Menu

Mode Gelap
Sering Lewat Tanjakan? Ini Cara Pakai Gigi Mobil Matik Biar Transmisi Awet Bayar STNK Sekalian Parkir? Wacana Baru Pemda Bikin Publik Garuk Kepala Luka Kecil Anak Tak Perlu Panik, Ini Cara Betadine Bening Antiseptik Bantu Perawatan Kulit Sensitif Lari 2 Jam 13 Menit, Robi Syianturi Cetak Rekor Marathon Nasional di Sevilla Mantan Kasat Narkoba Bima Bongkar Dugaan Permintaan Alphard dan Rp 1 M ke Bandar Utang Kereta Cepat 97 Tahun, Warisan Ambisi yang Dibayar Generasi Mendatang

Otomotif

Sering Lewat Tanjakan? Ini Cara Pakai Gigi Mobil Matik Biar Transmisi Awet

badge-check


					Banyak pengemudi mobil matik masih memaksakan gigi D di tanjakan terjal. Simak cara pakai gigi yang benar agar transmisi tidak cepat panas dan lebih awet. Perbesar

Banyak pengemudi mobil matik masih memaksakan gigi D di tanjakan terjal. Simak cara pakai gigi yang benar agar transmisi tidak cepat panas dan lebih awet.

PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Mobil matik itu diciptakan untuk memanjakan. Tinggal injak gas, lepas rem, jalan. Tapi sayangnya, sebagian pengemudi justru terlalu percaya diri. Tanjakan terjal? Santai, tuas tetap di D. Padahal, kebiasaan ini pelan-pelan bisa bikin transmisi ngos-ngosan.

Memaksakan gigi D saat menanjak bukan cuma bikin tenaga mobil terasa loyo, tapi juga membuat suhu transmisi cepat naik. Kalau dibiarkan, umur gearbox bisa lebih pendek dari niat awal beli mobil “biar awet”.

Supaya mobil matik tetap waras dan dompet nggak mendadak sesak gara-gara servis transmisi, ada beberapa trik sederhana yang sebaiknya dipatuhi.

Pertama, jangan malu pakai mode L atau 1–2.

Saat menghadapi tanjakan curam, pindahkan tuas ke L, 1, atau 2 tergantung jenis mobilnya. Mode ini membantu mesin menghasilkan torsi lebih besar tanpa memaksa transmisi bekerja di luar batas wajar.

Kedua, hindari gaya setengah gas berkepanjangan.

Menahan mobil di tanjakan sambil menginjak gas setengah itu ibarat nyuruh orang lari sambil dipeluk. Oli transmisi cepat panas, tapi mobilnya nggak ke mana-mana. Lebih baik injak gas dengan mantap dan terkontrol agar mobil langsung naik tanpa drama.

Ketiga, manfaatkan rem tangan saat berhenti.

Kalau harus stop di tanjakan, tarik rem tangan dulu sebelum melepas rem kaki. Cara ini bukan cuma mencegah mobil mundur, tapi juga mengurangi tekanan berlebih pada transmisi.

Keempat, jaga jarak dan momentum.

Ambil ancang-ancang yang cukup sebelum menanjak. Momentum yang pas bikin mesin dan transmisi nggak perlu kerja lembur hanya untuk menaklukkan tanjakan.

Kelima, peka dengan tanda-tanda aneh.

Kalau mulai tercium bau gosong atau tarikan terasa berat, jangan sok tegar. Menepi sebentar bisa menyelamatkan transmisi dari overheat dan kerusakan lebih parah.

Intinya, mobil matik memang nyaman, tapi bukan berarti bisa diperlakukan semaunya. Dengan teknik yang tepat, transmisi lebih awet, performa tetap enak, dan perjalanan pun bebas dari rasa waswas. Mobil juga manusia eh, maksudnya, mesin ada batas capeknya.

Editor : Irfan Ardhiyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panduan Balik Nama Motor Bekas: Dari Biaya hingga Prosedur

4 Februari 2026 - 07:42 WIB

Sokbreker Depan Motor Bocor Saat Musim Hujan? Jangan Salahkan Hujannya, Ini Penyebab Aslinya

1 Februari 2026 - 07:04 WIB

Pungutan Parkir Ilegal Terancam Sanksi Pidana dan Penertiban

13 Januari 2026 - 07:21 WIB

Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Bikin Mobil Makin Boros Dan Dompet Ikut Menjerit

15 November 2025 - 08:23 WIB

Interior Mercedes GLB EV Bocor! Futuristiknya Bikin Mobil Lain Minder

15 November 2025 - 08:11 WIB

Trending di Otomotif