Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

Sejarah

Siapa Sebenarnya yang Pertama Kali Melarang Film G30S/PKI Diputar?

badge-check

Yunus Yosfiah, tokoh pertama yang mengusulkan pelarangan film G30S/PKI pada 1998 (Foto: Istimewa) Perbesar

Yunus Yosfiah, tokoh pertama yang mengusulkan pelarangan film G30S/PKI pada 1998 (Foto: Istimewa)

PRABA INSIGHT- Kalau ngomongin film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI, sebagian orang mungkin langsung teringat adegan mencekam di Lubang Buaya, musik yang bikin merinding, sampai wajah tegang para pemainnya. Film ini dulu jadi tontonan wajib tiap tanggal 30 September. Televisi nasional pun setia memutarnya, seolah jadi ritual sejarah tahunan.

Tapi tahukah Anda, ada tokoh-tokoh penting yang justru melarang film itu terus diputar? Ya, ternyata ada tiga nama yang berperan di balik dihentikannya penayangan film legendaris ini.

Orang Pertama yang Angkat Suara

Menurut catatan Kompas.com (2017), nama pertama adalah Letjen TNI (Purn) Muhammad Yunus Yosfiah. Saat itu, ia menjabat sebagai Menteri Penerangan (Menpen) di era Presiden BJ Habibie.

Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI pada 23 September 1998, Yunus dengan lantang mengusulkan agar film itu tidak lagi diputar rutin. Alasannya sederhana tapi penting: film G30S/PKI dianggap tidak lagi sesuai dengan semangat reformasi yang sedang bergulir kala itu.

Dengan kata lain, menurut Yunus, bangsa ini butuh cara baru dalam mengingat sejarah—bukan dengan tayangan yang terus-menerus menegangkan dan penuh stigma.

Keberatan dari Angkatan Udara

Tokoh kedua yang ikut bersuara adalah Marsekal Udara Saleh Basarah, kala itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU). Ia bahkan sampai menelepon langsung Menteri Pendidikan saat itu, Juwono Sudarsono, untuk menyampaikan keresahannya.

Apa pasal? Saleh keberatan karena film tersebut terus mengulang-ulang narasi soal keterlibatan perwira AURI dalam tragedi 30 September. Menurutnya, hal itu tidak adil dan membuat citra Angkatan Udara selalu terikat pada peristiwa kelam tersebut.

Respons dari Menteri Pendidikan

Juwono Sudarsono, sebagai Menteri Pendidikan, menanggapi serius usulan tersebut. Ia kemudian meminta para ahli sejarah meninjau kembali kurikulum pelajaran sejarah di tingkat SMP dan SMA.

Intinya, sejarah memang harus diajarkan, tapi penyampaiannya jangan melulu lewat film yang penuh dramatiasi politik. Harus ada cara yang lebih objektif, akademis, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Jadi, Siapa yang Paling Awal?

Kalau harus ditarik garis lurus, Muhammad Yunus Yosfiah adalah orang pertama yang mengusulkan penghentian tayangan film G30S/PKI lewat forum resmi. Tapi keputusan itu mendapat penguatan dari suara Saleh Basarah dan kemudian direspons oleh Juwono Sudarsono.

Jadi, pelarangan film ini bukan sekadar “tiba-tiba berhenti diputar”, melainkan hasil dari pertimbangan politik, militer, dan pendidikan yang cukup serius di era awal Reformasi.

Penulis: Ris Tanto | Editor : Ivan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News