Menu

Mode Gelap
Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

Ekonomi

Ini Soal Harga Diri Bangsa” Sandri Rumanama Dukung Langkah Prabowo Ambil Alih KCIC

badge-check

Sandri Rumanama apresiasi langkah tegas Presiden Prabowo ambil alih proyek KCIC sebagai bukti kepemimpinan berani dan jaga kehormatan bangsa.(Foto:Ist) Perbesar

Sandri Rumanama apresiasi langkah tegas Presiden Prabowo ambil alih proyek KCIC sebagai bukti kepemimpinan berani dan jaga kehormatan bangsa.(Foto:Ist)

PRABA INSIGHT- JAKARTA – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal proyek Kereta Cepat Indonesia–Cina (KCIC) bikin publik manggut-manggut. Pasalnya, Prabowo dengan tenang tapi tegas bilang bahwa proyek itu sekarang jadi tanggung jawab pemerintah Indonesia.

“Saya sudah katakan, Presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut, kita mampu. Dan kita kuat,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan virtual dari banyak pihak, salah satunya datang dari Sandri Rumanama, Wakil Ketua Umum PB SEMMI sekaligus Direktur Haidar Alwi Institut. Ia nggak segan-segan memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Presiden.

“Pernyataan Presiden soal KCIC menunjukkan karakter kepemimpinan yang kuat. Seorang pemimpin harus berani mengambil risiko atas setiap persoalan yang dihadapi. Kami bukan hanya salut, tetapi juga memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden,” kata Sandri.

Menurut Sandri, apa yang dilakukan Prabowo bukan cuma soal proyek infrastruktur, tapi soal harga diri bangsa. Ia mengingatkan bahwa publik harus paham langkah Presiden itu adalah bentuk tanggung jawab kenegaraan, bukan sekadar urusan ekonomi semata.

“Ini persoalan harga diri bangsa. Pernyataan Presiden menunjukkan sikap kenegaraan beliau dalam menjaga martabat Indonesia di mata dunia internasional,” tambahnya.

Sandri juga menjelaskan bahwa KCIC ini bukan proyek kecil-kecilan. Ini kerja sama bilateral yang mengandung kontrak internasional. Artinya, penyelesaiannya juga nggak bisa asal-asalan, harus melibatkan peran negara supaya reputasi Indonesia tetap terjaga.

“Sebagai kepala negara dan pemerintahan, Presiden telah mengambil langkah yang benar. Kita harus menghormati skema kerja sama yang sudah disepakati agar tidak kehilangan kepercayaan investasi dari negara-negara mitra strategis,” tutup Sandri.

Dengan gaya khasnya, Sandri seolah ingin bilang: ini bukan soal rel kereta cepat, tapi rel kepercayaan bangsa. Dan kali ini, Prabowo yang pegang kendali lokomotifnya. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba

15 Juli 2026 - 13:11

Bukan Cuma Soal Komisi 8 Persen, Ini Alasan Pemerintah Ubah Status Ojol Jadi Pengusaha Mikro

6 Juli 2026 - 19:25

Benny Wullur vs Hotman Paris, Akademisi Pertanyakan Pencabutan Inkracht

18 Juni 2026 - 21:25

Potensi Wakaf RI Rp400 Triliun per Tahun, Berry Kurniawan: Mulai Rp1.000 Sehari Bisa Ubah Nasib Umat

17 Juni 2026 - 11:29

Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Sandri Rumanama Minta Pemerintah Berani Naikkan BBM

1 Juni 2026 - 16:03

Trending di Ekonomi