Menu

Mode Gelap
6 Tahun Cari Keadilan, Keluarga Henny Kondoy Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus ke Komisi III DPR RI Negara Hukum Katanya, Tapi Kritik ke Militer Bisa Berujung Kriminalisasi: Obrolan Panas di Tebet soal Supremasi Sipil HBTKVI Ungkap Ketimpangan Dokter BTKV dan Akses Layanan Jantung di Daerah 3T Kocak! Warung Bakso di Klaten Tarik Biaya AC Rp3 Ribu per Orang, Warganet: Makan Bakso atau Sewa Ruangan? Rumah Mewah Anggota BPK Rp12 Miliar Terbakar, Jagakarsa Mendadak Sunyi oleh Asap dan Duka Kurir COD Diduga Dihajar Oknum TNI di Cakung, Berawal dari Paket Tak Diambil 20 Menit

Crime

Kasus Mahasiswi Unima di Tomohon: Surat Pengaduan, Dugaan Pelecehan, dan Penyelidikan Polda Sulut

badge-check


					Kasus mahasiswi Unima berinisial EMM di Tomohon memicu penyelidikan dugaan pelecehan oleh dosen berinisial DM. Polisi membuka dua jalur penyidikan dan keluarga melapor ke Polda Sulut untuk keadilan.(Istimewa) Perbesar

Kasus mahasiswi Unima berinisial EMM di Tomohon memicu penyelidikan dugaan pelecehan oleh dosen berinisial DM. Polisi membuka dua jalur penyidikan dan keluarga melapor ke Polda Sulut untuk keadilan.(Istimewa)

PRABAINSIGHT.COM – MANADO – Di dunia kampus, kita sering membayangkan ruang diskusi, seminar, dan rencana masa depan yang ditulis di atas kertas tugas akhir. Tetapi di Universitas Negeri Manado (Unima), sebuah kabar bernada duka datang lebih dulu dan mengguncang lebih keras dari suara bel kampus.

Seorang mahasiswi berinisial EMM ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kabar itu cepat menyebar, tetapi cerita di baliknya tidak berhenti pada kesimpulan singkat tentang keputusasaan. Ada jejak lain yang tertinggal lebih personal, lebih menyayat, dan menyodorkan pertanyaan besar tentang keselamatan di ruang pendidikan.

Di antara barang-barang korban, ditemukan tulisan yang diyakini sebagai surat pengaduan. Bukan sekadar catatan emosional, melainkan curahan hati yang terstruktur: identitas diri lengkap, program studi, sampai nama seorang dosen berinisial DM yang disebut sebagai terlapor dugaan pelecehan.

Surat itu seperti pintu yang dibuka di saat semua orang terlambat masuk.

Polisi Bergerak di Dua Jalur: Penyebab & Motif

Kasat Reskrim Polres Tomohon, Iptu Royke Raymon Yafet Mantiri, menyebut hasil pemeriksaan awal tidak menemukan tanda kekerasan fisik. Kesimpulan sementara: kematian korban mengarah pada tindakan bunuh diri.

Namun, titik fokus penyelidikan tidak berhenti di sana.

Kapolres Tomohon, AKBP Nur Kholis, menegaskan pihaknya juga menindaklanjuti isi surat korban terutama dugaan pelecehan yang diduga menjadi tekanan mental berkepanjangan.

Keluarga korban menolak diam. Mereka melaporkan kasus ini secara resmi ke SPKT Polda Sulawesi Utara. Polres Tomohon memastikan penanganan dugaan pelecehan kini diambil alih Polda demi transparansi dan keadilan.

Karena ketika nyawa telah hilang, kebenaran tidak boleh ikut dikubur.

Ketika Kampus Kehilangan Fungsinya sebagai Ruang Aman

Kasus EMM mengingatkan kita bahwa kampus tidak selalu seaman jargon brosur penerimaan mahasiswa baru.

Di tempat yang seharusnya melahirkan ide dan keberanian, ada mahasiswa yang justru terpojok oleh trauma.

Publik kini menunggu satu hal:

keberanian lembaga penegak hukum untuk mengurai kebenaran tanpa tedeng aling-aling.

Apakah inisial DM hanya akan berhenti sebagai huruf di berkas laporan?

Atau akan bergerak menjadi proses hukum yang nyata?

Kepergian EMM memang tak bisa diputar ulang.

Namun keadilan jika sungguh ditegakkan masih bisa menyelamatkan banyak mahasiswa lain yang memilih diam.

Karena di dunia pendidikan, luka seperti ini tidak boleh dianggap sebagai “insiden”.

Ia adalah alarm keras yang menuntut jawaban.

Editor : Irfan Ardhiyanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kurir COD Diduga Dihajar Oknum TNI di Cakung, Berawal dari Paket Tak Diambil 20 Menit

16 Mei 2026 - 20:26

Viral Keributan Oknum TNI dan Penjaga Warung Madura di Kemayoran, Berawal dari QRIS Rp1.000

6 Mei 2026 - 21:18

Tersangka Kasus Santriwati di Pati Diduga Kabur, Polisi Siapkan Jemput Paksa

6 Mei 2026 - 19:53

Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati, Kemenag Bekukan Pendaftaran dan Copot Pengasuh

4 Mei 2026 - 14:11

Dari Pengamen ke Jenazah: Kematian Karim Usai Diamankan Satpol PP Padang Dipertanyakan

4 Mei 2026 - 13:44

Trending di Crime