebelum ledakan terjadi. Dalam kekacauan itu, S ikut menolong korban dengan pengetahuan pertolongan pertama yang ia pelajari secara daring.

“Masjid penuh, suasananya panik. Saya sampai bantu obati teman-teman,” tambahnya.

Sementara itu, pihak kepolisian memilih berhati-hati. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan motif belum bisa disimpulkan.

“Polri berkomitmen mengungkap motif dan latar belakang kejadian ini secara transparan dan ilmiah,” kata Listyo.

Kasus ini seperti cermin buram tentang dua hal: betapa cepatnya kabar bohong berlari, dan betapa lambatnya empati diajarkan di ruang-ruang sekolah. Seorang anak muda 17 tahun, yang diduga dulu dibully, kini justru menjadi headline nasional  bukan karena prestasi, tapi karena ledakan. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Viral Keributan Oknum TNI dan Penjaga Warung Madura di Kemayoran, Berawal dari QRIS Rp1.000

6 Mei 2026 - 21:18

Tersangka Kasus Santriwati di Pati Diduga Kabur, Polisi Siapkan Jemput Paksa

6 Mei 2026 - 19:53

Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati, Kemenag Bekukan Pendaftaran dan Copot Pengasuh

4 Mei 2026 - 14:11

Dari Pengamen ke Jenazah: Kematian Karim Usai Diamankan Satpol PP Padang Dipertanyakan

4 Mei 2026 - 13:44

Menantu dan Selingkuhan Diduga Terlibat Pembunuhan di Pekanbaru, Polisi Lakukan Pengejaran

3 Mei 2026 - 00:10

Trending di Crime