PRABAINSIGHT.COM – JAKARTA – Mobil matik itu diciptakan untuk memanjakan. Tinggal injak gas, lepas rem, jalan. Tapi sayangnya, sebagian pengemudi justru terlalu percaya diri. Tanjakan terjal? Santai, tuas tetap di D. Padahal, kebiasaan ini pelan-pelan bisa bikin transmisi ngos-ngosan.
Memaksakan gigi D saat menanjak bukan cuma bikin tenaga mobil terasa loyo, tapi juga membuat suhu transmisi cepat naik. Kalau dibiarkan, umur gearbox bisa lebih pendek dari niat awal beli mobil “biar awet”.
Supaya mobil matik tetap waras dan dompet nggak mendadak sesak gara-gara servis transmisi, ada beberapa trik sederhana yang sebaiknya dipatuhi.
Pertama, jangan malu pakai mode L atau 1–2.
Saat menghadapi tanjakan curam, pindahkan tuas ke L, 1, atau 2 tergantung jenis mobilnya. Mode ini membantu mesin menghasilkan torsi lebih besar tanpa memaksa transmisi bekerja di luar batas wajar.
Kedua, hindari gaya setengah gas berkepanjangan.
Menahan mobil di tanjakan sambil menginjak gas setengah itu ibarat nyuruh orang lari sambil dipeluk. Oli transmisi cepat panas, tapi mobilnya nggak ke mana-mana. Lebih baik injak gas dengan mantap dan terkontrol agar mobil langsung naik tanpa drama.
Ketiga, manfaatkan rem tangan saat berhenti.
Kalau harus stop di tanjakan, tarik rem tangan dulu sebelum melepas rem kaki. Cara ini bukan cuma mencegah mobil mundur, tapi juga mengurangi tekanan berlebih pada transmisi.
Keempat, jaga jarak dan momentum.
Ambil ancang-ancang yang cukup sebelum menanjak. Momentum yang pas bikin mesin dan transmisi nggak perlu kerja lembur hanya untuk menaklukkan tanjakan.
Kelima, peka dengan tanda-tanda aneh.
Kalau mulai tercium bau gosong atau tarikan terasa berat, jangan sok tegar. Menepi sebentar bisa menyelamatkan transmisi dari overheat dan kerusakan lebih parah.
Intinya, mobil matik memang nyaman, tapi bukan berarti bisa diperlakukan semaunya. Dengan teknik yang tepat, transmisi lebih awet, performa tetap enak, dan perjalanan pun bebas dari rasa waswas. Mobil juga manusia eh, maksudnya, mesin ada batas capeknya.
Editor : Irfan Ardhiyanto











