Menu

Mode Gelap
Kantor Pegadaian Wilayah IX Jakarta 2 Tancap Gas Digitalisasi Transaksi Emas Lewat Aplikasi Tring Tragis! Rumah Dijaminkan demi Tolong Orang, YAM Justru Dipenjara Ketika Polri Mau Dipindah ke Kementerian, Alarm Reformasi Ikut Bunyi Kamar 307: Malam Saat Tangan Buntung Keluar dari Kolong Ranjang Kutukan Tuyul Turunan: Kekayaan yang Dibayar dengan Nyawa Anak Sendiri Sebulan Jadi Brimob Palsu: Masuk Mako, Ikut Latihan, dan Pegang Senjata Ketahuan Gara-gara Minta Rokok

Crime

Kasus Mahasiswi Unima di Tomohon: Surat Pengaduan, Dugaan Pelecehan, dan Penyelidikan Polda Sulut

badge-check


					Kasus mahasiswi Unima berinisial EMM di Tomohon memicu penyelidikan dugaan pelecehan oleh dosen berinisial DM. Polisi membuka dua jalur penyidikan dan keluarga melapor ke Polda Sulut untuk keadilan.(Istimewa) Perbesar

Kasus mahasiswi Unima berinisial EMM di Tomohon memicu penyelidikan dugaan pelecehan oleh dosen berinisial DM. Polisi membuka dua jalur penyidikan dan keluarga melapor ke Polda Sulut untuk keadilan.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – MANADO – Di dunia kampus, kita sering membayangkan ruang diskusi, seminar, dan rencana masa depan yang ditulis di atas kertas tugas akhir. Tetapi di Universitas Negeri Manado (Unima), sebuah kabar bernada duka datang lebih dulu dan mengguncang lebih keras dari suara bel kampus.

Seorang mahasiswi berinisial EMM ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kabar itu cepat menyebar, tetapi cerita di baliknya tidak berhenti pada kesimpulan singkat tentang keputusasaan. Ada jejak lain yang tertinggal lebih personal, lebih menyayat, dan menyodorkan pertanyaan besar tentang keselamatan di ruang pendidikan.

Di antara barang-barang korban, ditemukan tulisan yang diyakini sebagai surat pengaduan. Bukan sekadar catatan emosional, melainkan curahan hati yang terstruktur: identitas diri lengkap, program studi, sampai nama seorang dosen berinisial DM yang disebut sebagai terlapor dugaan pelecehan.

Surat itu seperti pintu yang dibuka di saat semua orang terlambat masuk.

Polisi Bergerak di Dua Jalur: Penyebab & Motif

Kasat Reskrim Polres Tomohon, Iptu Royke Raymon Yafet Mantiri, menyebut hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda kekerasan fisik. Kesimpulan sementara: kematian korban mengarah pada tindakan bunuh diri.

Namun, titik fokus penyelidikan tidak berhenti di sana.

Kapolres Tomohon, AKBP Nur Kholis, menegaskan pihaknya juga menindaklanjuti isi surat korban terutama dugaan pelecehan yang diduga menjadi tekanan mental berkepanjangan.

Keluarga korban menolak diam. Mereka melaporkan kasus ini secara resmi ke SPKT Polda Sulawesi Utara. Polres Tomohon memastikan penanganan dugaan pelecehan kini diambil alih Polda demi transparansi dan keadilan.

Karena ketika nyawa telah hilang, kebenaran tidak boleh ikut dikubur.

Ketika Kampus Kehilangan Fungsinya sebagai Ruang Aman

Kasus EMM mengingatkan kita bahwa kampus tidak selalu seaman jargon brosur penerimaan mahasiswa baru.

Di tempat yang seharusnya melahirkan ide dan keberanian, ada mahasiswa yang justru terpojok oleh trauma.

Publik kini menunggu satu hal:

keberanian lembaga penegak hukum untuk mengurai kebenaran tanpa tedeng aling-aling.

Apakah inisial DM hanya akan berhenti sebagai huruf di berkas laporan?

Atau akan bergerak menjadi proses hukum yang nyata?

Kepergian EMM memang tak bisa diputar ulang.

Namun keadilan jika sungguh ditegakkan masih bisa menyelamatkan banyak mahasiswa lain yang memilih diam.

Karena di dunia pendidikan, luka seperti ini tidak boleh dianggap sebagai “insiden”.

Ia adalah alarm keras yang menuntut jawaban.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perampokan Rasa Iblis: Harta Disikat, Bocah 5 Tahun Dibunuh di Boyolali

30 Januari 2026 - 08:49 WIB

Warung Kerap Dicuri, Pemilik di Bekasi Justru Ditetapkan sebagai Tersangka

24 Januari 2026 - 10:41 WIB

Kotak Amal Jadi Modal Judi, 23 Orang Asal Lampung Digerebek di Hotel

22 Januari 2026 - 06:46 WIB

Sidang Brigadir Nurhadi, Jaksa Ungkap Petunjuk Motif dari Kesaksian

16 Januari 2026 - 09:31 WIB

Polisi Colong Motor Polisi: Ironi Kehilangan di Markas Sendiri

10 Januari 2026 - 13:55 WIB

Trending di Crime