PRABA INSIGHT- JABAR – Gerbang tol biasanya cuma jadi tempat kita siap-siap tempel kartu, tarik napas, lalu ngitung sisa saldo. Tapi bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, gerbang tol punya nasib yang jauh lebih mulia: jadi pintu rumah yang wajib tampil menawan, berkarakter, dan tentu saja bergaya khas Jawa Barat.
Hal itu ditegaskan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam Rapat Koordinasi Penataan Kawasan DAS serta Penataan Areal Marka Jalan Nasional dan Gerbang Tol se-Jabar, Kamis (13/11/2025) di Gedung Singaperbangsa, Karawang.
“Gerbang tol adalah pintu masuk ke wilayah Jawa Barat. Desainnya harus mencerminkan budaya dan identitas daerah. Pengguna tol juga berhak mendapat layanan yang baik,” ujar Dedi, yang tampaknya ingin gerbang tol tak cuma jadi bangunan beton yang berdiri seadanya.
Menurut Dedi, urusan gerbang tol ini bukan sekadar soal desain, tapi soal harga diri budaya. Jawa Barat, katanya, punya kekayaan identitas yang sayang kalau tidak ditampilkan secara terhormat di pintu gerbangnya sendiri.
Karena itu, Dedi memasang target cukup ambisius: mulai 2027, seluruh gerbang tol di Jawa Barat harus tampil dengan arsitektur khas Jawa Barat.
“Jadi nanti, mulai 2027, seluruh gerbang tol di Jawa Barat akan menggunakan desain arsitektur khas Jawa Barat,” ujarnya, menegaskan rencana yang bakal membuat perjalanan darat ke Jabar terasa seperti masuk ke museum arsitektur Sunda versi drive-thru.
Dengan kata lain, kalau target ini tercapai, pengguna jalan tol tak cuma dapat jalur mulus, tapi juga sambutan visual yang (semoga) bisa bikin orang langsung tahu: “Ah, ini nih Jawa Barat.”
Penulis : Ris Tanto











