Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan Sudah Unggul, Malah Pulang Kampung: Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026 usai Ditahan Singapura 1-1 Rumor Jay Idzes Dibidik PSG Bikin Suporter Sassuolo Waswas: Tak Mau Kehilangan Bek Andalan Chat WhatsApp Terakhir Terduga Mutilasi Depok Terungkap, Sehari Kemudian Resign dari Tempat Kerja Isu Kapolri Diganti Keburu Berlari, Istana Malah Bilang: Surpresnya Saja Belum Ada Pasien BPJS Meninggal, Deretan Dokter yang Sempat Mencibir Kini Ramai-Ramai Minta Maaf

News

Prabowo Mau Bangun Sekolah Terintegrasi, Biar Anak Pas-Pasan Nggak Kalah dari Anak Sekolah Elit

badge-check

Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan 7.000 Sekolah Terintegrasi Non-Asrama untuk anak-anak dari keluarga pas-pasan hingga menengah. Menteri Abdul Mu’ti menegaskan konsep masih dimatangkan agar program pemerataan pendidikan berjalan efektif.(Foto: istimewa) Perbesar

Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan 7.000 Sekolah Terintegrasi Non-Asrama untuk anak-anak dari keluarga pas-pasan hingga menengah. Menteri Abdul Mu’ti menegaskan konsep masih dimatangkan agar program pemerataan pendidikan berjalan efektif.(Foto: istimewa)

PRABA INSIGHT- JAKARTA – Kalau dulu orang tua sering bilang, “Sekolah yang rajin, biar bisa masuk sekolah bagus,” maka sekarang pemerintah punya rencana supaya semua sekolah ya bagus aja sekalian. Gagasan ini datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang pengin setiap kecamatan punya Sekolah Unggul Terintegrasi Non-Asrama sekolah keren buat anak-anak dari keluarga pas-pasan sampai hampir miskin, biar mereka juga bisa menikmati fasilitas pendidikan yang sama dengan sekolah elit.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bilang, Presiden Prabowo udah ngasih arahan waktu sidang kabinet.

“Pak Presiden waktu sidang kabinet menyampaikan agar kita menyiapkan konsep sekolah unggul terintegrasi non-asrama,” kata Mu’ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Intinya, kata Mu’ti, sekolah ini nanti akan digabungkan dari tiga jenjang sekaligus: SD, SMP, dan SMA. Jadi, anak-anak bisa naik level tanpa harus pindah sekolah. Satu kawasan pendidikan, lengkap, kayak versi pendidikan dari “one stop service.”

Presiden juga minta biar sekolah unggul ini ada satu di setiap kecamatan. Lumayan ambisius, tapi kalau jadi kenyataan, bakal keren banget.

Mu’ti sendiri udah keliling buat cari contoh model sekolah yang bisa dijadikan inspirasi. Salah satunya di Samarinda, Kalimantan Timur, yang udah punya sekolah unggul terintegrasi dengan kurikulum Cambridge dan fasilitas yang, katanya, “ideal banget seperti yang diharapkan Bapak Presiden.”

“Misalnya bulan lalu saya ke Samarinda. Itu sudah ada sekolah unggul terintegrasi yang dibangun pemerintah kota Samarinda, yang di situ menggunakan kurikulum Cambridge,” ujarnya.

“Dan juga semuanya dengan peralatan-peralatan yang saya kira ideal seperti yang diharapkan Bapak Presiden,” lanjut Mu’ti.

Tapi jangan buru-buru daftar dulu, ya. Karena menurut Mu’ti, sejauh ini belum ada instruksi langsung dari Presiden buat segera membangun sekolah-sekolah itu. Pemerintah masih dalam tahap pematangan konsep.

“Kami tetap berupaya mematangkan hal-hal terkait keberadaan sekolah unggul yang terintegrasi,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo memang menyampaikan niat besar: membangun 7.000 sekolah terintegrasi di berbagai kecamatan seluruh Indonesia. Untuk memastikan nggak cuma semangatnya yang besar tapi juga perencanaannya matang, Presiden bakal bikin satuan tugas (satgas) lintas kementerian yang bakal nyusun desain dan strategi pembangunannya.

“Ini sedang saya susun, saya minta Kemendikti Saintek sama Kemendikdasmen, mungkin dibantu oleh kementerian lain juga, menyusun suatu satgas khusus untuk mempelajari. Kita membangun sekolah terintegrasi di setiap kecamatan,” kata Prabowo di Istana Negara, Senin (20/10/2025).

Rencananya, sekolah ini bakal nyatuin tiga jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK dalam satu kawasan terpadu. Sasarannya jelas: anak-anak dari keluarga desil 3 sampai 5, alias masyarakat yang nggak termasuk miskin banget, tapi juga belum bisa dibilang sejahtera.

“Berarti, kita mungkin harus bangun 7.000 sekolah terintegrasi ini. Maksudnya, sekarang SD, SMP, SMA, atau SMK terpisah,” ujar Presiden. (Van)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Sandri Rumanama: Isu Surpres Pergantian Kapolri Ramai Lagi, Padahal Dasarnya Saja Belum Kelihatan

5 Agustus 2026 - 11:45

Delapan Jam Menunggu Kamar Rawat, Dihujat karena BPJS, Kisah Yurizal Berakhir Pilu

5 Agustus 2026 - 10:48

Trending di News