Menu

Mode Gelap
Mantan Kasat Narkoba Bima Bongkar Dugaan Permintaan Alphard dan Rp 1 M ke Bandar Utang Kereta Cepat 97 Tahun, Warisan Ambisi yang Dibayar Generasi Mendatang Rakernas HAI dan Bintang Mahaputera: Isyarat Kepercayaan Presiden pada Kapolri Eksekusi Lahan di Pulogebang Diprotes Keras, Warga Ungkap Dugaan Mafia Tanah Sandri Rumanama Menilai Peran Polri dalam Program Gizi Layak Diganjar Bintang Mahaputra Bersih-bersih Seragam: 34 Personel Polri Di-PTDH, Nama Konten Kreator Ikut Terseret

News

Haidar Alwi: Jangan Sampai Riuh Politik Nutupin Prestasi Presisi Polri

badge-check


					Haidar Alwi mengingatkan, jangan sampai riuh politik menutupi capaian nyata Polri di bawah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dari pendidikan, ekonomi, hingga patroli siber, program Presisi hadir langsung di tengah masyarakat.(Foto:Istimewa) Perbesar

Haidar Alwi mengingatkan, jangan sampai riuh politik menutupi capaian nyata Polri di bawah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dari pendidikan, ekonomi, hingga patroli siber, program Presisi hadir langsung di tengah masyarakat.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Kalau sudah masuk musim politik, biasanya udara kita jadi penuh asap. Asap gosip, asap framing, dan asap opini yang kadang lebih pekat daripada kabut asap di Sumatera. Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi, ikut angkat suara. Ia bilang, jangan sampai ribut-ribut pasca-kericuhan 25 Agustus bikin kita buta pada fakta.

“Kalau kita mau jujur, di bawah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri telah menorehkan kerja nyata yang justru memperkuat sendi bangsa,” ujar Haidar dengan nada serius.

Masalahnya, kata Haidar, framing politik sering dipelintir jadi logika aneh. Reformasi seolah-olah cuma identik sama ganti pimpinan. Padahal, katanya, itu jelas keliru. “Jangan sampai suara gaduh menutup mata kita terhadap capaian Presisi yang benar-benar dirasakan rakyat,” tegasnya.

Polisi Masuk Kampus sampai Ngajar di 3T

Di bawah Listyo Sigit, polisi nggak cuma muncul di jalan atau pos ronda. Mereka juga masuk kampus lewat program Polri Goes to Campus buat ngobrol sama mahasiswa. Anak-anak pun nggak ketinggalan. Ada Polisi Sahabat Anak dan Polisi Cilik yang ngajarin disiplin sejak kecil.

Kalau guru di daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal) lagi defisit, polisi kadang turun tangan ngajar. Beasiswa juga disiapkan buat anak anggota maupun warga kurang mampu. Bahkan soal ujian nasional pun dijaga, biar anak-anak nggak ketar-ketir.

Di dunia digital, patroli siber rutin digelar buat ngusir predator online dan konten beracun. Sekolah-sekolah juga dikasih penyuluhan soal bahaya narkoba dan anti-bullying. “Kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo jelas menyeluruh: anak aman di jalan, di sekolah, dan di ruang digital,” kata Haidar.

Dari Mafia Pangan Sampai UMKM

Ngomongin Polri nggak melulu soal tilang elektronik. Menurut Haidar, mereka juga jadi tameng di sektor ekonomi. Satgas Pangan misalnya, kerjaannya ngeburu mafia beras, minyak goreng, sampai pupuk subsidi. Mafia BBM pun nggak lolos meski mainnya kelas kakap.

“Keamanan distribusi kebutuhan pokok adalah syarat ekonomi sehat, dan Polri hadir untuk menjaganya,” jelas Haidar.

Di pasar tradisional, polisi nongol buat ngejaga harga tetap stabil. Buat pelaku UMKM, pendampingan polisi bikin mereka terhindar dari praktik curang. Intinya, wajah Polri bukan cuma di pos lalu lintas, tapi juga di lapak sayur.

Bahkan urusan pers pun digarap. Polri kerja bareng Dewan Pers, bikin media center 24 jam, sampai ngasih pelatihan literasi digital ke wartawan daerah. “Keterbukaan adalah strategi legitimasi, bukan kelemahan,” ucap Haidar.

Polri di Atas Pondasi Konstitusi

Haidar nggak mau orang lupa bahwa Pasal 30 UUD 1945 sudah jelas menegaskan Polri sebagai alat negara. Kapolri diangkat dan diberhentikan Presiden dengan persetujuan DPR. Jadi, isu yang bilang Kapolri berseberangan sama Presiden menurutnya cuma akal-akalan politik.

“Hubungan Presiden dan Kapolri adalah kemitraan strategis. Mengadu keduanya sama saja mengganggu stabilitas nasional,” tegasnya.

Haidar nutup dengan pesan yang nggak main-main: Polri itu wajah negara di depan rakyat. “Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran Presisi telah membuktikan Polri bisa modern, humanis, dan transparan. Fakta ini jangan dikaburkan oleh riuh politik. Pegang data, rasakan dampaknya, dan dukung yang bekerja,” pungkasnya. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan di Pulogebang Diprotes Keras, Warga Ungkap Dugaan Mafia Tanah

14 Februari 2026 - 06:30 WIB

Sandri Rumanama Menilai Peran Polri dalam Program Gizi Layak Diganjar Bintang Mahaputra

13 Februari 2026 - 08:48 WIB

Bersih-bersih Seragam: 34 Personel Polri Di-PTDH, Nama Konten Kreator Ikut Terseret

10 Februari 2026 - 09:41 WIB

KAUP Gelar PentaSeni 2026 di Kampus Pancasila, Jadi Momen Perpisahan Kepengurusan Dasco

9 Februari 2026 - 17:48 WIB

Rakernas Perdana Haidar Alwi Institute di Tengah Dinamika Politik Nasional

9 Februari 2026 - 17:38 WIB

Trending di News