Menu

Mode Gelap
HBTKVI Ungkap Ketimpangan Dokter BTKV dan Akses Layanan Jantung di Daerah 3T Kocak! Warung Bakso di Klaten Tarik Biaya AC Rp3 Ribu per Orang, Warganet: Makan Bakso atau Sewa Ruangan? Rumah Mewah Anggota BPK Rp12 Miliar Terbakar, Jagakarsa Mendadak Sunyi oleh Asap dan Duka Kurir COD Diduga Dihajar Oknum TNI di Cakung, Berawal dari Paket Tak Diambil 20 Menit Tangan Kesemutan saat Naik Motor Bukan Sekadar Pegal, Bisa Jadi Alarm Saraf Kejepit Kasus Mesin Es Cacat Produksi di Bekasi: Dana Konsumen Belum Balik Penuh

Regional

Gelar Perkara Jadi Arena Drama: Sabu Dibilang Tawas, Intel Walkout, Polres Ngotot Cacat Formil

badge-check


					Gelar perkara kasus narkoba di Polres Kutai Barat berubah panas setelah Intel Kodim walkout usai barang bukti sabu disebut tawas dan muncul dugaan rekayasa BAP. Enam pelaku tetap dilimpahkan ke BNNP Kaltim untuk asesmen. Perbesar

Gelar perkara kasus narkoba di Polres Kutai Barat berubah panas setelah Intel Kodim walkout usai barang bukti sabu disebut tawas dan muncul dugaan rekayasa BAP. Enam pelaku tetap dilimpahkan ke BNNP Kaltim untuk asesmen.

PRABA INSIGHT – KUTAI – Kutai Barat sekali lagi membuktikan bahwa drama tak cuma milik sinetron. Gelar perkara yang semestinya adem-ayem malah berubah jadi panggung penuh tensi, lengkap dengan adegan walkout ala rapat organisasi yang sedang emosional.

Kronologi buminya begini. Pada 20 November 2025, Unit Intel Kodim 0912/KBR menciduk enam terduga pelaku narkoba. Paket penangkapannya komplet: sabu 17,61 gram plus hasil tes urine yang semuanya positif. Harusnya sih, tinggal masuk ke tahap berikutnya dan beres.

Tapi hidup memang suka bercanda.

Saat gelar perkara digelar di Polres Kubar, suasana mendadak tegang. Sejumlah personel Kodim merasa seperti ditampar secara institusional ketika ada pernyataan yang menggiring barang bukti sabu itu sebagai… tawas. Iya, tawas bahan baku skincare rumahan yang jelas-jelas beda kelas sama sabu.

Belum cukup sampai situ, muncul pula dugaan bahwa BAP hendak direkayasa. Bahkan ada nadanya seolah barang bukti itu berasal dari Kodim, bukan dari tangan enam pelaku. Di titik inilah drama pecah. Merasa proses tak lagi selaras dengan fakta di lapangan, beberapa anggota Intel langsung memilih walkout dari ruangan. Langkah yang jarang terjadi dan otomatis bikin publik mangap.

Dari kubu Polres, sumber internal kepolisian punya versi sendiri. Mereka menyebut proses penangkapan mengandung sejumlah cacat formil dan materiil, sehingga kasus belum bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan. Selisih pandang inilah yang kemudian membuat suasana gelar perkara mirip debat final liga tarkam: sama-sama ngotot dan panas.

Meski begitu, Wakapolres Kubar Kompol Subari memastikan perkara enam pelaku itu tidak berhenti di tengah jalan. Para tersangka telah dilimpahkan ke BNNP Kalimantan Timur untuk asesmen dan rencana rehabilitasi, mengingat seluruhnya positif konsumsi narkotika.

Drama singkat tapi padat ini pun langsung jadi bahan gunjingan warga net. Pertanyaannya sama:

“Sabu atau tawas? Fakta atau rekayasa? Terus, kenapa harus walkout?”

Yang jelas, kerja sama antar aparat kali ini benar-benar jadi sorotan tajam. Semoga episode berikutnya tidak makin plot twist.


Penulis : Ris Tanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kocak! Warung Bakso di Klaten Tarik Biaya AC Rp3 Ribu per Orang, Warganet: Makan Bakso atau Sewa Ruangan?

16 Mei 2026 - 20:45

Kasus Mesin Es Cacat Produksi di Bekasi: Dana Konsumen Belum Balik Penuh

15 Mei 2026 - 13:49

Saling Lapor di Jatiasih: Babak Baru Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Lemparan Pot

11 Mei 2026 - 18:57

Ketika Pot Bunga Lebih Cepat Bicara daripada Mulut Tetangga di Jatirasa

9 Mei 2026 - 19:56

Terjerat Kasus Penggelapan, Perpanjangan KITAS Bos WNA di Bekasi Dipertanyakan

8 Mei 2026 - 14:27

Trending di News