Menu

Breaking News

Regional

Korban Banjir dan Longsor Sumatra Tembus 604 Jiwa: Angka yang Bikin Kepala BNPB pun Ikut “Suprised”

badge-check

Kepala BNPB Suharyanto mengaku kaget melihat besarnya banjir di Tapanuli Selatan dan meminta maaf ke Bupati, sambil menjelaskan status bencana belum nasional.(Ist) Perbesar

Kepala BNPB Suharyanto mengaku kaget melihat besarnya banjir di Tapanuli Selatan dan meminta maaf ke Bupati, sambil menjelaskan status bencana belum nasional.(Ist)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Jumlah korban banjir dan longsor di Sumatra kembali naik dan naiknya bukan main-main. Per 18.24 WIB, total korban meninggal di tiga provinsi sudah menyentuh 604 jiwa. Sementara 464 orang masih hilang, seolah-olah ikut terseret arus tanpa pamit.

Mari kita lihat rinciannya, biar jelas betapa ngerinya situasi ini:

  1. Aceh:
    156 meninggal, 181 hilang, 1.800 luka.
  2. Sumatra Utara:
    283 meninggal, 169 hilang, 613 luka.
  3. Sumatra Barat:
    165 meninggal, 114 hilang, 112 luka.

Kalau kalian merasa kaget, tenang… kalian tidak sendirian. Bahkan Kepala BNPB pun sebelumnya mengaku “suprised” setelah melihat langsung skala bencana di lapangan. Artinya: apa yang viral di timeline ternyata masih kalah ngeri dari kenyataan.

Sementara angka korban terus bergerak, para relawan di lapangan berjibaku menembus wilayah-wilayah yang terisolir. Jalan putus, jembatan ambruk, sinyal hilang sebuah kombo lengkap yang membuat pengiriman logistik seperti misi level tersulit dalam game survival.

Bantuan dari Pemda provinsi, kabupaten, sampai pemerintah pusat sebenarnya sudah dikirim. Tapi apa daya, akses rusak membuat distribusinya tersendat. Beberapa posko pun terpaksa hidup hemat ala anak kos akhir bulan: “yang penting cukup sampai bantuan lanjutan datang.”

Pemerintah pusat dan daerah kini sedang mengeksekusi langkah darurat untuk mempercepat penyaluran logistik. Tim gabungan mulai mencatat kebutuhan paling mendesak, dari bahan makanan sampai pakaian yang layak, sambil memastikan semua pengungsian setidaknya punya pegangan.

Namun, komunikasi dengan wilayah pedalaman masih seperti signal HP di gunung: kadang ada, sering tidak. Informasi pun datang putus-putus. Meski begitu, relawan memastikan setiap laporan kebutuhan darurat akan direspons secepat mungkin, supaya tidak ada posko yang terlewat.

Di tengah situasi genting ini, warga hanya berharap satu hal: bantuan bisa segera masuk, dan angka korban tidak terus bertambah seperti grafik saham yang volatil.

Semoga situasinya lekas membaik.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Soal Iuran SMKN 15 Bekasi Rp700 Ribu, NCW Minta Jangan Asal Cap Pungli

8 Sep 2026 - 20:22 WIB

Soal Iuran SMKN 15 Bekasi Rp700 Ribu, NCW Minta Jangan Asal Cap Pungli

Tak Disangka! Nama Anggota DPR Eva Stevany Rataba Masuk Desil 4 DTSEN, Ada Apa?

7 Sep 2026 - 19:38 WIB

Tak Disangka! Nama Anggota DPR Eva Stevany Rataba Masuk Desil 4 DTSEN, Ada Apa?

Disidak DPRD, PTMP Gratiskan Sewa Kios Pasar Baru Bekasi Satu Bulan

4 Sep 2026 - 09:05 WIB

Disidak DPRD, PTMP Gratiskan Sewa Kios Pasar Baru Bekasi Satu Bulan

Pengajian PAN Bekasi Utara Dibanjiri Habaib dan Artis, 600 Jemaah Membludak

2 Sep 2026 - 22:13 WIB

Pengajian PAN Bekasi Utara Dibanjiri Habaib dan Artis, 600 Jemaah Membludak

Buntut Pura Sanur Dirobohkan, AKAMSI Tuntut HGB Dicabut dan Usut Pidana

2 Sep 2026 - 20:10 WIB

Buntut Pura Sanur Dirobohkan, AKAMSI Tuntut HGB Dicabut dan Usut Pidana
Trending di News