Menu

Mode Gelap
Mau Adu Skill Sama Luís Figo? Pesta Bola HGI 2026 Buka Jalan Buat yang Nggak Cuma Jago Nonton Bola Ketika Sertifikat Dipersoalkan, Warga Kwini 8 Memilih Mengadu ke DPRD, Ombudsman, dan BPN Roy Suryo Menggugat, Polda Metro Santai: “Semua Sudah Sesuai SOP” Rp55 Juta Sudah Dibayar, Tiga Pemuda di Percetakan Mau Print Tetap Disekap, Pelaku Minta Rp150 Juta Komarudin Watubun Santai Soal Jokowi Injak Kepala Kerbau: “PDIP Itu Kepala Banteng, Bukan Kerbau” Spitze Sentosa Indonesia Punya Resep Bikin Kantor Betah: Badminton Bareng Tanpa Sekat Jabatan

News

KPK Katanya Takut Usut Kasus Whoosh? KPK: Santai, Prosesnya Masih Jalan Kok

badge-check


					KPK membantah tudingan Mahfud MD yang menyebut lembaga itu takut mengusut dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh. KPK menegaskan penyelidikan masih berproses dan membutuhkan waktu.(Foto:Istimewa) Perbesar

KPK membantah tudingan Mahfud MD yang menyebut lembaga itu takut mengusut dugaan korupsi proyek kereta cepat Whoosh. KPK menegaskan penyelidikan masih berproses dan membutuhkan waktu.(Foto:Istimewa)

PRABA INSIGHT – JAKARTA – Kalau proyek kereta cepat Jakarta–Bandung alias Whoosh ini film, mungkin genrenya campur aduk: mulai dari drama, politik, sampai thriller hukum. Terbaru, muncul babak baru di mana Mahfud MD menuding KPK “takut” mengusut dugaan korupsi dalam proyek yang katanya jadi simbol kemajuan transportasi Indonesia itu.

Tapi tenang dulu. KPK buru-buru kasih klarifikasi: enggak kok, enggak takut, cuma masih berproses.

Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (29/10/2025). Dengan gaya khas pejabat yang hati-hati memilih kata, Budi menjelaskan bahwa penyelidikan soal dugaan mark-up alias penggelembungan anggaran Whoosh ini masih terus berjalan.

“Penyelidikan perkara ini saat ini masih terus berprogres,” kata Budi.

Ia juga menegaskan bahwa proses penyelidikan di KPK itu nggak bisa dilakukan sembarangan. Semua harus dilakukan dengan profesional dan berbasis bukti yang kuat. Intinya, kata Budi, biar hasilnya nanti nggak cuma gegabah tapi juga sah di mata hukum.

“Bukti-bukti yang valid, petunjuk-petunjuk untuk mengungkap (dugaan korupsi) sehingga nanti bisa membuat terang perkara ini. Jadi memang proses hukum tentu butuh waktu untuk KPK berprogres,” jelasnya.

Budi juga berjanji bahwa perkembangan kasus ini bakal disampaikan ke publik secara berkala. Jadi, ya, sabar dulu.

Sementara itu, Mahfud MD sebelumnya sudah lebih dulu mengeluarkan pernyataan yang bikin publik heboh. Dalam wawancara dengan Kompas TV pada Selasa (28/10/2025), mantan Menko Polhukam itu menyebut KPK diduga takut untuk mengusut proyek kereta cepat Whoosh.

“Dugaan saya (KPK) takut. Entah takut pada siapa,” kata Mahfud dengan nada misterius, seperti sedang membuka plot twist dalam film investigasi.

Mahfud menambahkan, sebenarnya isu dugaan korupsi Whoosh ini sudah ramai dibicarakan sejak 12–13 Oktober 2025. Saat itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak ide pembayaran utang proyek kereta cepat menggunakan uang APBN.

Setelah itu, Mahfud baru ikut buka suara. “Saya ngomong tanggal 14, sudah hari ketiga,” ujarnya, menandakan kalau ia bukan pemain pertama dalam panggung ini, tapi juga nggak mau ketinggalan adegan penting.

Proyek kereta cepat Whoosh sendiri awalnya digadang-gadang sebagai proyek ambisius yang akan membawa Indonesia melaju cepat setidaknya di atas rel. Tapi sejak awal, isu soal pembengkakan biaya hingga dugaan penyimpangan dana selalu menghantui jalannya proyek.

KPK sekarang mengaku sedang menelusuri semua jejak itu dengan tenang dan cermat. Kalau ini sinetron, mungkin judulnya “Whoosh: Antara Tuduhan, Ketakutan, dan Progres yang Berjalan Pelan.” (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketika Sertifikat Dipersoalkan, Warga Kwini 8 Memilih Mengadu ke DPRD, Ombudsman, dan BPN

29 Juni 2026 - 20:32

Roy Suryo Menggugat, Polda Metro Santai: “Semua Sudah Sesuai SOP”

29 Juni 2026 - 20:09

Charma Afrianto Minta KPK Dalami Pengelolaan Anggaran Palembang Usai Geledah BPK Sumsel

27 Juni 2026 - 15:09

Terungkap! Kronologi Taufik Diduga Sekap dan Aniaya YTR, Semua Berawal dari Kenalan di Tinder

27 Juni 2026 - 14:59

82,4 Persen Publik Masih Percaya Polri. Barangkali, Ini Memang Bukan Cuma Soal Angka

26 Juni 2026 - 14:28

Trending di Nasional