Menu

Mode Gelap
Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya Wasekjend Depinas SOKSI Nilai Serangan Deddy Sitorus ke Bahlil Cerminkan Kemunduran Etika Politik PDIP Aktivis 98 Agung Dekil: Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Wujud Nyata Amanat Reformasi 1998 Sahabat MUI Kota Bekasi Gelar Raker I, Desak Pengawasan LGBT dan Narkoba Tak Cukup Mundur? Bandot DM Sebut Febrie Masih Sah Jadi Jampidsus karena Keppres Belum Dicabut Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

News

May Day 2025: KPBI Siap Gebuk Kapitalisme dan Neoliberal

badge-check

KPBI (Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia) ingin tampil beda.

Mereka tetap turun ke jalan, tetap teriak-teriak, tapi semua dilakukan dengan penuh kedewasaan: tertib, damai, dan tentu saja, penuh ideologi kelas pekerja.(Foto ; Ist) Perbesar

KPBI (Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia) ingin tampil beda. Mereka tetap turun ke jalan, tetap teriak-teriak, tapi semua dilakukan dengan penuh kedewasaan: tertib, damai, dan tentu saja, penuh ideologi kelas pekerja.(Foto ; Ist)

PRABA INSIGHT- Kalau biasanya Hari Buruh identik dengan orasi panas, teriakan lantang, dan kadang-kadang drama lempar sandal, tahun ini KPBI (Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia) ingin tampil beda.

Mereka tetap turun ke jalan, tetap teriak-teriak, tapi semua dilakukan dengan penuh kedewasaan: tertib, damai, dan tentu saja, penuh ideologi kelas pekerja.

Tema yang mereka usung pun nggak tanggung-tanggung: “Kapitalisme-Neoliberalisme adalah Musuh Kelas Pekerja.” Ya, musuhnya jelas dan tegas.

Bukan atasan galak, bukan HRD ngeselin, tapi sistem ekonomi global yang katanya bikin negara kayak sales asuransi jualan hak rakyat ke pihak swasta.

Sekjen KPBI, Damar Panca Mulya, alias Bung Oncom, menegaskan bahwa kapitalisme dan neoliberalisme itu kayak duo maut yang sukses bikin jurang ketimpangan makin dalam.

“Sistem ini bikin negara lupa tugas utamanya: melindungi rakyat, bukan malah ngejual rakyat,” ujar Bung Oncom penuh semangat, 26 April 2025 lalu.

KPBI juga nggak mau asal teriak tanpa arah. Mereka mendesak pemerintahan Prabowo untuk segera banting setir, keluar dari skema ekonomi neoliberal, dan balik ke jalan lurus ekonomi Pancasila. Karena kalau nggak, badai PHK bisa datang kapan saja, dan buruh lagi-lagi yang jadi korban.

Urusan logistik massa? Tenang. KPBI sudah siap menggerakkan sekitar 3.000 orang dari Bekasi, Karawang, Jakarta, dan Tangerang.

Mereka akan berbaris rapi dari Tugu Tani, lewat Kedubes AS (mungkin sekalian ngasih salam hormat?), terus ke Balai Kota, lalu finish manis di silang Monas, tepat di depan Patung Kuda yang legendaris.

Dan jangan takut, aksi ini dijamin kondusif. KPBI sudah ngobrol-ngobrol cantik sama Polda Metro Jaya supaya aksi May Day 2025 tetap aman, tertib, dan bebas dari drama nggak penting.

Bahkan KPBI juga ngajak serikat buruh lain dan elemen masyarakat buat gabung, biar May Day tahun ini lebih terasa kayak pesta solidaritas ketimbang ajang ribut-ribut.

“Perjuangan buruh itu sakral, jangan sampai dirusak oknum yang cuma cari panggung,” tutup Bung Oncom, mungkin sambil mengangkat poster bertuliskan “Lawan Neolib Sampai Ketupat Kering.”

Jadi, siap-siap saja. May Day 2025 bukan cuma soal jalan-jalan sambil bawa spanduk. Ini tentang menjaga marwah perjuangan buruh… dengan tetap santun, santai, dan—tentu saja—sat set sat set.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mengapa Status Febrie Adriansyah Berubah Jadi Saksi di Sprindik Kejagung? Ini Penjelasan Resminya

16 Juli 2026 - 03:12

Kronologi Lengkap Pembunuhan Driver Ojol di Tangerang: Pelaku Batalkan Bunuh Diri lalu Begal karena Tertekan Biaya Nikah

15 Juli 2026 - 11:17

Buntut Sidang Tipikor, Kadis SDABMBK Kabupaten Bekasi Dilaporkan ke KPK

14 Juli 2026 - 19:23

Kuasa Hukum Nancy Soroti Kesaksian Dwi Febri di Sidang Sengketa Aset PN Jaksel, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Terbukti Palsu

14 Juli 2026 - 16:48

Dugaan Mega Korupsi di Kejaksaan Jadi Ujian Penegakan Hukum, BEM PTMA Zona III Apresiasi Sikap Prabowo

12 Juli 2026 - 09:17

Trending di Nasional