Menu

Mode Gelap
Garuda Menggila di GBK! Indonesia Hajar Saint Kitts 4-0, Beckham Putra Jadi Bintang Gaduh Tahanan Yaqut, KPK Minta Maaf: Asep Sebut Kekecewaan Publik Adalah Dukungan RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana Abdullah Kelrey Tantang KPK, Desak Pemeriksaan Puan Maharani dan Hapsoro Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka

Ekonomi

Ini Soal Harga Diri Bangsa” Sandri Rumanama Dukung Langkah Prabowo Ambil Alih KCIC

badge-check


					Sandri Rumanama apresiasi langkah tegas Presiden Prabowo ambil alih proyek KCIC sebagai bukti kepemimpinan berani dan jaga kehormatan bangsa.(Foto:Ist) Perbesar

Sandri Rumanama apresiasi langkah tegas Presiden Prabowo ambil alih proyek KCIC sebagai bukti kepemimpinan berani dan jaga kehormatan bangsa.(Foto:Ist)

PRABA INSIGHT- JAKARTA – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal proyek Kereta Cepat Indonesia–Cina (KCIC) bikin publik manggut-manggut. Pasalnya, Prabowo dengan tenang tapi tegas bilang bahwa proyek itu sekarang jadi tanggung jawab pemerintah Indonesia.

“Saya sudah katakan, Presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut, kita mampu. Dan kita kuat,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan virtual dari banyak pihak, salah satunya datang dari Sandri Rumanama, Wakil Ketua Umum PB SEMMI sekaligus Direktur Haidar Alwi Institut. Ia nggak segan-segan memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Presiden.

“Pernyataan Presiden soal KCIC menunjukkan karakter kepemimpinan yang kuat. Seorang pemimpin harus berani mengambil risiko atas setiap persoalan yang dihadapi. Kami bukan hanya salut, tetapi juga memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden,” kata Sandri.

Menurut Sandri, apa yang dilakukan Prabowo bukan cuma soal proyek infrastruktur, tapi soal harga diri bangsa. Ia mengingatkan bahwa publik harus paham langkah Presiden itu adalah bentuk tanggung jawab kenegaraan, bukan sekadar urusan ekonomi semata.

“Ini persoalan harga diri bangsa. Pernyataan Presiden menunjukkan sikap kenegaraan beliau dalam menjaga martabat Indonesia di mata dunia internasional,” tambahnya.

Sandri juga menjelaskan bahwa KCIC ini bukan proyek kecil-kecilan. Ini kerja sama bilateral yang mengandung kontrak internasional. Artinya, penyelesaiannya juga nggak bisa asal-asalan, harus melibatkan peran negara supaya reputasi Indonesia tetap terjaga.

“Sebagai kepala negara dan pemerintahan, Presiden telah mengambil langkah yang benar. Kita harus menghormati skema kerja sama yang sudah disepakati agar tidak kehilangan kepercayaan investasi dari negara-negara mitra strategis,” tutup Sandri.

Dengan gaya khasnya, Sandri seolah ingin bilang: ini bukan soal rel kereta cepat, tapi rel kepercayaan bangsa. Dan kali ini, Prabowo yang pegang kendali lokomotifnya. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

RI Cari Sumber Minyak Baru di Tengah Krisis Hormuz, Bahlil: Jangan Tanya dari Mana

27 Maret 2026 - 09:05 WIB

Tiket Palangkaraya-Jakarta Tembus Rp200 Juta Bikin Heboh, Garuda Indonesia Pastikan Bukan Tarif Resmi

19 Maret 2026 - 14:38 WIB

Pegadaian Kantor Wilayah IX Jakarta 2 Luncurkan MPL 2026, Bantu Warga dan Dorong UMKM

17 Maret 2026 - 09:22 WIB

Jelang Lebaran, Tarif Tol Batang-Semarang Resmi Naik 29 Persen: Mudik Makin Mahal

17 Maret 2026 - 07:58 WIB

Mudik Gratis Pegadaian 2026, Kantor Wilayah Pegadaian IX Jakarta 2 Ikut Berangkatkan Peserta

16 Maret 2026 - 10:32 WIB

Trending di Ekonomi