PRABAINSIGHT – JAKARTA – Kalau rekor marathon nasional itu tembok, Robi Syianturi tampaknya sudah hafal titik retaknya. Tiga tahun berturut-turut, tembok itu selalu runtuh dan Robi selalu ada di garis finis sebagai penyebabnya.
Di Sevilla Marathon 2026, pelari andalan ASICS Indonesia ini kembali menorehkan sejarah. Robi finis dengan catatan waktu 2 jam 13 menit 18 detik, memecahkan rekor marathon nasional sekaligus Asia Tenggara. Bukan sekali, bukan dua kali, tapi ini adalah kali ketiga Robi mengulang kebiasaan baiknya: memecahkan rekor marathon nasional dalam tiga tahun beruntun.
Sebelumnya, Robi sudah lebih dulu melakukannya di Valencia Marathon 2024 dan Gold Coast Marathon 2025. Sevilla jadi bab terbaru dari kisah konsistensinya sebagai pelari jarak jauh paling ngebut di kawasan Asia Tenggara.
Deretan prestasi Robi pun makin komplet. Ia tercatat sebagai pemegang rekor nasional half-marathon dengan waktu 1 jam 3 menit 24 detik di Casablanca Marathon 2025. Belum cukup, Robi juga membawa pulang medali emas marathon di SEA Games 2025 Thailand. Pendeknya, kalender lomba Robi belakangan ini lebih sering diisi podium ketimbang libur.
Sevilla Marathon 2026 sendiri bukan lomba sembarangan. Ajang ini berlabel Elite dari World Athletics dan dikenal sebagai salah satu marathon paling “ramah rekor” di Eropa. Rutenya datar, cuacanya relatif bersahabat, dan pemandangannya melewati landmark ikonik kota bersejarah Sevilla, Spanyol.
Digelar pada 15 Februari 2026, lomba ini diikuti ribuan pelari elite dan pelari rekreasional dari berbagai negara. Sebagian berburu personal best, sebagian lain mengejar tiket kualifikasi internasional. Sevilla, dalam banyak kasus, memang jadi tempat di mana catatan waktu sering kali jatuh tak berkutik.
President Director of ASICS Indonesia, Yuya Sugiyama, menyampaikan, dalam keterangan resmi, Rabu (18/02) menyimpaikan.
“Kami sangat bangga atas pencapaian luar biasa Robi di Sevilla Marathon 2026. Dukungan ASICS terhadap Robi merupakan komitmen jangka panjang kami untuk mendorong perkembangan olahraga lari di Indonesia hingga ke level dunia. Pencapaian ini sejalan dengan filosofi ASICS, Sound Mind, Sound Body, membuktikan bahwa dengan dedikasi, dukungan yang tepat, dan keseimbangan antara kekuatan fisik dan mental, atlet Indonesia mampu bersaing di panggung internasional. Kami berharap prestasi Robi menginspirasi lebih banyak masyarakat Indonesia untuk mulai bergerak dan berolahraga.”
Dari sisi Robi, pencapaian ini juga punya makna personal. “Saya sangat bersyukur bisa kembali memecahkan rekor di Sevilla Marathon 2026. Terima kasih kepada ASICS Indonesia yang terus mendukung saya secara konsisten sejak tahun 2022 dan telah menjadi bagian perjalanan karir saya dari tingkat nasional hingga internasional. Pencapaian ini untuk Indonesia, keluarga, seluruh komunitas lari yang selalu mendukung,” ujar Robi Syianturi.
Dalam lomba tersebut, Robi menggunakan sepatu ASICS METASPEED RAY dengan colorway terbaru putih-ungu. Sepatu ini dibekali teknologi FF LEAP yang ringan dan responsif untuk pengembalian energi optimal, serta pelat karbon yang membantu menjaga kecepatan hingga kilometer-kilometer terakhir fase di mana biasanya mental dan kaki sama-sama diuji.
Rekor di Sevilla bukan sekadar catatan waktu. Capaian ini menegaskan posisi Robi sebagai pelari marathon tercepat di Asia Tenggara sekaligus menjadi sinyal positif bagi perkembangan atletik Indonesia di level internasional.
Komitmen ASICS Indonesia pun tidak berhenti di Sevilla. Sepanjang 2026, mereka juga mendukung Immanuel Hutasoit dan Nofeldi Petingko untuk berlaga di Tokyo Marathon 2026, Gold Coast Marathon 2026, serta berbagai ajang lari internasional lainnya.
Selain mendampingi atlet elite, ASICS juga terus membangun ekosistem lari nasional melalui inovasi produk berteknologi dan pembinaan talenta. Semuanya sejalan dengan kampanye “Move your body, move your mind” sebuah pengingat bahwa lari bukan cuma soal cepat, tapi juga soal waras.
Kalau Robi Syianturi terus begini, mungkin ke depan kita bukan lagi bertanya “siapa pemegang rekor marathon nasional,” tapi “berapa lama rekor itu bisa bertahan sebelum Robi mematahkannya lagi.” (Van)











