Menu

Mode Gelap
Modus Janji Kredit Miliaran, Dwi Febrie Endaryanto Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Status Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka, Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink: Privilege atau SOP? DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28 Pidato Prabowo Lagi-Lagi Bikin Ramai: Kali Ini Jurnalis, LSM, dan Pengamat Disebut “Londo Ireng” Video Alphard Terobos Lampu Merah Viral, Pramono Minta Satpam Tak Dipecat dan Polisi Bertindak Tegas Heboh Suzuki Thunder Dilarang Isi BBM, Pertamina Akhirnya Buka Suara

Regional

Korban Banjir dan Longsor Sumatra Tembus 604 Jiwa: Angka yang Bikin Kepala BNPB pun Ikut “Suprised”

badge-check

Kepala BNPB Suharyanto mengaku kaget melihat besarnya banjir di Tapanuli Selatan dan meminta maaf ke Bupati, sambil menjelaskan status bencana belum nasional.(Ist) Perbesar

Kepala BNPB Suharyanto mengaku kaget melihat besarnya banjir di Tapanuli Selatan dan meminta maaf ke Bupati, sambil menjelaskan status bencana belum nasional.(Ist)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Jumlah korban banjir dan longsor di Sumatra kembali naik dan naiknya bukan main-main. Per 18.24 WIB, total korban meninggal di tiga provinsi sudah menyentuh 604 jiwa. Sementara 464 orang masih hilang, seolah-olah ikut terseret arus tanpa pamit.

Mari kita lihat rinciannya, biar jelas betapa ngerinya situasi ini:

  1. Aceh:
    156 meninggal, 181 hilang, 1.800 luka.
  2. Sumatra Utara:
    283 meninggal, 169 hilang, 613 luka.
  3. Sumatra Barat:
    165 meninggal, 114 hilang, 112 luka.

Kalau kalian merasa kaget, tenang… kalian tidak sendirian. Bahkan Kepala BNPB pun sebelumnya mengaku “suprised” setelah melihat langsung skala bencana di lapangan. Artinya: apa yang viral di timeline ternyata masih kalah ngeri dari kenyataan.

Sementara angka korban terus bergerak, para relawan di lapangan berjibaku menembus wilayah-wilayah yang terisolir. Jalan putus, jembatan ambruk, sinyal hilang sebuah kombo lengkap yang membuat pengiriman logistik seperti misi level tersulit dalam game survival.

Bantuan dari Pemda provinsi, kabupaten, sampai pemerintah pusat sebenarnya sudah dikirim. Tapi apa daya, akses rusak membuat distribusinya tersendat. Beberapa posko pun terpaksa hidup hemat ala anak kos akhir bulan: “yang penting cukup sampai bantuan lanjutan datang.”

Pemerintah pusat dan daerah kini sedang mengeksekusi langkah darurat untuk mempercepat penyaluran logistik. Tim gabungan mulai mencatat kebutuhan paling mendesak, dari bahan makanan sampai pakaian yang layak, sambil memastikan semua pengungsian setidaknya punya pegangan.

Namun, komunikasi dengan wilayah pedalaman masih seperti signal HP di gunung: kadang ada, sering tidak. Informasi pun datang putus-putus. Meski begitu, relawan memastikan setiap laporan kebutuhan darurat akan direspons secepat mungkin, supaya tidak ada posko yang terlewat.

Di tengah situasi genting ini, warga hanya berharap satu hal: bantuan bisa segera masuk, dan angka korban tidak terus bertambah seperti grafik saham yang volatil.

Semoga situasinya lekas membaik.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DPC PKB Kota Bekasi Patok Target 7 Kursi di Pemilu 2029 di Harlah ke-28

25 Juli 2026 - 00:52

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Masalah Data Adminduk Bekasi Utara Dibahas, Rizki Topananda Dorong Pemutakhiran

11 Juli 2026 - 15:14

Benteng Keluarga dan Raperda LGBTQ Kota Bekasi ala Chairun Nisa

11 Juli 2026 - 12:09

Kabar Baik: Lulusan BLK Indramayu Siap Gaspol Garap Daihatsu Langsung di Jepang!

2 Juli 2026 - 19:16

Trending di News