Menu

Mode Gelap
Mobil Setan: Penumpang yang Tak Pernah Turun Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill Kasus Andrie Yunus Memanas: 4 Prajurit BAIS Ditahan, Isu Kabais Mundur Mencuat di Tengah Penyidikan iOS 26.4 Hadir, Fitur Keamanan iPhone Kini Bikin Maling Ketar-ketir

Crime

Kampung Bahari Digerebek Lagi: 18 Orang Diciduk, Petasan dan Bong Berserakan di Lapak-Lapak Narkoba

badge-check


					BNN dan Brimob gerebek Kampung Bahari, tangkap 18 pelaku narkoba. Petasan, bong, dan sabu ditemukan di lapak-lapak dekat rel.(Foto:Istimewa) Perbesar

BNN dan Brimob gerebek Kampung Bahari, tangkap 18 pelaku narkoba. Petasan, bong, dan sabu ditemukan di lapak-lapak dekat rel.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Kampung Bahari, Jakarta Utara, sepertinya belum mau pensiun dari urusan narkoba. Entah sudah berapa kali digerebek, tapi kawasan ini seperti punya semangat hidup yang luar biasa khususnya untuk bisnis gelap. Kali ini, giliran Badan Narkotika Nasional (BNN) yang datang bareng Brimob Polda Metro Jaya, mengobrak-abrik sarang narkoba dengan semangat “bersih-bersih” di bawah panas terik Jakarta.

Penggerebekan ini tidak berjalan mulus. Para pelaku, yang tampaknya lebih siap dari pemain paintball, melawan pakai batu, busur panah, sampai kembang api. “Sempat terjadi perlawanan, tapi bisa dikendalikan tim di lapangan,” ujar Brigjen Roy Hadi Siahaan, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Rabu (5/11/2025).

Dari operasi yang penuh drama ini, 18 orang berhasil ditangkap. Ada yang diciduk saat lagi di motor, ada juga yang sedang nongkrong di kos berwarna oranye yang entah kenapa jadi warna favorit pelaku. Barang buktinya? Jangan ditanya. Mulai dari sabu, ekstasi, ganja, bong, timbangan, sampai sedotan warna-warni. Bahkan, ada juga kipas angin di tenda lapak, mungkin biar pelanggan tetap nyaman meski sedang “transaksi”.

BNN menyebut, setidaknya ada lima lokasi penggerebekan, sebagian besar dekat rel kereta api ya, tempat yang jelas tidak butuh banyak papan nama. Dari satu lapak saja, petugas menemukan sabu seberat 51,80 gram, ekstasi bergambar Transformer dan LV masing-masing 25 butir, serta puluhan alat isap yang seolah jadi perabot standar di sana.

“Seluruh tersangka dan barang bukti sudah diamankan di kantor BNNK Jakarta Utara,” kata Roy.

Di lokasi, petugas juga menemukan catatan rekening dan tenda biru besar yang diduga jadi markas transaksi. Mungkin tenda itu dulunya niat buat jualan kopi, tapi akhirnya jadi “warung” versi lain.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa perang melawan narkoba bukan cuma urusan hukum, tapi kemanusiaan. “Narkoba adalah isu kemanusiaan, bukan sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara,” ujarnya.

Menurutnya, langkah BNN ini juga bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tepatnya poin ketujuh yang menekankan reformasi hukum dan ketahanan bangsa. Singkatnya, memberantas narkoba bukan cuma soal menangkap, tapi soal menyelamatkan.

Kampung Bahari mungkin belum bersih sepenuhnya, tapi hari itu, setidaknya, satu tenda biru lapak narkoba sudah tumbang. Satu langkah kecil untuk Jakarta, satu harapan besar untuk bebas dari candu.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Terungkap! Inilah Pembunuh Ermanto, Pensiunan Karyawan JICT yang Tewas di Bekasi

11 Maret 2026 - 10:09 WIB

Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja

10 Maret 2026 - 15:02 WIB

Pria di Tanjungpinang Diduga Bunuh dan Mutilasi Istri, Baru Bebas 15 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan

9 Maret 2026 - 14:40 WIB

Warga Bekasi Utara Geger Temukan Bayi Perempuan Hidup di Dalam Tong Sampah

9 Maret 2026 - 14:28 WIB

Eks Ketua SP JICT Ermanto Usman Ditemukan Tewas di Bekasi, Kasus Kontrak Rp4,08 Triliun Kembali Disorot

8 Maret 2026 - 14:45 WIB

Trending di Crime