Menu

Mode Gelap
Rias Terakhir untuk Pengantin: Kisah yang Tak Pernah Mau Diulang Lagi Di Tengah Banjir Aceh Tamiang, Ada Pelaku Kejahatan yang Lebih Tenggelam dari Moralitasnya Habitat Tesso Nilo Menciut Drastis, Gajah Kian Terdesak Prabowo dan Langkah Awal yang Menentukan Arah Bangsa Banjir, Gelondongan Kayu, dan Investigasi Negara: Haidar Alwi Puji Ketegasan Kapolri JIHN Bongkar-Bongkaran Korupsi: Dari Janji sampai Budaya yang Mendarah Daging

Crime

Kampung Bahari Digerebek Lagi: 18 Orang Diciduk, Petasan dan Bong Berserakan di Lapak-Lapak Narkoba

badge-check


					BNN dan Brimob gerebek Kampung Bahari, tangkap 18 pelaku narkoba. Petasan, bong, dan sabu ditemukan di lapak-lapak dekat rel.(Foto:Istimewa) Perbesar

BNN dan Brimob gerebek Kampung Bahari, tangkap 18 pelaku narkoba. Petasan, bong, dan sabu ditemukan di lapak-lapak dekat rel.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Kampung Bahari, Jakarta Utara, sepertinya belum mau pensiun dari urusan narkoba. Entah sudah berapa kali digerebek, tapi kawasan ini seperti punya semangat hidup yang luar biasa khususnya untuk bisnis gelap. Kali ini, giliran Badan Narkotika Nasional (BNN) yang datang bareng Brimob Polda Metro Jaya, mengobrak-abrik sarang narkoba dengan semangat “bersih-bersih” di bawah panas terik Jakarta.

Penggerebekan ini tidak berjalan mulus. Para pelaku, yang tampaknya lebih siap dari pemain paintball, melawan pakai batu, busur panah, sampai kembang api. “Sempat terjadi perlawanan, tapi bisa dikendalikan tim di lapangan,” ujar Brigjen Roy Hadi Siahaan, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Rabu (5/11/2025).

Dari operasi yang penuh drama ini, 18 orang berhasil ditangkap. Ada yang diciduk saat lagi di motor, ada juga yang sedang nongkrong di kos berwarna oranye yang entah kenapa jadi warna favorit pelaku. Barang buktinya? Jangan ditanya. Mulai dari sabu, ekstasi, ganja, bong, timbangan, sampai sedotan warna-warni. Bahkan, ada juga kipas angin di tenda lapak, mungkin biar pelanggan tetap nyaman meski sedang “transaksi”.

BNN menyebut, setidaknya ada lima lokasi penggerebekan, sebagian besar dekat rel kereta api ya, tempat yang jelas tidak butuh banyak papan nama. Dari satu lapak saja, petugas menemukan sabu seberat 51,80 gram, ekstasi bergambar Transformer dan LV masing-masing 25 butir, serta puluhan alat isap yang seolah jadi perabot standar di sana.

“Seluruh tersangka dan barang bukti sudah diamankan di kantor BNNK Jakarta Utara,” kata Roy.

Di lokasi, petugas juga menemukan catatan rekening dan tenda biru besar yang diduga jadi markas transaksi. Mungkin tenda itu dulunya niat buat jualan kopi, tapi akhirnya jadi “warung” versi lain.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa perang melawan narkoba bukan cuma urusan hukum, tapi kemanusiaan. “Narkoba adalah isu kemanusiaan, bukan sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara,” ujarnya.

Menurutnya, langkah BNN ini juga bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tepatnya poin ketujuh yang menekankan reformasi hukum dan ketahanan bangsa. Singkatnya, memberantas narkoba bukan cuma soal menangkap, tapi soal menyelamatkan.

Kampung Bahari mungkin belum bersih sepenuhnya, tapi hari itu, setidaknya, satu tenda biru lapak narkoba sudah tumbang. Satu langkah kecil untuk Jakarta, satu harapan besar untuk bebas dari candu.(van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ritual Pelaris Berujung Tragis: Drama Horor Agensi LC Batam yang Bikin Netizen Pegal Marah

3 Desember 2025 - 11:28 WIB

Kabid Propam Sumut Dinonaktifkan, Isu Pemerasan Polisi Bermasalah Menguak

26 November 2025 - 10:08 WIB

Ayah Tiri yang Ikut Pura-Pura Panik: Misteri Alvaro dan Akhir Tragis Pelakunya

25 November 2025 - 05:28 WIB

Megawati Ditetapkan Kasus Penganiayaan Setelah Ribut Soal Koper di Kursi 19F

23 November 2025 - 10:32 WIB

Asmara Gelap, Kostel dan Kematian Dosen Untag: Mata Rantai Misteri yang Mulai Terbuka

22 November 2025 - 14:17 WIB

Trending di Crime