Menu

Mode Gelap
Ramadhan Peduli di Depok: Mahasiswa BEM PTAI Bukan Cuma Buka Bersama, Tapi Juga Santuni Anak Yatim Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja Kronologi Tenggelamnya Fregat IRIS Dena: Dari Izin Sandar di India hingga Diduga Ditorpedo di Samudra Hindia Kabar Adik Benjamin Netanyahu Tewas dalam Serangan Rudal Iran Bikin Timur Tengah Makin Panas Update Bantargebang: Longsor Gunungan Sampah Tewaskan 6 Orang, 1 Korban Masih Dicari Pria di Tanjungpinang Diduga Bunuh dan Mutilasi Istri, Baru Bebas 15 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan

Ekonomi

Ini Soal Harga Diri Bangsa” Sandri Rumanama Dukung Langkah Prabowo Ambil Alih KCIC

badge-check


					Sandri Rumanama apresiasi langkah tegas Presiden Prabowo ambil alih proyek KCIC sebagai bukti kepemimpinan berani dan jaga kehormatan bangsa.(Foto:Ist) Perbesar

Sandri Rumanama apresiasi langkah tegas Presiden Prabowo ambil alih proyek KCIC sebagai bukti kepemimpinan berani dan jaga kehormatan bangsa.(Foto:Ist)

PRABA INSIGHT- JAKARTA – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal proyek Kereta Cepat Indonesia–Cina (KCIC) bikin publik manggut-manggut. Pasalnya, Prabowo dengan tenang tapi tegas bilang bahwa proyek itu sekarang jadi tanggung jawab pemerintah Indonesia.

“Saya sudah katakan, Presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut, kita mampu. Dan kita kuat,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan virtual dari banyak pihak, salah satunya datang dari Sandri Rumanama, Wakil Ketua Umum PB SEMMI sekaligus Direktur Haidar Alwi Institut. Ia nggak segan-segan memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Presiden.

“Pernyataan Presiden soal KCIC menunjukkan karakter kepemimpinan yang kuat. Seorang pemimpin harus berani mengambil risiko atas setiap persoalan yang dihadapi. Kami bukan hanya salut, tetapi juga memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden,” kata Sandri.

Menurut Sandri, apa yang dilakukan Prabowo bukan cuma soal proyek infrastruktur, tapi soal harga diri bangsa. Ia mengingatkan bahwa publik harus paham langkah Presiden itu adalah bentuk tanggung jawab kenegaraan, bukan sekadar urusan ekonomi semata.

“Ini persoalan harga diri bangsa. Pernyataan Presiden menunjukkan sikap kenegaraan beliau dalam menjaga martabat Indonesia di mata dunia internasional,” tambahnya.

Sandri juga menjelaskan bahwa KCIC ini bukan proyek kecil-kecilan. Ini kerja sama bilateral yang mengandung kontrak internasional. Artinya, penyelesaiannya juga nggak bisa asal-asalan, harus melibatkan peran negara supaya reputasi Indonesia tetap terjaga.

“Sebagai kepala negara dan pemerintahan, Presiden telah mengambil langkah yang benar. Kita harus menghormati skema kerja sama yang sudah disepakati agar tidak kehilangan kepercayaan investasi dari negara-negara mitra strategis,” tutup Sandri.

Dengan gaya khasnya, Sandri seolah ingin bilang: ini bukan soal rel kereta cepat, tapi rel kepercayaan bangsa. Dan kali ini, Prabowo yang pegang kendali lokomotifnya. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Wajah THR Lebaran 2026: Swasta Dipotong Pajak, Aparatur Negara Utuh 100%

6 Maret 2026 - 10:19 WIB

BHR Ojol Naik 100%, Aplikator Rogoh Rp220 Miliar: Lebaran Tahun Ini Lebih “Nendang” buat Mitra?

3 Maret 2026 - 14:12 WIB

BHR Ojol Tinggal Tunggu Waktu! Ini Bocoran Cair dan Besaran Bonusnya

25 Februari 2026 - 10:25 WIB

THR ASN,TNI, Polri 2026 Cair Awal Ramadan, Negara Gelontorkan Rp 55 Triliun

19 Februari 2026 - 18:25 WIB

NIB Katanya Bikin Mudah, Rakyat Kecil Malah Makin Pusing Tujuh Keliling

30 Januari 2026 - 07:20 WIB

Trending di Ekonomi