Menu

Mode Gelap
Banjir Telan Lapas Aceh Tamiang, Imipas Lepas Napi demi Selamatkan Nyawa Gubernur Mualem Semprot Kepala Daerah: “Kalau Cengeng, Mending Mundur Saja!” Tiga Hari Tak Terungkap, Jasad Bayi Ditemukan di Plafon Sekolah Banjarnegara Banjir Memuncak, Bupati Aceh Selatan Hilang dari Lokasi Ternyata Pergi Umrah Viral Bupati Bireuen Bahas Sawit Saat Meninjau Banjir, Warganet Geram Di Tengah Lumpur dan Gelap, Gubernur Mualem Salurkan 30 Ton Sembako untuk Korban Banjir

Regional

Kepala BNPB Melihat Banjir Tapsel: “Saya Kaget, Kirain Nggak Segede Ini…”

badge-check


					Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengaku kaget melihat skala banjir di Tapanuli Selatan dan menjelaskan alasan bencana Sumatera belum ditetapkan sebagai bencana nasional. BNPB memastikan hadir untuk menolong warga terdampak.(Ist) Perbesar

Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengaku kaget melihat skala banjir di Tapanuli Selatan dan menjelaskan alasan bencana Sumatera belum ditetapkan sebagai bencana nasional. BNPB memastikan hadir untuk menolong warga terdampak.(Ist)

PRABA INSIGHT – TAPANULI – Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto datang ke Tapanuli Selatan dengan agenda standar pejabat bencana: cek lokasi, dengar laporan, kasih instruksi. Tapi begitu sampai di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, yang keluar justru ekspresi manusiawi yang sangat… ya, manusiawi.

“Saya tak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Bukan berarti kami tak peduli,” ujarnya, Minggu (30/11/2025). Kalimat yang terdengar seperti gabungan antara kaget, sungkan, dan rasa bersalah karena realitas lapangan ternyata jauh lebih brutal dari rapat-rapat di Jakarta.

Suharyanto tampaknya benar-benar tak menyangka banjir di Tapanuli Selatan bakal sedahsyat ini. Ia bahkan harus menenangkan suasana sambil memastikan bahwa BNPB tidak sedang main petak umpet dalam urusan bantuan. “Kami hadir di sini untuk menolong masyarakat,” katanya sebuah pernyataan yang biasanya diucapkan pejabat sambil berdiri di antara lumpur dan sisa-sisa reruntuhan.

Sebelum kunjungan ini, ia sempat menjelaskan mengapa banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar belum juga diberi label bencana nasional. Menurutnya, tingkatan bencananya masih berada di level provinsi.

“Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial,” ujar Suharyanto pada Jumat (28/11/2025). “Tetapi begitu kami tiba langsung di lokasi, banyak daerah yang sudah tidak hujan. Yang paling serius memang Tapanuli Tengah, tetapi wilayah lain relatif membaik.”

Singkatnya: kalau di medsos rasanya kiamat kecil, di lapangan ternyata memang parah—tapi tidak semua tempat sekaotik yang terlihat di timeline.

Namun satu hal jelas: kunjungan Suharyanto ini menunjukkan bahwa bencana tak pernah benar-benar bisa dipahami dari foto drone dan laporan rapat. Kadang, baru terasa “besar” ketika kita sendiri yang berdiri di tengahnya.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Telan Lapas Aceh Tamiang, Imipas Lepas Napi demi Selamatkan Nyawa

6 Desember 2025 - 11:18 WIB

Gubernur Mualem Semprot Kepala Daerah: “Kalau Cengeng, Mending Mundur Saja!”

5 Desember 2025 - 10:33 WIB

Banjir Memuncak, Bupati Aceh Selatan Hilang dari Lokasi Ternyata Pergi Umrah

5 Desember 2025 - 10:16 WIB

Viral Bupati Bireuen Bahas Sawit Saat Meninjau Banjir, Warganet Geram

5 Desember 2025 - 10:07 WIB

Di Tengah Lumpur dan Gelap, Gubernur Mualem Salurkan 30 Ton Sembako untuk Korban Banjir

5 Desember 2025 - 09:59 WIB

Trending di Regional