Menu

Mode Gelap
Danguskamla Koarmada II Dukung Penguatan Akuntablitas Melalui Kunjungan Irjenal Kapolda Sulsel Lantik Kombes Feby Dapot Hutagalung sebagai Dirreskrimum Baru Noel Protes Tuntutan Kasus Korupsi Kemnaker: “Mending Korupsi Sebanyak-banyaknya, Cuma Beda Setahun” Watch Club Resmi Hadir di 23 Semarang, Pasar Jam Tang Premium Jawa Tengah Kian Ramai Warga Antre Tes Kesehatan di Bekasi, Heritage Medical Bawa Kabar Melegakan! BRIN Perkuat Ketahanan Nasional Melalui Pengembangan Infrastruktur Teknologi Satelit di Parepare

Regional

Korban Banjir dan Longsor Sumatra Tembus 604 Jiwa: Angka yang Bikin Kepala BNPB pun Ikut “Suprised”

badge-check


					Kepala BNPB Suharyanto mengaku kaget melihat besarnya banjir di Tapanuli Selatan dan meminta maaf ke Bupati, sambil menjelaskan status bencana belum nasional.(Ist) Perbesar

Kepala BNPB Suharyanto mengaku kaget melihat besarnya banjir di Tapanuli Selatan dan meminta maaf ke Bupati, sambil menjelaskan status bencana belum nasional.(Ist)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Jumlah korban banjir dan longsor di Sumatra kembali naik dan naiknya bukan main-main. Per 18.24 WIB, total korban meninggal di tiga provinsi sudah menyentuh 604 jiwa. Sementara 464 orang masih hilang, seolah-olah ikut terseret arus tanpa pamit.

Mari kita lihat rinciannya, biar jelas betapa ngerinya situasi ini:

  1. Aceh:
    156 meninggal, 181 hilang, 1.800 luka.
  2. Sumatra Utara:
    283 meninggal, 169 hilang, 613 luka.
  3. Sumatra Barat:
    165 meninggal, 114 hilang, 112 luka.

Kalau kalian merasa kaget, tenang… kalian tidak sendirian. Bahkan Kepala BNPB pun sebelumnya mengaku “suprised” setelah melihat langsung skala bencana di lapangan. Artinya: apa yang viral di timeline ternyata masih kalah ngeri dari kenyataan.

Sementara angka korban terus bergerak, para relawan di lapangan berjibaku menembus wilayah-wilayah yang terisolir. Jalan putus, jembatan ambruk, sinyal hilang sebuah kombo lengkap yang membuat pengiriman logistik seperti misi level tersulit dalam game survival.

Bantuan dari Pemda provinsi, kabupaten, sampai pemerintah pusat sebenarnya sudah dikirim. Tapi apa daya, akses rusak membuat distribusinya tersendat. Beberapa posko pun terpaksa hidup hemat ala anak kos akhir bulan: “yang penting cukup sampai bantuan lanjutan datang.”

Pemerintah pusat dan daerah kini sedang mengeksekusi langkah darurat untuk mempercepat penyaluran logistik. Tim gabungan mulai mencatat kebutuhan paling mendesak, dari bahan makanan sampai pakaian yang layak, sambil memastikan semua pengungsian setidaknya punya pegangan.

Namun, komunikasi dengan wilayah pedalaman masih seperti signal HP di gunung: kadang ada, sering tidak. Informasi pun datang putus-putus. Meski begitu, relawan memastikan setiap laporan kebutuhan darurat akan direspons secepat mungkin, supaya tidak ada posko yang terlewat.

Di tengah situasi genting ini, warga hanya berharap satu hal: bantuan bisa segera masuk, dan angka korban tidak terus bertambah seperti grafik saham yang volatil.

Semoga situasinya lekas membaik.


Penulis : Ristanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Antre Tes Kesehatan di Bekasi, Heritage Medical Bawa Kabar Melegakan!

24 Mei 2026 - 17:39

Eks Polwan Viral Lagi: Tetangga di Sigi Diduga Dipukul Pakai Balok Kayu, CCTV Bikin Warga Geger

22 Mei 2026 - 20:16

Tragedi Horor KRL Vs Argo Bromo di Bekasi Timur, DPR RI Desak Duit APBN Turun

22 Mei 2026 - 20:03

Pengantin Wanita di Pati Hilang Beberapa Jam Sebelum Akad, Diduga Kabur dengan Pria Lain

22 Mei 2026 - 18:59

Bantargebang Juara 2 Dunia Pasok Gas Metana, KPNas Minta Amputasi Birokrasi

21 Mei 2026 - 23:29

Trending di News