Menu

Mode Gelap
Banjir Telan Lapas Aceh Tamiang, Imipas Lepas Napi demi Selamatkan Nyawa Gubernur Mualem Semprot Kepala Daerah: “Kalau Cengeng, Mending Mundur Saja!” Tiga Hari Tak Terungkap, Jasad Bayi Ditemukan di Plafon Sekolah Banjarnegara Banjir Memuncak, Bupati Aceh Selatan Hilang dari Lokasi Ternyata Pergi Umrah Viral Bupati Bireuen Bahas Sawit Saat Meninjau Banjir, Warganet Geram Di Tengah Lumpur dan Gelap, Gubernur Mualem Salurkan 30 Ton Sembako untuk Korban Banjir

Crime

Dikira Sudah Meninggal, Ternyata Masih Dioperasi: Pelaku Ledakan SMAN 72 Diduga Korban Bullying

badge-check


					Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta yang diduga korban bullying masih hidup dan tengah dioperasi. Polisi dalami motif di balik tragedi ini. (Foto:Ist) Perbesar

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan terduga pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta yang diduga korban bullying masih hidup dan tengah dioperasi. Polisi dalami motif di balik tragedi ini. (Foto:Ist)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Dunia maya sempat gaduh. Kabar simpang siur beredar cepat: pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta disebut-sebut sudah meninggal dunia. Tapi seperti banyak gosip lain yang lebih cepat dari logika, ternyata kabar itu belum tentu benar.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad akhirnya buka suara. Ia memastikan bahwa terduga pelaku masih hidup dan sedang menjalani operasi di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.

“Saya mendapatkan informasi, (pelaku) masih di dalam menjalani operasi,” kata Dasco kepada wartawan, Jumat (7/11/2025).

Dasco juga mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menelan informasi mentah. Pelaku, kata dia, masih berusia 17 tahun usia yang di sebagian besar kepala kita masih identik dengan ujian sekolah, bukan ujian hidup.

“Soal identitas, nanti biar pihak berwenang atau pihak kepolisian yang menyampaikan,” ujarnya menambahkan.

Ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, tepat di jam salat Jumat. Skenarionya nyaris seperti film thriller remaja: khutbah belum usai, tiba-tiba suara ledakan menggema dari tengah masjid sekolah.

Salah satu siswa kelas XI, sebut saja S, masih terlihat pucat saat bercerita.

“Tiba-tiba ada ledakan dari tengah masjid, lalu kami semua kabur dan mengevakuasi teman-teman,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, ledakan kedua terdengar dari belakang sekolah. Kepanikan pun pecah, beberapa siswa mengalami luka-luka, dan sebagian langsung dilarikan ke rumah sakit.

S mengaku mendengar kabar bahwa pelaku adalah siswa kelas XII yang diduga korban perundungan (bullying).

“Saya dapat info katanya pelakunya korban bully, jadi ingin balas dendam,” katanya dengan nada pelan.

Ia bahkan sempat melihat percikan api sebelum ledakan terjadi. Dalam kekacauan itu, S ikut menolong korban dengan pengetahuan pertolongan pertama yang ia pelajari secara daring.

“Masjid penuh, suasananya panik. Saya sampai bantu obati teman-teman,” tambahnya.

Sementara itu, pihak kepolisian memilih berhati-hati. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan motif belum bisa disimpulkan.

“Polri berkomitmen mengungkap motif dan latar belakang kejadian ini secara transparan dan ilmiah,” kata Listyo.

Kasus ini seperti cermin buram tentang dua hal: betapa cepatnya kabar bohong berlari, dan betapa lambatnya empati diajarkan di ruang-ruang sekolah. Seorang anak muda 17 tahun, yang diduga dulu dibully, kini justru menjadi headline nasional  bukan karena prestasi, tapi karena ledakan. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tiga Hari Tak Terungkap, Jasad Bayi Ditemukan di Plafon Sekolah Banjarnegara

5 Desember 2025 - 10:25 WIB

Ritual Pelaris Berujung Tragis: Drama Horor Agensi LC Batam yang Bikin Netizen Pegal Marah

3 Desember 2025 - 11:28 WIB

Kabid Propam Sumut Dinonaktifkan, Isu Pemerasan Polisi Bermasalah Menguak

26 November 2025 - 10:08 WIB

Ayah Tiri yang Ikut Pura-Pura Panik: Misteri Alvaro dan Akhir Tragis Pelakunya

25 November 2025 - 05:28 WIB

Megawati Ditetapkan Kasus Penganiayaan Setelah Ribut Soal Koper di Kursi 19F

23 November 2025 - 10:32 WIB

Trending di Crime