Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Hotman Paris Dampingi Nadiem Makarim Hadapi Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook

badge-check

Hotman mengungkapkan bahwa Nadiem menghargai dan mendukung sepenuhnya kewenangan Kejaksaan Agung dalam melakukan penyidikan terhadap kasus ini.(Foto:Praba/istimewa) Perbesar

Hotman mengungkapkan bahwa Nadiem menghargai dan mendukung sepenuhnya kewenangan Kejaksaan Agung dalam melakukan penyidikan terhadap kasus ini.(Foto:Praba/istimewa)

PRABA INSIGHT – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, memilih menggandeng pengacara terkenal Hotman Paris untuk membela dirinya dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode 2019-2022.

“Sebagai pengacara Pak Nadiem, saya hadir di sini untuk memberikan penjelasan,” ujar Hotman Paris dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Selasa (10/6).

Nadiem sendiri turut hadir dalam kesempatan tersebut, menunjukkan komitmennya untuk menghadapi kasus ini secara terbuka.

Hotman mengungkapkan bahwa Nadiem menghargai dan mendukung sepenuhnya kewenangan Kejaksaan Agung dalam melakukan penyidikan terhadap kasus ini.

“Pak Nadiem selalu berada di Indonesia dan siap memberikan keterangan kapan saja diminta oleh Kejagung,” jelas Hotman.

Menghadapi tuduhan bahwa Nadiem masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Hotman dengan tegas membantahnya.

Ia menegaskan bahwa Nadiem sejak kemarin berada di Jakarta dan siap berkooperasi dengan pihak berwajib.

“Bagaimana bisa DPO? Pak Nadiem sehat walafiat dan selalu kooperatif,” tambah Hotman dengan percaya diri.

Pada kesempatan yang sama, Hotman juga menjelaskan bahwa Nadiem tidak pernah mengubah kajian mengenai pengadaan laptop Chromebook.

Ia menyebutkan ada dua kajian berbeda terkait proyek tersebut. Pertama, sebelum Nadiem menjabat, kajian laptop Chromebook ditujukan untuk daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Namun, saat Nadiem menjabat, kajian tersebut berubah untuk pengadaan laptop Chromebook yang tidak difokuskan pada daerah 3T.

“Nadiem tidak pernah mengubah kajian. Itu dua proyek yang berbeda, dan tidak bisa dikaitkan satu sama lain,” ujar Hotman, menegaskan bahwa dugaan permufakatan jahat dalam kasus ini tidak berdasar.

Namun, penyidik Kejaksaan Agung menemukan adanya indikasi pemufakatan jahat yang mengarah pada manipulasi kajian pengadaan alat TIK, yakni laptop Chromebook.

Hal ini diduga dilakukan dengan cara khusus untuk meyakinkan tim teknis bahwa penggunaan Chromebook diperlukan sebagai alat pendidikan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, menjelaskan bahwa kajian yang dibuat seolah-olah mendukung penggunaan Chromebook, padahal hasil uji coba pada 2019 menunjukkan bahwa 1.000 unit Chromebook tidak efektif digunakan sebagai sarana pembelajaran.

Kasus ini terus berkembang, dengan Nadiem Makarim dan tim hukum yang membelanya siap berhadapan dengan bukti-bukti yang diajukan Kejagung dalam penyelidikan lebih lanjut.

 

Penulis : Deny Darmono| Editor: Ivan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News