Menu

Mode Gelap
3 Surpres Meluncur dari Istana ke DPR, Kursi Strategis Mulai Jadi Rebutan? GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK Ngopi Nggak Harus Serius: MILKLAB Ajak Coffee Lovers Keliling Kafe sambil Joget dan Berburu Hadiah Gusi Berdarah Bisa Berkaitan dengan Penyakit Kronis, dari Diabetes hingga Jantung Rumah Kontrakan Bakal Dipajaki 2027, Pengamat Minta Pemerintah Tak Samakan dengan Properti Komersial Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

News

THR untuk Ojol: Sebuah Kisah 20 Persen

badge-check

foto Ojol (ist)
Perbesar

foto Ojol (ist)

PRABAINSIGHT.COM – BEKASI – Andi Wijaya menarik napas panjang. Motor matiknya berhenti di pinggir trotoar dekat Stasiun Bekasi, tempat biasa ia menunggu orderan. Hari ini panasnya luar biasa, tapi ada kabar yang sedikit mendinginkan hati: tahun depan, pengemudi ojol bakal dapat THR.

“Walaupun cuma 20 persen dari rata-rata penghasilan, ya Alhamdulillah,” gumamnya, menatap layar ponselnya yang baru saja menampilkan berita soal keputusan Menteri Ketenagakerjaan.

Sebagai ojol full-time, Andi tahu dirinya aman. Syaratnya? Minimal 250 orderan dalam sebulan dan online sembilan jam sehari. “Santai, saya lebih dari itu. Orderan banyak, rating masih 5. Harusnya THR masuk,” ujarnya dalam hati.

Dengan pendapatan sekitar empat juta sebulan, ia menghitung-hitung. Mungkin THR-nya sekitar enam ratus sampai delapan ratus ribu. Lumayan buat beli baju lebaran anaknya, atau sekadar nambah-nambah biaya mudik.

Tapi ada yang mengganjal di benaknya.

Dua tahun lalu, ia pernah dengar gosip soal THR untuk ojol, tapi akhirnya cuma jadi angin lalu. Paling mentok, bonus trip dadakan yang kadang malah bikin driver kejar target sampai lupa pulang. Kali ini, janji itu ada dalam Surat Edaran Menteri. Resmi. Hitam di atas putih.

Seorang rekan sesama driver lewat, melambatkan motornya di sebelah Andi. “Bro, udah denger soal THR?” tanyanya sambil melepas helm.

Andi mengangguk. “Udah. Lumayan lah, meskipun cuma 20 persen.”

“Kecil banget sih, ya,” balas temannya, menghela napas. “Tapi daripada enggak sama sekali…”

Andi tersenyum. “Iya, 20 persen lebih baik daripada nol persen.”

Ia meraih ponselnya lagi. Notifikasi masuk. Satu orderan baru. Dengan gerakan cekatan, ia menarik gas. THR masih setahun lagi, tapi orderan yang satu ini? Tak bisa ditunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

GOR Terpadu Kota Bekasi Rp121 M Diduga Bermasalah, NCW Lapor KPK

10 Agustus 2026 - 14:40

Temuan Senjata di YHI-PP Bermula dari Ruangan Terkunci, Kuasa Hukum: Kunci Masih Dipegang IWD

10 Agustus 2026 - 10:16

Jelang HUT RI ke- 81 Sekjen PATRA Ingatkan Ojol: Jangan Gampang Kepancing, Hormati Bulan Kemerdekaan

8 Agustus 2026 - 14:04

Diduga Provokasi Pedagang Pasar Baru Bekasi, Oknum W Dilaporkan ke Polisi

7 Agustus 2026 - 16:54

Dituduh Pakai Rekening Pribadi, Pengacara MSB Buka Suara Perihal Kasus Perumda Tirta Bhagasasi

5 Agustus 2026 - 17:05

Trending di News