Menu

Mode Gelap
Beli Saham GoTo Saja Nggak Cukup, Negara Harus Ikut Kelola Bisnis Ojol Rayakan Idul Adha, DKM Grand Center Point Bekasi Rajut Toleransi Antar Umat Pesugihan Kandang Bubrah: Rumah Tak Pernah Jadi, Teror Tak Pernah Berhenti Zimperium Bongkar 250 Aplikasi Android Palsu yang Diam-Diam Daftarkan Korban ke Layanan Premium Hotman Paris Balas Natalius Pigai: “Gajimu Enggak Sebanding dengan Pendapatanku” Kemenkeu Mengaku Tak Tahu Soal APBN untuk Kurban Prabowo: “Tanya Mensesneg”

Regional

Gelar Perkara Jadi Arena Drama: Sabu Dibilang Tawas, Intel Walkout, Polres Ngotot Cacat Formil

badge-check


					Gelar perkara kasus narkoba di Polres Kutai Barat berubah panas setelah Intel Kodim walkout usai barang bukti sabu disebut tawas dan muncul dugaan rekayasa BAP. Enam pelaku tetap dilimpahkan ke BNNP Kaltim untuk asesmen. Perbesar

Gelar perkara kasus narkoba di Polres Kutai Barat berubah panas setelah Intel Kodim walkout usai barang bukti sabu disebut tawas dan muncul dugaan rekayasa BAP. Enam pelaku tetap dilimpahkan ke BNNP Kaltim untuk asesmen.

PRABA INSIGHT – KUTAI – Kutai Barat sekali lagi membuktikan bahwa drama tak cuma milik sinetron. Gelar perkara yang semestinya adem-ayem malah berubah jadi panggung penuh tensi, lengkap dengan adegan walkout ala rapat organisasi yang sedang emosional.

Kronologi buminya begini. Pada 20 November 2025, Unit Intel Kodim 0912/KBR menciduk enam terduga pelaku narkoba. Paket penangkapannya komplet: sabu 17,61 gram plus hasil tes urine yang semuanya positif. Harusnya sih, tinggal masuk ke tahap berikutnya dan beres.

Tapi hidup memang suka bercanda.

Saat gelar perkara digelar di Polres Kubar, suasana mendadak tegang. Sejumlah personel Kodim merasa seperti ditampar secara institusional ketika ada pernyataan yang menggiring barang bukti sabu itu sebagai… tawas. Iya, tawas bahan baku skincare rumahan yang jelas-jelas beda kelas sama sabu.

Belum cukup sampai situ, muncul pula dugaan bahwa BAP hendak direkayasa. Bahkan ada nadanya seolah barang bukti itu berasal dari Kodim, bukan dari tangan enam pelaku. Di titik inilah drama pecah. Merasa proses tak lagi selaras dengan fakta di lapangan, beberapa anggota Intel langsung memilih walkout dari ruangan. Langkah yang jarang terjadi dan otomatis bikin publik mangap.

Dari kubu Polres, sumber internal kepolisian punya versi sendiri. Mereka menyebut proses penangkapan mengandung sejumlah cacat formil dan materiil, sehingga kasus belum bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan. Selisih pandang inilah yang kemudian membuat suasana gelar perkara mirip debat final liga tarkam: sama-sama ngotot dan panas.

Meski begitu, Wakapolres Kubar Kompol Subari memastikan perkara enam pelaku itu tidak berhenti di tengah jalan. Para tersangka telah dilimpahkan ke BNNP Kalimantan Timur untuk asesmen dan rencana rehabilitasi, mengingat seluruhnya positif konsumsi narkotika.

Drama singkat tapi padat ini pun langsung jadi bahan gunjingan warga net. Pertanyaannya sama:

“Sabu atau tawas? Fakta atau rekayasa? Terus, kenapa harus walkout?”

Yang jelas, kerja sama antar aparat kali ini benar-benar jadi sorotan tajam. Semoga episode berikutnya tidak makin plot twist.


Penulis : Ris Tanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Idul Adha, DKM Grand Center Point Bekasi Rajut Toleransi Antar Umat

29 Mei 2026 - 12:30

Duit Pusat Rp200 M Nyangkut, DPR RI Sentil Pembebasan Lahan di Bekasi Timur

28 Mei 2026 - 16:29

Viral Kepala Sekolah Meninggal di Hotel Trenggalek Bersama Guru Perempuan, Polisi Dalami Kronologi

26 Mei 2026 - 20:42

Warga Antre Tes Kesehatan di Bekasi, Heritage Medical Bawa Kabar Melegakan!

24 Mei 2026 - 17:39

Eks Polwan Viral Lagi: Tetangga di Sigi Diduga Dipukul Pakai Balok Kayu, CCTV Bikin Warga Geger

22 Mei 2026 - 20:16

Trending di Crime