Menu

Mode Gelap
Bocoran Proposal Damai AS Ditolak Iran, Jurang Kepentingan Kian Terbuka Koalisi Sipil Desak Proses Hukum Kepala BAIS dan Peradilan Umum dalam Kasus Andrie Yunus Pesan Pramono ke Pendatang: Jakarta Bukan Tempat Coba Nasib Tanpa Skill Kasus Andrie Yunus Memanas: 4 Prajurit BAIS Ditahan, Isu Kabais Mundur Mencuat di Tengah Penyidikan iOS 26.4 Hadir, Fitur Keamanan iPhone Kini Bikin Maling Ketar-ketir Diduga Hendak Bunuh Diri di Depan Istana, Perempuan Diamankan usai Lepas Sepatu

Regional

Alih-Alih Damai Natal, yang Datang Justru Pukulan, Ibu Rumah Tangga Lapor Polisi Usai Alami Dugaan KDRT di Pekanbaru

badge-check


					ilustrasi Kekerasan Dalam Rumah tangga (ist) Perbesar

ilustrasi Kekerasan Dalam Rumah tangga (ist)

PRABA INSIGHT– Di saat banyak orang sedang berkumpul menikmati hangatnya malam Natal dengan keluarga, suasana berbeda justru dialami oleh ibu rumah tangga inisial MUE (57).

Malam yang seharusnya dipenuhi damai dan lilin doa berubah menjadi mimpi buruk berdarah di rumahnya sendiri, Jalan Tiung Ujung, Perumahan Merpati Indah, Pekanbaru.

Menurut pengakuan MUE, suaminya Sahala Sitompul tak cuma menaikkan nada suara saat bertengkar, tetapi juga tangannya.

Sekitar pukul 22.30 WIB, Senin, 25 Desember 2023, MUE mengalami dugaan kekerasan fisik setelah adu mulut yang berujung tragis.

“Dia memukul kepala saya berulang kali. Saya sempat melindungi diri, tapi tetap saja, pukulan itu mengenai kepala dan lengan saya hingga memar,” ujar MUE dalam laporannya ke Polresta Pekanbaru.

Laporan resmi telah diterbitkan dengan Nomor: STPL/B/865/XII/2023/SPKT/POLRESTA PEKANBARU/POLDA RIAU pada 27 Desember 2023.

Kasus ini tengah diselidiki polisi dengan merujuk pada UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, khususnya Pasal 44.

Hingga artikel ini tayang, pihak terlapor, Sahala Sitompul, belum memberikan tanggapan resmi.

Sementara MUE, dengan luka dan trauma yang belum sembuh, berharap ada keadilan. Ia ingin kasus ini tak sekadar jadi angka statistik, melainkan momentum perlindungan nyata bagi para korban KDRT.

Kisah pilu MUE ini jadi cermin buram bahwa rumah, yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru bisa berubah menjadi lokasi kekerasan paling sunyi.

Kekerasan dalam rumah tangga bukan cuma persoalan privat, melainkan urusan publik yang butuh perhatian serius dari semua pihak.

Karena ketika tangan yang seharusnya mengelus malah mengepal, dan suara yang semestinya menenangkan berubah jadi ancaman, saat itulah kita harus bertanya: masihkah rumah layak disebut rumah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ditegur Saat Apel Pagi, Karyawan di Tojo Una-Una Tewas Diduga Diserang Rekan Kerja

10 Maret 2026 - 15:02 WIB

Heboh! Ledakan di Kauman Ponorogo Terdengar hingga Kilometeran, Satu Rumah Rusak Parah

3 Maret 2026 - 11:48 WIB

Terungkap! Pemprov Kaltim Anggarkan Puluhan Juta untuk Naskah Pidato Gubernur

1 Maret 2026 - 18:18 WIB

Viral! Istri Prajurit di Cenderawasih Diduga Terlibat Selingkuh dengan 13 Anggota TNI AD

27 Februari 2026 - 12:23 WIB

Duar Maut di Situbondo! Ledakan Petasan Hancurkan Rumah, 2 Orang Tewas Termasuk Remaja 15 Tahun

26 Februari 2026 - 14:46 WIB

Trending di News